{"id":5506,"date":"2016-06-06T18:24:44","date_gmt":"2016-06-07T01:24:44","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5506"},"modified":"2016-06-06T18:24:44","modified_gmt":"2016-06-07T01:24:44","slug":"menjadi-berkat-bagi-orang-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5506","title":{"rendered":"Menjadi berkat bagi orang lain"},"content":{"rendered":"<p>Renungan:\u00a0 Selasa, 7 Juni 2016<\/p>\n<p>Bacaan Injil: Mat. 5:13-16.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.\u201d<\/p>\n<p>Merenungkan Sabda Yesus hari ini, kita boleh merasa bangga bahwa\u00a0 Yesus sunnguh memberikan kepercayaan kepada kita untuk menjadi tanda kasih dan sarana keselamatan bagi setiap orang yang kita jumpai. Yesus mengatakan <em>\u201dkamu adalah garam dunia\u201d.<\/em> Yesus menunjukan peran penting kita sebagai pengikutNya untuk\u00a0 menjadikan hidup orang lain lebih berarti.\u00a0 Hidup kita tidak lain adalah menjadi agen, bumbu yang baik bagi sesama kita.\u00a0 Nilai-nilai kristiani yang kita tawarkan sungguh dirasakan bahkan mempengaruhi hidup sesama. Dengan kata lain hidup kristiani kita mempunyai effek postif, membawa hidup orang lain semakin baik dan berarti.\u00a0 Hidup nilai-nilai kristiani kita membawa perubahan dan pertumbuhan yang dalam diri\u00a0 orang yang kita jumpai.<\/p>\n<p><em>\u201cKamu adalah terang dunia\u201d.<\/em> Kita dipanggil tidak hanya untuk kekudusan diri kita sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan orang lain disekitar kita. Di tempat kerja kita bertemu dengan orang \u2013orang yang tidak\u00a0 mengenal Yesus. Tempat ini mungkin menjadi tempat yang effectif\u00a0 untuk memberi kesaksian iman kita. Tentu kita tidak serta merta mewartakan Kristus tanpa melihat situasi yang tepat. Tentu menjadi resiko besar kalau kita tidak hati-hati dalam mewartakan kabar gembira Yesus.<\/p>\n<p>Hal ini menjadi tantangan bagi kita dan mungkin timbul pertanyaan dalam diri kita bagaimana kita menjadi garam dan terang dunia di tempat kerja kita?\u00a0 Jesus mengingatkan kita\u00a0 bahwa terang\u00a0 tidak hanya kita tunjukan dalam kata-kata saja, tetapi terlebih kesaksian lewat perbuatan-perbuatan baik kita. \u201cHendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.\u201d Ketika hidup kita menjadi berkat bagi orang lain, kita menjadi garam dan terang\u00a0 dimana saja kita berada.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Renungan:\u00a0 Selasa, 7 Juni 2016 Bacaan Injil: Mat. 5:13-16. &nbsp; \u201cKamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5506\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5506","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5506","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5506"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5506\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5507,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5506\/revisions\/5507"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5506"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5506"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5506"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}