{"id":4928,"date":"2016-01-10T14:30:18","date_gmt":"2016-01-10T22:30:18","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=4928"},"modified":"2016-01-10T08:53:10","modified_gmt":"2016-01-10T16:53:10","slug":"yesus-memanggil-kita-untuk-menjadi-saksi-kabar-gembira-dan-membangun-kerajaan-allah-di-muka-bumi-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4928","title":{"rendered":"Yesus Memanggil Kita Untuk Menjadi Saksi Kabar Gembira dan Membangun Kerajaan Allah Di Muka Bumi Ini"},"content":{"rendered":"<p><strong>Hari Senin, Minggu Pertama Masa Biasa<\/strong><br \/>\n<strong> 11 January, 2016<\/strong><\/p>\n<p><strong>1 Samuel 1:1-8<\/strong><br \/>\n<strong> Markus 1:14-20<\/strong><\/p>\n<p>Saudara-saudari terkasih,<\/p>\n<p>Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa masa Natal telah lewat dan sekarang kita sudah memasuki hari pertama dalam masa biasa dalam tahun Liturgi Gereja. Tidak lama lagi kita akan memasuki Masa Puasa. Sangat mungkin kebanyakan umat memikirkan bahwa &#8220;Masa Biasa&#8221; dalam tahun Liturgi Gereja adalah suatu yang biasa saja, tidak ada sesuatu yang istimewa. Pikirnya bahwa Masa Biasa berarti kita tidak berada dalam masa Advent atau masa Puasa. Betapa tidak! Karena dalam Masa Biasa ini kita akan selalu memusatkan perhatian kita kepada pelayanan Yesus di hadapan umum, dimana Yesus menampilkan kasih setia Allah, mewartakan kehadiran Kerajaan Allah, kataNya: &#8220;Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!&#8221; Pernyataan Yesus ini berarti &#8220;keselamatan&#8221; yang sudah sekian lama dinantikan seperti yang telah dijanjikan sudah tiba dan menjadi nyata dalam diri Yesus. Oleh karena itu kepada semua orang diperintahkan untuk bertobat dan percaya kepada Injil. Dengan demikian topik pewartaan Kristus dalam perikope ini menjadi hal yang hakiki dari panggilan dan tugas para murid Yesus.<\/p>\n<p>Oleh karena itu bacaan Injil hari ini dilanjutkan dengan &#8220;panggilan para murid yang pertama.&#8221; Dikatakan bahwa Simon yang kemudian dipanggil dengan nama Petrus bersama saudaranya Andreas sedang menjala ikan. Ketika mereka mendengar panggilan Yesus, dengan segera mereka meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus. Demikian pula terjadi dengan Yakobus dan Yohanes, sedang membereskan jalanya di dalam perahu. Ketika Yesus memanggil mereka, merekapun segera meninggalkan ayahnya Zebedeus dan mengikuti Yesus.<\/p>\n<p>Saudara-saudariku terkasih,<\/p>\n<p>Bacaan injil hari ini mengingatkan saya akan pengalaman pribadi pada tahun-tahun pertama masa imamat saya sebagai pastor di salah satu paroki di Indonesia. Pada waktu itu bergitu banyak orang diparoki saya yang diPHKkan alias mendapat &#8220;Pemutusan Hubungan Kerja&#8221;. Saya masih ingat baik sekali, bagaimana reaksi saya ketika membaca perikope ini. Saya menjadi sangat marah kepada Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes. Saya bertanya: koq bisa-bisanya saya spontan mengatakan kepada mereka, hei dasar bodoh. Sudah punya pekerjaan yang pasti, sudah punya pendapatan yang jelas, sudah mapan, koq begitu gampangnya meninggalkan pekerjaan yang sudah terjamin, berani meninggalkan keluarga dan lain sebagainya lalu mengikuti seseorang yang mereka tidak pernah tahu masa depannya, jaminannya&#8230;dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Saudara-saudari sekalian; Apa yang dapat kita lakukan kalau kita saat ini mendengar suara Yesus sendiri seperti para murid pertama mendengar suaraNya? Sepertinya kitapun akan menjawab dengan segera seperti para murid pertama dalam bacaan Injil hari ini. Sadar atau tidak Yesuspun terus memanggil dan memanggil, bahkan Yesus selalu memanggil kita dengan nama kita masing-masing. Kita masing-masing telah dipanggil oleh Yesus sendiri agar kita senantiasa menaruh kepercayaan yang penuh kepadaNya, melaksanakan apa yang telah Yesus ajarkan kepada kita agar kita dapat mengaplikasikan dalam kehidupan kita setiap hari, membagi pengalaman hidup kita dalam Kristus kepada orang lain yang kita jumpai dan yang kita alami dalam kehidupan bersama dengan orang lain dalam keluarga dan komunitas kita; bahkan membagi dan memberikan kesaksian hidup kita bersama Kristus dan dalam Kristus kepada orang lain. Dengan kata lain kita diharapkan mampu menghadirkan kerajaan Allah kepada sesama kita. Semoga renungan ini dapat membangkitkan kesadaran dan semangat kita untuk selalu peka akan panggilan Kristus dan terbuka akan undanganNya untuk mengikuti Dia; dengan kata lain bersedia melaksanakan apa yang telah kita peroleh dari Kristus sendiri dari kabar gembiraNya. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Senin, Minggu Pertama Masa Biasa 11 January, 2016 1 Samuel 1:1-8 Markus 1:14-20 Saudara-saudari terkasih, Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa masa Natal telah lewat dan sekarang kita sudah memasuki hari pertama dalam masa biasa dalam tahun Liturgi Gereja. Tidak lama lagi kita akan memasuki Masa Puasa. Sangat mungkin kebanyakan umat memikirkan bahwa &#8220;Masa Biasa&#8221; dalam tahun Liturgi Gereja adalah suatu yang biasa saja, tidak ada sesuatu yang istimewa. Pikirnya bahwa Masa Biasa berarti kita tidak berada dalam masa&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4928\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4928","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4928"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4928\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4932,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4928\/revisions\/4932"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}