{"id":5515,"date":"2016-06-10T14:00:41","date_gmt":"2016-06-10T21:00:41","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5515"},"modified":"2016-06-10T14:00:41","modified_gmt":"2016-06-10T21:00:41","slug":"menjadi-injil-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5515","title":{"rendered":"Menjadi Injil Hidup"},"content":{"rendered":"<p>Renungan:\u00a0 Sabtu, 11 Juni 2016<\/p>\n<p>Bacaan Injil:Mat 10:7-13<\/p>\n<p>Peringatam Wajib St. Barnabas Rasul<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, \u201cPergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang-orang sakit, bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta, usirlah setan-setan! Kamu telah menerima dengan cuma-cuma; karena itu berilah dengan cuma-cuma pula! Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak, dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya; jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pada pesta peringantan Santo Barnabas, gereja mengajak kita kembali untuk menjadi pewarta yang terus membawa nilai-nilai injil kepada sesama kita yang membutuhkan. Dalam pengutusanya, Yesus sangat jelas menunjukkan apa yang harus kita lakukan dan apa yang tidak kita lakukan.\u00a0 Menjadi seorang utusan Yesus, tugas kita jelas: menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mentahirkan orang kusta dan mengusir setan-setan. Yesus telah memperlengkapi kita dengan semua keutamaan-keutamaan tersebut oleh karena itu Dia berkata \u201ckamu telah terima dengan cuma-cuma; berilah dengan cuma-cuma pula. Sekarang tergantung dari kita, apakah kita mau menyalurkan semua berkat itu kepada orang lain? Di pihak yang lain Yesus juga mengingatkan kita agar kita perlu waspada dengan hal-hal yang bisa membatasi kebebasan kita dalam mewartakan kabar gembira. Yesus mengajak kita sebelum kita membebaskan mereka yang terbelenggu dari berbagai hal duniawi, kita mesti pertama-tama terbebas dari hal-hal duniawi tersebut. Menjadi pewarta kabar gembira, kita perlu arif dan bijaksana serta menjadi contoh yang baik dalam tindakan dan aksi nyata.<\/p>\n<p>Perutusan untuk mewartakan kabar gembira adalah sebuah panggilan untuk meninggalkan keterikatan duniawi, bebas dari cengkeraman duniawi. Tentu panggilan ini tidak mudah dilakukan karena kita toh masih membutuhkan hal-hal duniawi\u00a0 sebagai sarana untuk pewartaan. Betul, akan tetapi hal-hal duniawi janganlah menjadi tujuan dari pewartaan kabar gembira. Kita tahu bahwa kekayaan material kadang membelenggu hidup kita, membuat kita cemas, takut kalau kita tidak gunakan secara seimbang. Kebutuhan materi janganlah menjadi alasan untuk tidak mewartakan kabar gembira. Pewartaaan kabar gembira harus berfokus pada\u00a0 kebaikan kesejathteraan dan keselamatan manusia. Kebebasan untuk tidak terikat pada hal-hal duniawi membuat kita lebih yakin pada penyelenggaraan Ilahi.<\/p>\n<p>Sekarang kita harus membuat pilihan. Apakah kita siap menjadi kabar gembira bagi orang disekitar kita? Pilihan menjadi pewarta adalah sebuah tantangan dan salib akan menjadi pahala kita. Yesus meyakinkan kita kembali bahwa Dia selalu menyertai kita ketika kita mau menjadi utusan dan dutaNya.\u00a0 Kita tidak dibiarkan berjalan sendiri. Selamat menjadi ambassador Yesus dimana saja kita berada.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Renungan:\u00a0 Sabtu, 11 Juni 2016 Bacaan Injil:Mat 10:7-13 Peringatam Wajib St. Barnabas Rasul &nbsp; Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, \u201cPergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang-orang sakit, bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta, usirlah setan-setan! Kamu telah menerima dengan cuma-cuma; karena itu berilah dengan cuma-cuma pula! Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5515\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5515","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5515","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5515"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5515\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5516,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5515\/revisions\/5516"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5515"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5515"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5515"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}