{"id":5344,"date":"2016-04-27T12:50:47","date_gmt":"2016-04-27T19:50:47","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5344"},"modified":"2016-04-27T12:50:47","modified_gmt":"2016-04-27T19:50:47","slug":"kasih-sumber-damai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5344","title":{"rendered":"KASIH SUMBER DAMAI"},"content":{"rendered":"<p>Kamis, 28 April 2016<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kis 15:7-21<\/p>\n<p>Yoh 15:9-11<\/p>\n<p>Yesus menegaskan : \u201cSemuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.\u201d Dari Sabda Yesus tersebut kita mengetahui bahwa yang menjadi kunci kebahagiaan hidup adalah tinggal dalam kasih Tuhan Yesus. Artinya hati dan budi dipenuhi oleh kasih Yesus. Dengan cara demikian maka segala yang terjadi akan bisa dihadapi dengan damai. Kebahagiaan bersumber dari Yesus, bukan dari kesusksesan dan harta benda. Tinggal dalam kasih Yesus merupakan pengalaman rohani yang membuat hati penuh dengan kasih. Kasih tersebut menumbuhkan damai dan suka cita yang menjadi kerinduan bagi semua orang.<\/p>\n<p>Seringkali manusia lupa dan bahkan tidak menyadari bahwa kemegahan duniawi bukanlah jawaban untuk memperolah sukacita sejati. Ketergantungan pada harta duniawi membuat manusia sering mengalami kecemasan jika hartanya berkurang. Bahkan bisa membuat manusia semakin egois jika harta benda dianggap segala-galanya. Dalam kondisi semacam ini apakah orang tersebut merasakan sukacita dan damai? Yesus memberikan harta surgawi yaitu KASIH, yang membuat kita bisa merasakan ketentraman.<\/p>\n<p>Yesus menganugerahkan damai dan sukacita semua kepada orang yang siap menerimanya. Orang yang siap menerima adalah orang yang rendah hati, bukan kepada orang yang congkak hati dan bukan juga kepada orang yang sombong atau orang merasa diri lebih baik dari yang lain. Allah sungguh adil, Dia tahu hati setiap orang, maka damai Nya bersemanyam hanya kepada orang yang siap untuk membuka hati bagi kehadiran Nya.<\/p>\n<p>Marilah berdoa,<\/p>\n<p>Allah yang Maha Kasih, kami adalah manusia yang lemah, namun Dikau menerima kami dengan penuh belaskasihan. Kami bersyukur atas segala kabaikan dan kasih Mu. KasihMu mampu menumbuhkan damai dalam hidup kami. Semoga kamipun mampu membagikan kasih dan damai tersebut kepada semua orang yang kami jumpai. Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis, 28 April 2016 &nbsp; Kis 15:7-21 Yoh 15:9-11 Yesus menegaskan : \u201cSemuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.\u201d Dari Sabda Yesus tersebut kita mengetahui bahwa yang menjadi kunci kebahagiaan hidup adalah tinggal dalam kasih Tuhan Yesus. Artinya hati dan budi dipenuhi oleh kasih Yesus. Dengan cara demikian maka segala yang terjadi akan bisa dihadapi dengan damai. Kebahagiaan bersumber dari Yesus, bukan dari kesusksesan dan harta benda. Tinggal dalam kasih Yesus merupakan pengalaman&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5344\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5344","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5344","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5344"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5344\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5345,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5344\/revisions\/5345"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5344"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5344"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5344"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}