{"id":4939,"date":"2016-01-12T14:30:34","date_gmt":"2016-01-12T22:30:34","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=4939"},"modified":"2016-01-12T08:56:01","modified_gmt":"2016-01-12T16:56:01","slug":"katakanlah-tuhan-hambamu-mendengarkan-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4939","title":{"rendered":"&#8220;Katakanlah, Tuhan, hambamu mendengarkan&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><strong>Hari Rabu Minggu Pertama<\/strong><strong>\u00a0Masa Biasa<\/strong><br \/>\n<strong>13 Januari 2016<\/strong><\/p>\n<p><strong>1 Samuel 3:1-10, 19-20<\/strong><br \/>\n<strong> Markus 1:29-39<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8220;Berbicaralah ya Tuhan, hambaMu mendengarkan.&#8221; ( 1 Samuel 3:10)<\/strong><\/p>\n<p>Saudara-saudariku terkasih,<\/p>\n<p>Dalam masa biasa selama tahun liturgy seringkali kita menemukan ketidak cocokan antara bacaan pertama dan Injil. Tetapi hari ini boleh dibilang ada pengecualian. Karena hari ini baik Samuel maupun Yesus &#8220;mendengarkan&#8221; ketika Tuhan (Bapa di Surga) mau berbicara kepada mereka.<\/p>\n<p>Dalam bacaan pertama hari ini ada sesuatu yang cukup menarik untuk diangkat, bahwa &#8220;Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering.&#8221; ( 1 Samuel 3:1) Ketika Tuhan memanggil Samuel, kedengaran seolah-olah bapanya Eli yang memanggilnya ketika dia sedang tidur. Lalu dalam bacaan Injil hari inipun, dikatakan bahwa setelah Yesus mengajar, menyembuhkan banyak orang sakit dan mengusir banyak setan di Kaparnaum, Yesus pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa disana; Yesus menyempatkan diri untuk berbicara dengan BapaNya di surga. Berangkat dari pengalaman Samuel dan Yesus, sudah seharusnya kita yang telah mengikuti Yesus dianjurkan untuk selalu bisa memberi waktu dari kesibukan sehari-hari untuk berbicara dengan Tuhan dan mendengarkan Tuhan. Oleh karena itu Katekismus Gereja Katolik menganjurkan tentang pelbagai macam cara dan tempat berdoa.(2558-2758)<\/p>\n<p>Saudara-saudari terkasih,<\/p>\n<p>Ajaran Gereja tentang doa merupakan suatu ajaran yang sangat penting bagi kita dewasa ini yang dibilang begitu sibuk dengan pelbagai macam pekerjaan. Karena seringkali kita dengar keluhan bahwa sangat sulit mendapat waktu yang tenang untuk diam sejenak bersama Tuhan. Oleh karena itu St. Augustinus menyarankan agar kita berusaha sedapat mungkin mempersiapkan waktu sejenak bersama Tuhan dalam keheningan. Sementara orang lain mau menyediakan tempat khusus baik di dalam rumahnya, maupun di tempat kerjanya dimana ia dapat dengan tenang, diam sejenak bisa berbicara kepada Tuhan, atau untuk merasakan kehadiran Tuhan ataupun mendengarkan suara Tuhan dalam dan melalui bacaan Kitab SuciNya. Sungguh suatu yang luar biasa, kalau kita bisa menyediakan tempat khusus di rumah, atau di tempat yang special di halaman rumahnya dimana keluarga bisa berkumpul berdoa dan atau bermeditasi, mengalami kesendirian bersama Tuhan.<\/p>\n<p>Suatu kesempatan yang luar biasa kalau kita bisa membuat satu commitment menghadiri perayaan Ekaristi Kudus setiap hari, menerima tubuh dan darah Yesus atau menyempatkan diri sejenak dihadapan Sakramen Mahakudus.<\/p>\n<p>Selain itu melihat pengalaman Samuel yang mendengar suara Tuhan ketika ia sedang tidur, mengingatkan saya akan pengalaman hidup doanya uskup agung Fulton Sheen. Beliau setiap hari menyiapkan waktu untuk selalu berdiam sejenak dihadapan Sakramen Mahakudus. Uskup agung Fulton Sheen pernah mengatakan bahwa seringkali ia tertidur dihadapan Sakramen Mahakudus, beliau mengatakan bahwa itu &#8220;tidak apa-apa&#8221;, karena Tuhan memberikan dia waktu juga dihadapanNya untuk memperoleh kembali kesegaran. Bukan tidak mungkin anda juga punya pengalaman yang sama&#8230;kadang-kadang tertidur ketika sedang mendoakan Rosary.<\/p>\n<p>Oleh karena itu saudara-saudariku terkasih, selain bagaimana kita berdoa, kita pun perlu melihat sarana-sarana apa saja yang bisa membantu kita untuk berdoa dengan lebih baik dan efektip. Tentu saja Kitab Suci merupakan sarana yang sangat berarti dan sangat kuat pengaruhnya untuk kita berdoa dengan lebih baik&#8230;juga bacaan-bacaan rohani lainnya yang boleh kita gunakan kalau kita mau bermeditasi. Kita juga punya Rosary, Divine Mercy Chaplet. Ada begitu banyak sumber yang dapat kita pergunakan untuk berdoa dengan lebih baik dan mantap. Gunakanlah waktu bersama Tuhan dan dengan Tuhan, berbicara kepadaNya dan mendengarkanNya. Hari ini bersama Samuel dan Yesus kita mau mengatakan &#8220;berbicaralah ya Tuhan, hambaMu mendengarkan.&#8221; Semoga kata-kata ini akan selalu memberi kita motivasi, agar kita bisa dan selalu memelihara relasi kita dengan Tuhan setiap hari. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Rabu Minggu Pertama\u00a0Masa Biasa 13 Januari 2016 1 Samuel 3:1-10, 19-20 Markus 1:29-39 &#8220;Berbicaralah ya Tuhan, hambaMu mendengarkan.&#8221; ( 1 Samuel 3:10) Saudara-saudariku terkasih, Dalam masa biasa selama tahun liturgy seringkali kita menemukan ketidak cocokan antara bacaan pertama dan Injil. Tetapi hari ini boleh dibilang ada pengecualian. Karena hari ini baik Samuel maupun Yesus &#8220;mendengarkan&#8221; ketika Tuhan (Bapa di Surga) mau berbicara kepada mereka. Dalam bacaan pertama hari ini ada sesuatu yang cukup menarik untuk diangkat, bahwa &#8220;Pada masa&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4939\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4939","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4939"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4939\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4940,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4939\/revisions\/4940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}