{"id":5264,"date":"2016-04-01T13:37:26","date_gmt":"2016-04-01T20:37:26","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5264"},"modified":"2016-03-31T21:38:50","modified_gmt":"2016-04-01T04:38:50","slug":"percaya-tanpa-bimbang-dan-ragu-mewartakan-yesus-yang-bangkit-dan-hidup%e2%80%8f","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5264","title":{"rendered":"Percaya! tanpa bimbang dan ragu MEWARTAKAN YESUS yang bangkit dan hidup\u200f"},"content":{"rendered":"<div dir=\"ltr\"><strong>HARI SABTU DALAM OKTAF PASKAH<\/strong><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><strong>2 April, 2016<\/strong><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><strong>Kisah Para Rasul 4:13-21<\/strong><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><strong>Markus 16:9-15<\/strong><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><strong>Saudara-saudariku terkasih,<\/strong><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><\/div>\n<div dir=\"ltr\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Sebagaimana telah kita ketahui bahwa bagian dari Injil Markus ini adalah ringkasan tentang penampakan Yesus kepada para muridNya setelah kebangkitan. Para bapak Gereja menerima ini sebagai bagian yang agak panjang dari injil Markus, tetapi sangat mungkin bagian ini tidak ditulis oleh Markus sendiri. Karena beberapa bagian terakhir\u00a0dari injil Markus ini kita jumpai juga dalam injil Lukas 24 dan Yohanes 20.<\/div>\n<div dir=\"ltr\"><\/div>\n<div dir=\"ltr\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pertama kali Yesus menampakan diri kepada Maria Magdalena, dan penampakanNya itu begitu real sampai ia sendiri tidak bisa menyimpan untuk dirinya sendiri, tetapi ia harus menyampaikan peristiwa itu kepada para murid yang\u00a0sedang berkabung atas kematian Yesus. Sebelumnya para murid itu belum mau percaya akan berita bahwa Yesus telah bangkit. Kedua murid yang lain yang sedang\u00a0dalam perjalanan ke Emauspun telah melihat dan mengalami kehadiran Yesus sendiri. Ketika mereka kembali ke Yerusalem dan menyampaikan kepada para murid yang lain tentang peristiwa itu, bahwa mereka telah melihat Yesus, mereka tetap tidak percaya.<\/div>\n<div dir=\"ltr\"><\/div>\n<div dir=\"ltr\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Akhirnya ketika kesebelas murid sedang duduk di suatu ruangan, Yesus menampakan diriNya kepada mereka. Ketika Yesus hadir di tengah-tengah mereka, Yesus tidak menyapa mereka seperti yang biasa Ia lakukan dengan mengatakan <strong>Peace be with you<\/strong>, tetapi Yesus malahan mencela mereka dengan mengatakan: &#8220;&#8230; <strong><em>dan I mencela ketidak percayaan dan kedegilan hati mereka oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitanNya.&#8221;<\/em><\/strong><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><\/div>\n<div dir=\"ltr\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Sangat mungkin andapun akan bertanya, mengapa para murid tidak serta merta percaya akan apa yang diberitakan oleh Maria Magdalena dan kedua murid yang lagi berjalan ke Emaus? Jawabannya bisa saja sangat sederhana dan logis, <em>bahwa sangat tidak mungkin seseorang yang sudah mati, dikuburkan dan dibilang bangkit lagi.<\/em><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><strong>Saudara-saudariku terkasih<\/strong>,<\/div>\n<div dir=\"ltr\"><\/div>\n<div dir=\"ltr\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Lalu apa aplikasinya\u00a0peristiwa itu untuk kita dewasa ini? <strong>&#8220;Apakah anda benar-benar percaya bahwa Yesus hadir dalam perayaan Ekaristi yang yang\u00a0setiap kali kita rayakan?&#8221;<\/strong> Dan kalau kita tidak percaya, berarti kita masih perlu untuk membaca dan merenungkan Sabda Tuhan dalam Kitab SuciNya. Dengan cara ini kita akan dapat lebih mengetahui, mengerti, merasakan dan mengalami bahwa Yesus yang telah bangkit dari antara orang mati, benar-benar hadir dan selalu berjalan, bekerja\u00a0bersama kita dalam kehidupan kita setiap hari. Hal ini berarti bahwa inilah tantangan yang kita hadapi untuk bekerjasama dengan Yesus, sembari membiarkan rahmat dan karya Roh Kudus dalam diri kita masing-masing, agar kitapun sanggup menjamah dan menyentuh hati banyak orang. Ketika saya membuat renungan ini saya mendengar wawancara dan melihat tayangan\u00a0EWTN mengenang Mother\u00a0Mary Angelica of the Anunciation tentang <strong>&#8220;The Best of the journey home&#8221;.<\/strong> Dalam wawancara itu Mother Mary Angelica menegaskan betapa pentingnya kita dalam kehidupan\u00a0kita setiap hari yang mau menjawab panggilan\u00a0Tuhan dalam karya penyelamatanNya: <strong>&#8220;I have to know the word of God, and I have to know what I preach!&#8221;<\/strong>\u00a0Oleh karena itu sejauh kita bisa merasakan kehadiran Yesus dalam kehidupan kita setiap hari, maka kitapun akan lebih bisa merasakan kepenuhan hidup baru dalam Yesus. Dengan demikian kita bisa membawa dan membagi berkat, damai, kegembiraan dan rahmat yang berlimpah kepada orang lain seperti yang sudah dilakukan oleh Maria Magalena dan kedua murid yang sedang berjalan ke Emaus. Amin.<\/div>\n<div dir=\"ltr\"><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><strong>Selamat merayakan Minggu Kerahiman&#8230;Divine Mercy Sunday<\/strong><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HARI SABTU DALAM OKTAF PASKAH 2 April, 2016 Kisah Para Rasul 4:13-21 Markus 16:9-15 Saudara-saudariku terkasih, \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Sebagaimana telah kita ketahui bahwa bagian dari Injil Markus ini adalah ringkasan tentang penampakan Yesus kepada para muridNya setelah kebangkitan. Para bapak Gereja menerima ini sebagai bagian yang agak panjang dari injil Markus, tetapi sangat mungkin bagian ini tidak ditulis oleh Markus sendiri. Karena beberapa bagian terakhir\u00a0dari injil Markus ini kita jumpai juga dalam injil Lukas 24 dan Yohanes 20. \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pertama kali Yesus menampakan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5264\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5264","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5264","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5264"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5264\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5265,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5264\/revisions\/5265"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}