{"id":5553,"date":"2016-06-17T14:45:45","date_gmt":"2016-06-17T21:45:45","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5553"},"modified":"2016-06-16T06:46:38","modified_gmt":"2016-06-16T13:46:38","slug":"ana-dina-ana-upa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5553","title":{"rendered":"Ana dina ana upa"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<div>\n<div>\n<div><b>HARI SABTU DALAM MINGGU BIASA KESEBELAS<\/b><\/div>\n<div><b>18 Juni, 2016<\/b><\/div>\n<div><b>\u00a0<\/b><\/div>\n<div><b>2 Tawarikh 24:17-25<\/b><\/div>\n<div><b>Matius 6:24-34<\/b><\/div>\n<div><b>\u00a0<\/b><\/div>\n<div><b>Saudara-saudari terkasih,<\/b><\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Ungkapan &#8220;ana dina, ana upa: ada hari ada nasi&#8221; dalam buku Ilmu Ekonomi (kalau saya tidak salah: buku Sweindrecht) ketika saya masih di SMA, mau mengatakan bagaimana &#8220;life style&#8221; orang pada masa itu yang hidup dari hari ke hari. Bahkan di Amerika sekalipun cukup banyak orang yang hidupnya: &#8220;pay check to pay check&#8221; maksudnya sementara orang seperti ini harus bisa mengatur pengeluaran dengan sangat hati-hati untuk kebutuhan selama dua minggu atau satu bulan. Karena sistim pembayaran di Amerika ada yang dibayar setiap dua minggu ada juga setiap bulan. Oleh karena itu mereka harus benar-benar bijaksana mengatur pengerluaran kebutuhan hidup, agar tidak sampai keteteran.\u00a0 Keadaan seperti ini sungguh-sungguh sangat mengkuatirkan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div dir=\"ltr\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Tetapi Yesus dalam bacaan Injil hari ini mengingatkan kita untuk tidak perlu terlalu cemas akan hidup ini, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Apakah reaksi anda terhadap pernyataan Yesus itu? Sepertinya setiap hari para ibu harus memikirkan atau merencanakan apa yang akan dikenakan oleh anak-anaknya ke sekolah, atau apa sarapannya, makan siangnya dan apa yang akan dihidangkan nanti untuk makan malam keluarga. Memikirkan atau merencanakan berbeda dengan kecemasan ataupun kegelisahan. Tetapi dipihak lain sepertinya setiap orang dewasa ini tidak pernah akan luput dari kegelisahan dan kecemasan itu. Misalnya kalau pendapatan sang ayah tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga untuk dua mingguan atau sebulan, sudah pasti akan menjadi beban pikiran sang ayah dan ibu.<\/div>\n<div dir=\"ltr\"><\/div>\n<div dir=\"ltr\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Apa sih sebenarnya yang Yesus maksudkan dengan statement diatas&#8230;&#8221;J<b><i>anganlah kuatir akan&#8230;&#8221;<\/i><\/b> sementara kita masih hidup di dunia nyata, dimana kita masih harus memikir untuk membayar biaya setiap kebutuhan hidup sehari-hari seperti uang listrik, uang air, biaya makan setiap hari, lebih lagi kalau ada anak-anak yang sakit, bagaimana harus membayar obat, dokter, rumah sakit, sekolah dan lain sebagainya. Yang Yesus maksudkan disini bukan berarti kita tidak menghiraukan semua beban hidup itu. Kita tahu bahwa semuanya itu telah menjadi tugas dan tanggungjawab kita untuk dipenuhi. Statement dan atau pernyataan Yesus diatas, dimaksudkan agar kita selalu menyadari bahwa dalam menghadapi semua beban hidup diatas kita <b><i>tidak pernah akan berjalan sendirian. Tuhan akan selalu bersama kita, menyertai dan mendampingi kita. <\/i><\/b>Karena semuanya itu dipikirkan juga oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah.<\/div>\n<div dir=\"ltr\"><\/div>\n<div dir=\"ltr\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Oleh karens itu saudara-saudariku terkasih, Yesus kehendaki agar kita sebagai anak-anak Allah harus mempunyai sikap yang berbeda dari orang-orang lain yang tidak mengenal Allah, yang hanya mengandalkan pada kekuatan dan diri sendiri. Tetapi apabila kita sebagai anak-anak Allah diharapkan agar kita selalu <b><i>mengandalkan kehadiran Allah dalam perjalanan hidup kita, Allah yang penuh kasih akan selalu hadir dalam kehidupan kita, Allah yang tidak pernah tidak peduli akan kebutuhan hidup kita. <\/i><\/b>Yang paling penting bahwa kita menaruh kepercayaan yang penuh kepada kehendak dan kerahiman Allah. Menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, ditegaskan oleh Yesus dalam injil hari ini dengan mengatakan: <b><i>&#8220;Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.&#8221;<\/i><\/b><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><\/div>\n<div dir=\"ltr\">Jadi Allah yang telah menciptakan kita, Allah akan selalu menyertai dan memenuhi semua kebutuhan kita. Kerahiman dan berkat Allah datang pada saat yang tidak pernah kita pikirkan, tidak pernah kita duga. God works in his own ways! Amen.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; HARI SABTU DALAM MINGGU BIASA KESEBELAS 18 Juni, 2016 \u00a0 2 Tawarikh 24:17-25 Matius 6:24-34 \u00a0 Saudara-saudari terkasih, \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Ungkapan &#8220;ana dina, ana upa: ada hari ada nasi&#8221; dalam buku Ilmu Ekonomi (kalau saya tidak salah: buku Sweindrecht) ketika saya masih di SMA, mau mengatakan bagaimana &#8220;life style&#8221; orang pada masa itu yang hidup dari hari ke hari. Bahkan di Amerika sekalipun cukup banyak orang yang hidupnya: &#8220;pay check to pay check&#8221; maksudnya sementara orang seperti ini harus bisa mengatur&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5553\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5553","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5553","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5553"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5553\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5554,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5553\/revisions\/5554"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5553"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5553"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5553"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}