{"id":5337,"date":"2016-04-25T19:03:51","date_gmt":"2016-04-26T02:03:51","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5337"},"modified":"2016-04-25T19:03:51","modified_gmt":"2016-04-26T02:03:51","slug":"damai-dan-kesemalatan-kekal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5337","title":{"rendered":"DAMAI DAN KESEMALATAN KEKAL"},"content":{"rendered":"<p>Selasa, 26 April 2016<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kis 14:19-28<\/p>\n<p>Yoh 14:27-31a<\/p>\n<p>Yesus menganugerahkan Damai Sejahtera kepada semua orang yang percaya kepada Nya. Apa yang dianugerahkan Yesus tidak sama dengan apa yang diberikan oleh dunia. Dunia memberikan kesenangan-kesenangan yang bersifat sementara namun Tuhan Yesus memberikan damai, suka-cita dan kehidupan yang bersifat kekal. Damai tersebut mengalir ketika orang berani bersandar, percaya kepada Yesus Kristus serta setia mengikuti jalan yang ditunjukkan Nya. Damai tersebut muncul bukan dari luar diri manusia tetapi dari dalam hati orang yang percaya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, yang menjadi ukuran dunia dan Yesus berbeda. Dunia mengukur segalanya dengan cara duniawi sedangkan Tuhan Yesus secara surgawi. Dengan demikian, sebagai murid Kristus kemegahan secara duniawi bukanlah menjadi ukuran atau tanda Kasih Tuhan turun. Tanda Kasih Tuhan turun adalah kita bisa merasakan Damai sejahtera dan suka-cita dalam hidup. Belum tentu orang yang berlimpah harta dan kesenangan, otomatis ia merasakan Damai dan suka-cita di hati. Damai dan suka-cita diperoleh dari iman, harapan dan kasih yang digali dari relasi dengan Allah.<\/p>\n<p>Ada suatu tantangan yang sering kali muncul dalam mencapai Damai dan Suka-cita yaitu hati yang keras dan sombong. Orang akan KESULITAN merasakan kehadiran Allah yang penuh kasih dan damai pada saat hati seseorang dipenuhi dengan keangkuhan dan kesombongan. Damai dari Kristus bisa muncul di dalam diri orang yang rendah hati, yang berani menyerahkan hidupnya untuk mengabdi kepada Allah. Orang yang rendah hati adalah pribadi yang siap menerima Damai dan suka-cita Allah dan keselamatan kekal.<\/p>\n<p>Marilah berdoa:<\/p>\n<p>Allah yang Maha Kasih, kami bersyukur atas segala kasih yang Engkau anugerahkan kepada kami. Bimbinglah kami agar memiliki sikap rendah hati sehingga kami siap menerima kasih Mu yang menumbuhkan Damai dalam hidup. Kami percaya bahwa kasih dan kehadiran Mu membawa kami menemukan damai dan keselamatan kekal. Sebab Dikaulah Allah dan Bapa kami yang hidup dan berkuasa bersama Putra dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang masa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 26 April 2016 &nbsp; Kis 14:19-28 Yoh 14:27-31a Yesus menganugerahkan Damai Sejahtera kepada semua orang yang percaya kepada Nya. Apa yang dianugerahkan Yesus tidak sama dengan apa yang diberikan oleh dunia. Dunia memberikan kesenangan-kesenangan yang bersifat sementara namun Tuhan Yesus memberikan damai, suka-cita dan kehidupan yang bersifat kekal. Damai tersebut mengalir ketika orang berani bersandar, percaya kepada Yesus Kristus serta setia mengikuti jalan yang ditunjukkan Nya. Damai tersebut muncul bukan dari luar diri manusia tetapi dari dalam hati orang&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5337\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5337","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5337"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5337\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5338,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5337\/revisions\/5338"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}