{"id":5184,"date":"2016-03-14T07:03:10","date_gmt":"2016-03-14T14:03:10","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5184"},"modified":"2016-03-14T07:03:10","modified_gmt":"2016-03-14T14:03:10","slug":"yesus-cahaya-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5184","title":{"rendered":"Yesus Cahaya Dunia"},"content":{"rendered":"<div>John 8:12-20<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Yohanes dalam Injil hari ini berbicara tentang kontroversi yang sudah berlangsung antara Yesus dan orang-orang Yahudi yang tidak percaya pada ajaran-Nya, khususnya para farisi dan ahli kitab.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Bagian kisah ini masih bertalian dengan pasal 7 sebelumnya, yakni tentang Yesus yang datang menghadiri pesta Pondok Daun atau Sukkot, yakni perayaan syukur tahunan orang Yahudi atas hasil panen pertanian di mana ditampilkan juga upacara cahaya\/api (four torches).<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Yohanes juga menampilkan sebelumnya bahwa Yesus datang ke pesta ini tapi tanpa diketahui. Karena orang-orang Yahudi sudah berencana untuk membunuh-Nya. Meski demikian Yesus tidak takut. Ia bahkan berani mengajar di depan umum.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ketika petang Yesus datang dan berdiri menghadap pertunjukkan api (four torches) yang menerangi malam korban dan persembahan yang amat meriah itu. Nyala api itu begitu besar sebagai simbol yang menerangi seluruh kota Yerusalem (Navarre Bible). Dan saat itu Yesus memperkenalkan diri-Nya dengan berkata: Akulah Terang Dunia!<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ungkapan Yesus ini mengejutkan orang-orang Yahudi karena dengan menyebut diri-Nya sebagai Terang Dunia berarti Yesus mengambil alih, menggantikan \u00a0tempat Yahweh. \u00a0&#8220;The Lord is my Light&#8221; (Mz 27:1). Untuk orang Yahudi haram hukumnya. Karena tidak ada lagi yang lebih tinggi bagi mereka selain Yahweh. Reaksi orang-orang Farisi saat itu adalah bahwa klaim Yesus tanpa dasar, tidak bisa dibuktikan. Yesus lalu menjawab orang-orang yang tidak percaya itu bahwa Bapa yang mengutus-Nya adalah saksi. Jadi cukup valid karena memenuhi syarat minimal dalam memberi kesaksian. Tapi orang-orang Farisi itu bertanya lagi: Di mana bapa-Mu? Yesus jawab singkat: kamu tahu apa? Anak saja tidak dikenal apalagi Bapa!<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Orang-orang Yahudi makin panas, tapi Yesus belum juga ditangkap.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Untuk kita tanya diri: Reaksi apa yang bakal muncul dari dalam diri saat kita mendengarkan kesaksian-kesaksian Yesus tentang diri-Nya seperti dalam Injil hari ini: &#8220;Akulah terang dunia!&#8221;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Setiap kita menerima pancaran kasih Yesus melalui sikap tobat dan iman.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Semoga masa prapaskah ini membawa sikap tobat dan ampun dari Tuhan agar kita boleh dan pantas merayakan sukacita dan cahaya Paskah kebangkitan-Nya.<\/div>\n<div>Amen.<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>John 8:12-20 Yohanes dalam Injil hari ini berbicara tentang kontroversi yang sudah berlangsung antara Yesus dan orang-orang Yahudi yang tidak percaya pada ajaran-Nya, khususnya para farisi dan ahli kitab. Bagian kisah ini masih bertalian dengan pasal 7 sebelumnya, yakni tentang Yesus yang datang menghadiri pesta Pondok Daun atau Sukkot, yakni perayaan syukur tahunan orang Yahudi atas hasil panen pertanian di mana ditampilkan juga upacara cahaya\/api (four torches). Yohanes juga menampilkan sebelumnya bahwa Yesus datang ke pesta ini tapi tanpa diketahui&#8230;.<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5184\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5184","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5184","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5184"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5184\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5185,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5184\/revisions\/5185"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5184"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5184"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5184"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}