{"id":5299,"date":"2016-04-13T03:00:39","date_gmt":"2016-04-13T10:00:39","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5299"},"modified":"2016-04-13T10:10:10","modified_gmt":"2016-04-13T17:10:10","slug":"roti-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5299","title":{"rendered":"Roti Hidup"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"  wp-image-3013 aligncenter\" src=\"http:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/sakramen-ekaristi.jpg\" alt=\"sakramen-ekaristi\" width=\"264\" height=\"200\" \/>Yohanes 6: 50-51<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"text-align: center;\">I am the living bread that came down from heaven;\u00a0<\/span>whoever eats this bread will live forever;\u00a0and the bread that I will give<br \/>\nis my Flesh for the life of the world.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"text-align: left;\">Tiga minggu lalu, sebuah restoran Ramen (mie) dari Jepang \u00a0memilih San Fransisco sebagai tempat pembukaan \u00a0<\/span><span style=\"text-align: left;\">cabang di luar Jepang untuk \u00a0pertama kalinya. Meski hujan deras mengguyur, antrian sekitar 100 orang memadati Mensho Ramen. Orang penasaran ingin mencicipi betapa dasyatnya rasa Ramen Jepang yang sudah tersohor itu. Mereka merogoh kantong untuk membayar 1 mangkok mie seharga $14. Seorang teman berkata, &#8220;jangan datang ke sini di hari Sabtu atau Minggu. KIta butuh sekitar 1,5 jam untuk antri!&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Spontan saya bereaksi. Orang mau menunggu 1 sampai 2 jam hanya untuk mencicipi semangkuk mie dan masih membayar pula! Namun saat kita mengikuti Ekaristi lebih lama sedikit dari 1 jam, orang sudah mengeluh dan bersungut-sungut. Apalagi ketika mendenger kotbah imam yang lama, orang ingin segera pergi dari tempat duduknya di Gereja.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Bacaan hari ini menegaskan kalau Yesus adalah Roti Hidup, sang Ekaristi suci yang diberikan pada orang yang datang kepadaNya. Ekaristi adalah roti bekal perjalanan setiap hari agar orang berani terus berjalan sebagai murid Yesus.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ibu Teresa dari Calcuta mengatakan hal indah tentang Roti Hidup itu, &#8220;Ekaristi terhubungkan dengan Sengsara. Jika Yesus tidak memberikan Ekaristi, kita akan lupa penyaliban Kristus. Itu akan memudar ke masa lalu dan kita akan lupa bahwa Yesus mengasihi kita. Untuk memastikan bahwa kita tidak lupa, Yesus memberikan Ekaristi sebagai peringatan dari kasih-Nya. . . Ketika Anda melihat Salib, Anda mengerti betapa Yesus mencintai Anda, ketika Anda melihat Hosti Kudus Anda memahami betapa Yesus mengasihi Anda sekarang. &#8220;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Yohanes 6: 50-51 I am the living bread that came down from heaven;\u00a0whoever eats this bread will live forever;\u00a0and the bread that I will give is my Flesh for the life of the world.\u201d Tiga minggu lalu, sebuah restoran Ramen (mie) dari Jepang \u00a0memilih San Fransisco sebagai tempat pembukaan \u00a0cabang di luar Jepang untuk \u00a0pertama kalinya. Meski hujan deras mengguyur, antrian sekitar 100 orang memadati Mensho Ramen. Orang penasaran ingin mencicipi betapa dasyatnya rasa Ramen Jepang yang sudah tersohor&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5299\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5299","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5299","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5299"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5299\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5300,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5299\/revisions\/5300"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5299"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5299"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5299"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}