{"id":5048,"date":"2016-01-22T14:23:34","date_gmt":"2016-01-22T22:23:34","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5048"},"modified":"2016-01-21T20:10:47","modified_gmt":"2016-01-22T04:10:47","slug":"teman-sejati-belajar-dari-daud-yonatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5048","title":{"rendered":"Teman sejati: belajar dari Daud &#038; Yonatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"irc_mi\" src=\"http:\/\/www.cgg-online.de\/GebaerdenlexikonNeu\/images\/Begriffe\/JonatanDavid.jpg\" alt=\"\" width=\"191\" height=\"282\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">2 Samuel 1:17-18, 26-27<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Daud menyanyikan nyanyian ratapan ini karena Saul dan Yonatan, anaknya, dan ia memberi perintah untuk mengajarkan nyanyian ini kepada bani Yehuda; itu ada tertulis dalam Kitab Orang Jujur.\u00a0 Betapa gugur para pahlawan di tengah-tengah pertempuran! Yonatan mati terbunuh di bukit-bukitmu. Merasa susah aku karena engkau, saudaraku Yonatan, engkau sangat ramah kepadaku; bagiku cintamu lebih ajaib dari pada cinta perempuan. Betapa gugur para pahlawan dan musnah senjata-senjata perang!<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Suatu kali sebuah publisher di England mengadakan sayembara dengan memberi pertanyaan, &#8220;Apa arti seorang teman?&#8221; Dari ratusan jawaban, sebagian besar orang menjawab: teman adalah mereka yang membawa kegembiraan, berbagi kesedihan, dan berkata jujur; sahabat adalah mereka yang tahu arti mengapa kita diam membisu, yang tak pernah mengkianati, dan membiarkan kita jatuh terpuruk.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Pemenang sayembara itu mendefinisikan teman adalah mereka yang datang pada kita saat seluruh dunia hilang dan meninggalkan kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Setelah Daud mengalahkan orang Filistin, tentara musuh Israel, dia menjadi panglima perang raja Saul. Namun ketenaran Daud membuat Saul iri hati dan berniat membunuh Daud. Jonatan, anak Saul memperingatkan Daud kalau ayahnya akan membunuh Daud. Jonathan menemani Daud melarikan diri ke pegunungan, menghindari kejaran Saul dan tentaranya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Di saat kebencian Saul pada Daud makin menguat, Daud merasakan kasih dari Jonathan dan Michal, adik Jonothan yang jatuh hati pada Daud. Bahkan Jonathan memberikan pedang, panah, dan ikat pinggangnya pada Daud, seolah dia menyerahkan singgasana raja yang menjadi haknya pada Daud. Jonathan tak membiarkan Saul membutuh Daud karena dia tahu kalau Daud tak bersalah.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Daud menangisi sahabatnya Jonathan dan ayahnya Saul yang mati terbunuh oleh orang Filistin. Daud meraung keras karena dia tak bisa melindungi sahabatnya yang telah memberi perlindungan di saat dia hidup dalam pengasingan dan dikejar-kejar tentara Saul.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Bahasanya indah saat membahasakan bagaimana kasih Jonathan padanya. Pengurbanan Jonathan\u00a0 melebih kasih seorang wanita. Kini sang teman meninggalkan Daud, dan membuka jalan untuk Daud menjadi Raja\u00a0 orang Israel menggantikan Saul.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>2 Samuel 1:17-18, 26-27 Daud menyanyikan nyanyian ratapan ini karena Saul dan Yonatan, anaknya, dan ia memberi perintah untuk mengajarkan nyanyian ini kepada bani Yehuda; itu ada tertulis dalam Kitab Orang Jujur.\u00a0 Betapa gugur para pahlawan di tengah-tengah pertempuran! Yonatan mati terbunuh di bukit-bukitmu. Merasa susah aku karena engkau, saudaraku Yonatan, engkau sangat ramah kepadaku; bagiku cintamu lebih ajaib dari pada cinta perempuan. Betapa gugur para pahlawan dan musnah senjata-senjata perang! Suatu kali sebuah publisher di England mengadakan sayembara dengan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5048\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5048","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5048","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5048"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5048\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5051,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5048\/revisions\/5051"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5048"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5048"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5048"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}