{"id":4770,"date":"2015-12-03T17:02:12","date_gmt":"2015-12-04T01:02:12","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=4770"},"modified":"2015-12-03T18:01:46","modified_gmt":"2015-12-04T02:01:46","slug":"kasihanilalh-kami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4770","title":{"rendered":"Kasihanilah Kami"},"content":{"rendered":"<p>Jumat, 4 Desember 2015<\/p>\n<p>Yesaya 29:17-24<br \/>\nMazmur 27<br \/>\nMatius 9:27-31<\/p>\n<p>&#8220;Kasihanilah kami, Anak Daud!&#8221;<br \/>\nSeperti dua orang buta dalam kisah Injil hari ini, sayapun ingin berteriak yang sama. Kemarin, di San Bernardino, sebuah kota di dekat Los Angeles, terjadi penembakan massal. Sampai saat ini sudah ada 14 orang yang meninggal. Sehari sebelumnya juga ada penembakan di Colorado. Beberapa minggu lalu Paris. Lalu di Mali, Afrika. Mungkin di dekat tempat tinggal anda ada lagi kekerasan-kekerasan yang tidak sesensasional peristiwa-peristiwa di atas, tetapi ikut membuat kita gelisah, sedih, marah, dan frustrasi. Hancur rasanya hati ini melihat begitu banyak kekerasan di dunia ini. &#8220;Kasihanilah kami, ya Tuhan!&#8221;<\/p>\n<p>Tetapi seperti isi bacaan dari Nabi Yesaya hari ini, kita kembali diingatkan janji Tuhan untuk masa yang lebih baik: orang buta akan melihat, orang tuli akan mendengar, yang direndahkan dan miskin akan bersukacita, tiran dan penjahat akan dilenyapkan. Mazmur 27 pun menguatkan kita bahwa Tuhan adalah cahaya dan keselamatan; siapa lagi yang kita takuti? Jika kita ditanya seperti Yesus bertanya pada dua orang buta tadi, &#8220;Percayakah kamu bahwa Aku dapat melakukannya?&#8221; apakah jawaban kita?<\/p>\n<p>Kita melihat sejarah keselamatan kita, terutama dalam masa Adven ini. Seorang teman saya mengirimkan puisi berikut dari Madeleine L&#8217;Engle:<\/p>\n<p>This is no time for a child to be born,<br \/>\nWith the earth betrayed by war &#038; hate<br \/>\nAnd a comet slashing the sky to warn<br \/>\nThat time runs out &#038; the sun burns late.<\/p>\n<p>That was no time for a child to be born,<br \/>\nIn a land in the crushing grip of Rome;<br \/>\nHonour &#038; truth were trampled by scorn-<br \/>\nYet here did the Saviour make his home.<\/p>\n<p>When is the time for love to be born?<br \/>\nThe inn is full on the planet earth,<br \/>\nAnd by a comet the sky is torn \u2013<br \/>\nYet Love still takes the risk of birth.<\/p>\n<p>Di tengah segala kekerasan dan kejahatan dan ketidakstabilan di dunia ini, Tuhan memilih untuk hadir di dunia. Dan dia pun memilih menjadi manusia. Coba kalau dia menjadi malaikat, mungkin lebih banyak orang yang akan tunduk dan takut pada dia, dan tidak mungkin mereka bisa menyalibkan dia. Tetapi sekali lagi, dia memilih menjadi salah satu dari kita. Ini semua karena kasihnya. Inilah harapan Adven kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat, 4 Desember 2015 Yesaya 29:17-24 Mazmur 27 Matius 9:27-31 &#8220;Kasihanilah kami, Anak Daud!&#8221; Seperti dua orang buta dalam kisah Injil hari ini, sayapun ingin berteriak yang sama. Kemarin, di San Bernardino, sebuah kota di dekat Los Angeles, terjadi penembakan massal. Sampai saat ini sudah ada 14 orang yang meninggal. Sehari sebelumnya juga ada penembakan di Colorado. Beberapa minggu lalu Paris. Lalu di Mali, Afrika. Mungkin di dekat tempat tinggal anda ada lagi kekerasan-kekerasan yang tidak sesensasional peristiwa-peristiwa di atas,&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4770\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4770","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4770"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4770\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4772,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4770\/revisions\/4772"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}