{"id":4949,"date":"2016-01-15T14:30:47","date_gmt":"2016-01-15T22:30:47","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=4949"},"modified":"2016-01-14T12:55:18","modified_gmt":"2016-01-14T20:55:18","slug":"dengan-jawaban-ya-kepada-tuhan-anda-sudah-memuliakan-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4949","title":{"rendered":"Dengan Jawaban &#8220;YA&#8221; Kepada Tuhan, Anda Sudah Memuliakan Tuhan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Hari Sabtu Minggu Pertama Masa Biasa<\/strong><br \/>\n<strong> 16 January, 2016<\/strong><\/p>\n<p><strong>1 Samuel 9:1-4, 17-19; 10:1a<\/strong><br \/>\n<strong> Markus 2:13-17<\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Tuhan sudah mempunyai rencana untuk kita masing-masing. Dan kalau kita menjawab panggilanNya dengan mengatakan &#8220;YA&#8221;, kita sudah memuliakan Tuhan.&#8221;<\/p>\n<p>Saudara-saudariku terkasih,<\/p>\n<p>Saya yakin bahwa setiap orang sudah pernah dipilih, ditentukan, diseleksi untuk suatu tugas tertentu dalam hidupnya. Mungkin pernah dipilih untuk masuk ke dalam suatu organisasi, team sebagai missal dari suatu cabang olahraga, dipanggil untuk ikut ambil bagian dalam paduan suara, ataukah pernah diminta untuk menjadi wali baptis atau pernah diminta untuk menjadi saksi dalam suatu pernikahan dan lain sebagainya. Sangat mungkin karena pengalaman, kedewasaan, keterampilan, bakat, kemampuan serta contoh hidup yang baik sehingga anda diminta, dipilih dan ditentukan untuk tugas atau jabatan tertentu. Ataupun sangat mungkin pilihan itu merupakan suatu kejutan yang tidak pernah anda pikirkan sebelumnya. Namun apapun situasinya bahwa pilihan itu merupakan suatu yang sudah diduga atau diprediksi sebelumnya ataupun merupakan suatu kejutan dimana anda tidak pernah memikirkan sebelumnya, kita tetap bersyukur kepada Tuhan akan segala sesuatu yang telah kita terima dari Tuhan sendiri. Tuhan telah menciptakan dan melengkapi kita dengan segala kemampuan, bakat dan talenta agar kita bisa mempergunakannya secara maksimal untuk bisa berguna bagi sesama, bagi gereja dan Negara.<\/p>\n<p>Bacaan-bacaan hari ini menunjukkan cinta kasih Allah yang tak terbatas dan bagaimana Allah telah memperhatikan semua orang yang Ia ciptakan. Sebagai missal dari bacaan pertama hari ini, kita bisa melihat bagaimana Allah memilih seorang pemimpin untuk memimpin bangsa Israel. Dalam pemilihan itu, sama sekali tidak ada proses pencalonan, atau tidak ada pidato kampanye, tidak diminta resume. Yang kita lihat dari bacaan hari ini ialah Allah melihat kebagian yang paling dalam pada diri seseorang dan memilih mereka bukan berdasarkan kwalitas tetapi berdasarkan kesetiaan mereka. Saul tidak pernah berambisi untuk menjadi raja atas bangsa Israel. Allah mengambil inisiatip, memanggil Saul melalui Samuel. Saul menyetujui tanpa syarat dan Allah mengurapinya melalui Samuel sebagai panglima untuk umatnya Israel&#8230;&#8221;Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepada Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: &#8216;Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umatNya Israel?&#8221; Pada ayat ini kita sudah bisa melihat betapa Allah telah membuat Saul menjadi seseorang yang benar-benar berbeda dari yang lain&#8230;memberi Saul suatu hati yang baru dan mengurapi Saul dengan Roh Allah. Apa yang telah terjadi pada Saul sungguh-sungguh merupakan suatu karunia dari Allah &#8211; suatu rahmat yang tidak semua orang bisa memperolehnya agar Saul bisa menjalankan tugas yang Tuhan percayakan kepadanya.<\/p>\n<p>Demikian pula saudara-saudariku terkasih. Sama halnya dengan Yesus yang coba mengikutsertakan para murid dalam proses pemilihan. Sebagaimana kita lihat dalam bacaan Injil hari ini, ketika Yesus sedang berjalan di tepi danau, Yesus melihat Lewi pemungut cukai. Yesus lalu datang kepadanya dan berkata: &#8220;Ikutlah Aku!&#8221;. Bukankah lebih bijaksana bagi Yesus kalau hal itu diumumkan dahulu, diberitahukan dahulu untuk posisi sebagai rasul, minta resumenya dan membuat semacam interview sebelum memilih Matheus? Rupanya inilah cara yang paling bijaksana dan baik kalau kita mau memilih seseorang untuk tugas dan jabatan tertentu dalam kehidupan ini. Dalam keadaan seperti ini boleh dibilang bahwa Yesus telah memakai cara yang sama seperti yang telah dilakukan Tuhan ketika Saul dipilih dan dipanggil Allah. Demikian pula Yesus memanggil para muridnya dengan maksud tertentu dan yang membuat mereka tidak bisa mengelak. Hal ini boleh dikatakan sama seperti yang kita jumpai dan alami dewasa ini. Bahwa Allah telah menciptakan kita semua dengan segala macam keunikan tetapi dengan segala bakat, kemampuan yang meskipun berbeda-beda, tetapi semua bisa bersama-sama menyumbangkan yang terbaik demi tegaknya kerajaan Allah di dunia ini.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, dalam dan melalui sakramen pembaptisan, kita semua telah diberikan suatu kehidupan yang baru dalam Kristus. Kita diklaim sebagai putera dan puteri Allah, dan selanjutnya secara resmi kita semua telah dipanggil untuk tetap setia menjalankan tugas dan panggilan kita masing-masing dengan penuh dedikasi dan tanggungjawab. Pada akhirnya saudara-saudariku terkasih, kitapun diminta untuk bisa menjawab panggilan Tuhan dengan mengatakan: &#8220;YA&#8221;, seperti Matheus; ketika Yesus berkata kepadanya: &#8220;Ikutlah Aku!&#8221; Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Sabtu Minggu Pertama Masa Biasa 16 January, 2016 1 Samuel 9:1-4, 17-19; 10:1a Markus 2:13-17 &#8220;Tuhan sudah mempunyai rencana untuk kita masing-masing. Dan kalau kita menjawab panggilanNya dengan mengatakan &#8220;YA&#8221;, kita sudah memuliakan Tuhan.&#8221; Saudara-saudariku terkasih, Saya yakin bahwa setiap orang sudah pernah dipilih, ditentukan, diseleksi untuk suatu tugas tertentu dalam hidupnya. Mungkin pernah dipilih untuk masuk ke dalam suatu organisasi, team sebagai missal dari suatu cabang olahraga, dipanggil untuk ikut ambil bagian dalam paduan suara, ataukah pernah diminta&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4949\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4949","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4949","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4949"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4949\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4951,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4949\/revisions\/4951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4949"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4949"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4949"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}