{"id":5301,"date":"2016-04-14T15:15:11","date_gmt":"2016-04-14T22:15:11","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5301"},"modified":"2016-04-14T13:30:02","modified_gmt":"2016-04-14T20:30:02","slug":"hidup-yang-berubah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5301","title":{"rendered":"Hidup yang berubah"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"irc_mi i3_jPosh93tc-pQOPx8XEepE aligncenter\" src=\"https:\/\/s-media-cache-ak0.pinimg.com\/736x\/32\/61\/56\/326156a84a58c0b41b84bd807fb8b781.jpg\" alt=\"\" width=\"163\" height=\"210\" \/><\/p>\n<p>Bacaan: Kisah Para Rasul 9:1-5<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: &#8220;Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?&#8221; Jawab Saulus: &#8220;Siapakah Engkau, Tuhan?&#8221; Kata-Nya: &#8220;Akulah Yesus yang kauaniaya itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sekeras apapun hati orang, ia akan luluh saat disentuh oleh Tuhan. Kalimat pertama dari bacaan di atas dengan tegas berkata, &#8220;hatinya berkobar-kobar&#8221; untuk membunuh pengikut Yesus. Betapa besar rasa bencinya pada orang Kristen! Bahkan dia punya surat kuasa untuk menangkapi orang Kristen dan memasukkan mereka dalam penjara.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Namun dia berubah tiba-tiba, saat Yesus menemui Saulus di tengah jalan. Dia menjadi buta karena melihat cahaya terang. Ia berubah dramatis, tanpa proses lama karena mengalami peristiwa hebat yang mencekam dan luar biasa. Beberapa orang kadang mengalami peristiwa transformasi demikian yang membuat berubah total, menjadi orang baru. Misalnya mati suri, hidup lagi, terbebas dari maut dan kecelakaan, atau pengalaman lain yang sungguh-sungguh dalam<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Perubahan hidup orang dari kurang baik menjadi baik bisa terjadi tiba-tiba, atau juga butuh proses panjang. Tiba-tiba karena pengalaman yang dialami sangan esensial, dalam, serta membuat orang tersadar untuk mengubah. Perubahan bisa panjang karena hati dan jiwa yang belum tersentuh sungguh oleh Rahmat Allah. Mungkin tersentuh, tapi tidak lama dan bertahan kuat dalam hidup, sehingga orang tak berubah banyak.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Paulus bertransformasi dari seorang pembenci orang Kristen, menjadi pencinta Kristus yang sejati. Ia hidup hanya untuk Dia. &#8220;Hidup dan mati&#8221; hanya untuk Tuhan. Dua juga berkata, &#8220;setelah bertemu Kristus, semua yang lain adalah sampah bagiku.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kita berdoa agar pengalaman iman kita dalam Kristus juga mengubah,\u00a0 mencerahkan, dan membuat hati kita makin berkobar ikut Dia. Let God flame our heart with love and grace!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan: Kisah Para Rasul 9:1-5 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5301\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5301","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5301"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5301\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5302,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5301\/revisions\/5302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}