{"id":5701,"date":"2016-08-17T14:00:54","date_gmt":"2016-08-17T21:00:54","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5701"},"modified":"2016-08-06T09:07:42","modified_gmt":"2016-08-06T16:07:42","slug":"sendang-retno-adi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5701","title":{"rendered":"Sendang Retno Adi"},"content":{"rendered":"<p>Kamis, 18 Agustus 2016<\/p>\n<p>Bacaan I : Yehezkiel 36: 23-28<\/p>\n<p>Injil : Matius 22: 1-14<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Aku akan mencurahkan air jernih kepadamu, dan kalian akan disucikan dari segala kenajisanmu. Kata-kata pemazmur ini mengembalikan ingatan akan betapa jernih, sejuk, damai dan tenteram suasana yang ada di Sendang Retno Adi, sebuah tempat ziarah Gua Maria yang ada di Pertapaan Karmel Ngadireso, Malang. Letak Gua Maria ini persis di bibir tebing pertapaan, di bawahnya mengalir sungai kecil nan jernih airnya, dan di sampingnya menghampar sawah nan hijau dan barisan perbukitan hijau. Suara burung dan rincik air sungguh menambah suasana khidmat dalam berdoa di Gua Maria ini. Suasana hening pertapaan juga membuat tempat ziarah ini bagaikan pusaran magnit energi alam yang sungguh kuat. Tak terasa berlama-lama masuk dalam keheningan doa di tempat ini. Sungguh batin ini seperti mengalami di-charge ulang setiap kali meluangkan waktu untuk duduk terpekur di hadapan Sang Ilahi bersama Bunda Maria.<\/p>\n<p>Keheningan dan kejernihan air Gua Maria ini juga mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu membaharui kita dengan air kehidupan yang selalu baru. Tujuannya agar kita mampu mengikuti kehendak Tuhan dalam hidup kita. Setiap ajaran Tuhan adalah baik, namun tak semua dapat kita serap dan kita lakukan karena ada berbagai hal dalam diri kita yang menghalangi kita untuk mau tunduk dan takluk kepada Tuhan. Kiranya air kehidupan yang Tuhan curahkan ke dalam hati kita membersihkan setiap noda dosa kita sehingga kitapun mampu untuk senantiasa tepekur di hadapan Tuhan, selalu mau mengikuti arahan Tuhan. Semoga batin kitapun juga mampu untuk mengalirkan air jernih seperti yang air jernih yang ada di Sendang Retno Adi Pertapaan Karmel Ngadireso. Semoga hati Allah yang penuh dengan belas kasih membimbing kita untuk mau menjadikan diri kita sebagai sumber air penghiburan bagi sesama kita. Amin, Tuhan memberkati.<\/p>\n<p>Doa:<\/p>\n<p>Ya allah Tuhan kami, Engkaulah air hidup yang selalu memberi kami hidup dan kekuatan. Kami memohon rahmatMu ya Allah untuk selalu rindu bersatu denganMu. Kami selalu rindu untuk melihat kemuliaanMu, kami juga rindu untuk selalu Kaubaharui. Kiranya Ya Tuhan, hatiMu yang maha rahim berkenan mengubah hati kami juga penuh dengan belas kasih, agar kamipun mampu menjadi pribadi yang penuh belas kasih, mampu menunjukkan dan memberi kasih kepada sesama kami yang membutuhkan uluran tangan kami. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis, 18 Agustus 2016 Bacaan I : Yehezkiel 36: 23-28 Injil : Matius 22: 1-14 &nbsp; Aku akan mencurahkan air jernih kepadamu, dan kalian akan disucikan dari segala kenajisanmu. Kata-kata pemazmur ini mengembalikan ingatan akan betapa jernih, sejuk, damai dan tenteram suasana yang ada di Sendang Retno Adi, sebuah tempat ziarah Gua Maria yang ada di Pertapaan Karmel Ngadireso, Malang. Letak Gua Maria ini persis di bibir tebing pertapaan, di bawahnya mengalir sungai kecil nan jernih airnya, dan di sampingnya&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5701\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5701","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5701"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5701\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5702,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5701\/revisions\/5702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}