{"id":4780,"date":"2015-12-08T14:39:44","date_gmt":"2015-12-08T22:39:44","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=4780"},"modified":"2015-12-07T07:41:03","modified_gmt":"2015-12-07T15:41:03","slug":"orang-orang-pinter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4780","title":{"rendered":"orang-orang pinter"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000; font-family: Calibri; font-size: medium;\">Bacaan Injil yang dibacakan dalam Misa hari ini mengajak kita memiliki kesediaan untuk mengandalkan Allah dalam menekuni hidup sebagai orang beriman. Kita sering dihadapkan pada masalah-masalah kehidupan yang tidak mudah untuk mencari jalan keluarnya. Malah sering menimbulkan kecemasan dan kegelisahan dalam hati kita. Dalam mencari cara menghadapi kesulitan hidup, sering kali kita menjadi tidak sabar dan memaksakan diri untuk mencari solusi-solusi yang kita rasa akan \u201ccepat\u201d memberikan jawaban dan kelegaan hati kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000; font-family: Calibri; font-size: medium;\">Tidak jarang orang mencari penyelesaian lewat cara-cara paranormal dan mendatangi \u201corang-orang pinter\u201d. Apakah ini bisa dibenarkan? Keberatan terhadap praktek paranormal dan \u201corang-orang pinter\u201d adalah pemaksaan terhadap pencarian jawaban atas permasalahan, padahal sebagai orang beriman kita diajak untuk berpasrah diri dan mengandalkan Allah; kita diajak berani membiarkan diri dipimpin oleh Allah. Kita diajak untuk memahami bahwa setiap penderitaan memiliki makna kerohanian yakni ikut memanggul salib Kristus. Tidak setiap penderitaan harus dipaksa untuk dihentikan. Tidak setiap masa depan yang tidak kita ketahui harus dipaksakan untuk diketahui. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000; font-family: Calibri; font-size: medium;\">Mengandalkan Kristus dalam hidup sehari-hari adalah ketika seorang suami atau isteri menghadapi dengan tetap tabah dan tekun berdoa ketika mengetahui bahwa pasangannya memiliki wanita atau pria simpanan. Ia membiarkan Kristus memasuki hidup pasangannya dengan anugerah kebijaksanaan dan kesalehan sehingga pasangannya suatu saat nanti akan bertobat artinya kembali bersedia dipimpin oleh Tuhan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000; font-family: Calibri; font-size: medium;\">Buah dari pertobatan adalah menjauhkan diri dari dosa sehingga mengalami rasa lega dan leluasa. Untuk ini orang perlu didorong untuk berbesar hati, karena Allah itu maha pengampun dan bukan menghukum. Berani mengandalkan Allah adalah suatu keberanian untuk beriman bahwa Kristus datang bukan untuk menuntut pertanggungan jawab atas hidup kita melainkan akan membawa dan menuntun kita menuju kebahagiaan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000; font-family: Calibri; font-size: medium;\">Marilah kita menyongsong Natal dengan besar hati karena Allah berkenan pada umatnya yang memiliki kerapuhan. Kerapuhan kita bukanlah hal yang harus ditakuti dan ditutupi melainkan hal yang hendak disentuh oleh Kasih Tuhan. Untuk itulah Yesus berkenan dilahirkan di sebuah kandang yang hina. Yesus berkenan menyentuh kehinaan kerapuhan hidup kita.<\/span><\/p>\n<p>Rm. Ignatius F. Himawan, msf<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan Injil yang dibacakan dalam Misa hari ini mengajak kita memiliki kesediaan untuk mengandalkan Allah dalam menekuni hidup sebagai orang beriman. Kita sering dihadapkan pada masalah-masalah kehidupan yang tidak mudah untuk mencari jalan keluarnya. Malah sering menimbulkan kecemasan dan kegelisahan dalam hati kita. Dalam mencari cara menghadapi kesulitan hidup, sering kali kita menjadi tidak sabar dan memaksakan diri untuk mencari solusi-solusi yang kita rasa akan \u201ccepat\u201d memberikan jawaban dan kelegaan hati kita. Tidak jarang orang mencari penyelesaian lewat cara-cara paranormal&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4780\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4780","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4780","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4780"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4780\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4781,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4780\/revisions\/4781"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4780"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4780"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4780"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}