{"id":5359,"date":"2016-05-04T13:05:53","date_gmt":"2016-05-04T20:05:53","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5359"},"modified":"2016-05-03T13:53:59","modified_gmt":"2016-05-03T20:53:59","slug":"kenaikan-yesus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5359","title":{"rendered":"Kenaikan Yesus"},"content":{"rendered":"<p>5 Mei 2016<br \/>\nHari Raya Kenaikan Tuhan Yesus<\/p>\n<p>Kisah Para Rasul 1:1-11<br \/>\nMazmur 47<br \/>\nEfesus 1:17-23<br \/>\nLukas 24-46-53<\/p>\n<p>Bayangkan kalau orang yang anda kasihi pergi meninggalkan anda. Saya yakin perasaan sedih, kecewa, rindu akan muncul dalam hati dan pikiran kita. Anehnya, ketika Lukas menceritakan kenaikan Yesus, para muridnya kembali ke Yerusalem dengan sukacita dan penuh pujian kepada Allah. <\/p>\n<p>Pemikiran saya, mereka bersukacita karena Yesus menjanjikan sesuatu yang begitu besar untuk mereka: bahwa mereka akan menjadi saksi bagiNya, dan mereka akan mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Allah Bapa. Mereka berpikir, bahwa Yesus akan segera kembali seperti dijanjikan oleh dua malaikat pada saat kenaikan Yesus. Mereka pun juga menduga bahwa pada saat itu pulalah kerajaan Israel akan dipulihkan, walaupun Yesus sudah berkata bahwa tidak ada yang tahu kapan saat itu akan tiba.<\/p>\n<p>Penantian kedatangan Yesus kembali ke dunia menjadi sumber kekuatan dan harapan bagi orang-orang Kristen pada saat itu. Santo Paulus pun dalam beberapa suratnya seperti mengimplikasikan bahwa Yesus akan kembali segera, mungkin pada masa hidupnya (lihat 1 Tesalonika 4:15). Tapi apa yang terjadi? Bukan hanya Yesus belum kembali sampai sekarang, umat Kristen awal harus melalui percobaan-percobaan dan penganiayaan. Jika mereka tahu ini yang akan terjadi, apakah mereka akan tetap bisa bersukacita setelah ditinggal Yesus?<\/p>\n<p>Kita yang hidup di masa kini pun tidak lepas dari pemikiran ini. Terlebih jika kita melalui masa yang sangat sulit dalam hidup kita, atau melihat situasi dunia yang tampaknya semakin kacau dan hancur, mungkin kita berharap supaya Yesus datang segera supaya semuanya berakhir dan kita bisa hidup damai di Yerusalem yang baru. Beberapa sekte Kristen mencoba menghitung kapan hari kiamat akan tiba. Beberapa lainnya menantikan &#8220;rapture&#8221; atau diangkat ke surga sebelum dunia menjadi lebih hancur. Ini merupakan kesalahpahaman dalam mengartikan ayat-ayat Alkitab. <\/p>\n<p>Jadi apa yang perlu kita perbuat? Apakah kita tetap bersuka cita? Ya, karena memang janji Allah telah ditepati, Ia telah mengirim Roh Kudus pada kita. Dengan kuasa Roh Kudus lah kita bisa hidup di dunia ini dan mendapat kekuatan untuk melawan segala kejahatan dan ketidakadilan. Tapi bukan berarti kita akan bisa hidup aman-aman saja dan &#8220;berleha-leha&#8221;. Hidup sebagai murid Yesus seringkali memerlukan perngorbanan, termasuk kesengsaraan. Tapi kita tahu bahwa pada akhirnya kita akan diselamatkan, karena Dia pun telah melalui semua ini dan menang dan mendapatkan mahkota di surga. Inilah sumber sukacita kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>5 Mei 2016 Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kisah Para Rasul 1:1-11 Mazmur 47 Efesus 1:17-23 Lukas 24-46-53 Bayangkan kalau orang yang anda kasihi pergi meninggalkan anda. Saya yakin perasaan sedih, kecewa, rindu akan muncul dalam hati dan pikiran kita. Anehnya, ketika Lukas menceritakan kenaikan Yesus, para muridnya kembali ke Yerusalem dengan sukacita dan penuh pujian kepada Allah. Pemikiran saya, mereka bersukacita karena Yesus menjanjikan sesuatu yang begitu besar untuk mereka: bahwa mereka akan menjadi saksi bagiNya, dan mereka akan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5359\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5359","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5359","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5359"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5359\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5360,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5359\/revisions\/5360"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5359"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5359"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5359"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}