{"id":5267,"date":"2016-04-03T16:00:50","date_gmt":"2016-04-03T23:00:50","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5267"},"modified":"2016-04-04T02:23:09","modified_gmt":"2016-04-04T09:23:09","slug":"ya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5267","title":{"rendered":"Ya"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/annunciation2-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-5268\" src=\"http:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/annunciation2-1-300x241.jpg\" alt=\"annunciation2 (1)\" width=\"300\" height=\"241\" srcset=\"https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/annunciation2-1-300x241.jpg 300w, https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/annunciation2-1-374x300.jpg 374w, https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/annunciation2-1.jpg 774w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><br \/>\nHari Raya Kabar Suka Cita<br \/>\nBacaan Injil: Lukas 1:26-38<\/p>\n<p>Seandainya Bunda Maria berkata \u201cTidak\u201d pada Malaikat Gabriel, menolak rencana dan kehendak Allah, apa yang akan terjadi? Betapa pun suci tak bernoda dalam kandungan Anna, ibunya, Maria adalah gadis muda dengan kebebasan selayaknya insan manusia. Ia bukan robot yang sekedar mengikuti algoritma penulis program hidupnya ataupun boneka yang bergerak sepenuhnya dalam kendali sang dalang. Penganut paham predestinasi seringkali terlalu menyederhanakan kerumitan hidup dengan kata pembiusan: semua sudah diatur Yang Kuasa, kita tinggal menjalani. Pemahaman yang menunjukkan kemalasan berpikir, berkehendak, dan bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Tentu saja Bunda Maria bisa berkata \u201cTidak\u201d, kenapa tidak? Tapi sejarah mencatat, dia menjawab \u201cYa\u201d. Jawaban yang membuat sebuah persiapan panjang yang menempatkannya sebagai keturunan Daud yang bertunangan dengan seorang keturunan Daud yang lain, tidak sia-sia. Jawaban yang hanya bisa sungguh berarti manakala meski sekilas, ia mempertimbangkan kesulitan-kesulitan yang bakal ia hadapi, dan memilih untuk menyambutnya . Ia ikuti nasehat Khalil Gibran yang tak pernah ia dengar: &#8220;pabila cinta memanggilmu\u2026 ikutilah dia walau jalannya berliku-liku\u2026 Dan, pabila sayapnya merangkummu\u2026 pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu\u2026&#8221;. Kelak ia pun termangu manakala Simeon meramal masa depannya: &#8220;&#8230; suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri.&#8221;<\/p>\n<p>Dia mungkin belum menyadari sepenuhnya, sebuah penolakannya bisa memperpanjang kehadiran sengat dosa yang memikat pukat manusia. Dia juga tak punya daya untuk mengerti, dukacita ngeri yang akan menghancurkan hatinya, memberikan damai dan sukacita sejati bagi jutaan orang dari segala waktu dan tempat bagi mereka yang menyematkan gelar Putranya sebagai identitas kemuridan mereka, namun juga membawa penderitaan dan kematian ngeri para saksi iman mengikuti jejak Sang Putra yang bakal meminum cawan pahit penyalibanNya. Bunda Maria bisa berkata \u201cTidak\u201d, namun dia memilih merendahkan diri, berserah dalam iman dan cinta tak bertepi pada Sang Penciptanya, dan berkata : Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.<\/p>\n<p>Cinta, saudara-saudariku, hanya sungguh bernilai manakala dipilih dengan sadar, tahu dan mau. Bukan keterpaksaan atau keniscayaan, tetapi buah dari pertimbangan dengan pengetahuan yang cukup akan konsekuensi suatu pilihan. Cinta adalah juga pilihan yang setiap kali ditegaskan dalam ujian hidup yang penuh drama. Cinta mau menderita bukan demi romantisme gairah remaja, melainkan demi mewujudkan versi terbaik dirinya dan menjadi hadiah terindah untuk Sang Pencipta dan sesama ciptaan. Demi tinggal dalam Kasih dan membiarkan Kasih tinggal dalam dia. <\/p>\n<p>Gadis muda yang terpilih, Maria, telah memilih berkata \u201cYa\u201d demi cinta pada Tuhannya dan memenuhi panggilan hidupnya. Ah\u2026 seandainya ia berkata \u201cTidak\u201d, apa yang akan terjadi? Tak ada yang bisa menggantikan posisinya yang khas dan unik. Kita pun masing-masing diciptakan khas dan unik. Dan Tuhan menyodorkan pada kita panggilan unik untuk dijalani dalam cinta. Apa jawaban kita?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Raya Kabar Suka Cita Bacaan Injil: Lukas 1:26-38 Seandainya Bunda Maria berkata \u201cTidak\u201d pada Malaikat Gabriel, menolak rencana dan kehendak Allah, apa yang akan terjadi? Betapa pun suci tak bernoda dalam kandungan Anna, ibunya, Maria adalah gadis muda dengan kebebasan selayaknya insan manusia. Ia bukan robot yang sekedar mengikuti algoritma penulis program hidupnya ataupun boneka yang bergerak sepenuhnya dalam kendali sang dalang. Penganut paham predestinasi seringkali terlalu menyederhanakan kerumitan hidup dengan kata pembiusan: semua sudah diatur Yang Kuasa, kita&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5267\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5267","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5267","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5267"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5267\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5276,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5267\/revisions\/5276"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5267"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5267"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5267"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}