{"id":5717,"date":"2016-08-09T14:11:32","date_gmt":"2016-08-09T21:11:32","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5717"},"modified":"2016-08-09T06:12:31","modified_gmt":"2016-08-09T13:12:31","slug":"pesta-st-laurentius-martir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5717","title":{"rendered":"Pesta St. Laurentius, Martir"},"content":{"rendered":"<div id=\"ecxyui_3_16_0_ym19_1_1470734884986_15461\"><\/div>\n<div id=\"ecxyui_3_16_0_ym19_1_1470734884986_15462\">10 Agustus 2016<\/div>\n<div id=\"ecxyui_3_16_0_ym19_1_1470734884986_15463\">Yohanes 12:24-26<\/div>\n<div id=\"ecxyui_3_16_0_ym19_1_1470734884986_15464\"><\/div>\n<div id=\"ecxyui_3_16_0_ym19_1_1470734884986_15465\">Dunia saat ini telah menjadi korban dari kesalahpahaman tentang arti menjadi martir. Dengan munculnya berbagai kelompok teroris dan fundamentalis, menjadi martir berarti rela mati demi agama, demi menghancurkan mereka yang dianggap musuh. Kehancuran mereka adalah kemenangan kita. Tidak mengherenkan jika ada orang yang tega meledakan dirinya dan sebisa mungkin membunuh banyak orang, termasuk mereka yang sama sekali tidak bersalah. Masyarakat saat inipun menjadi anti dengan istilah martir, apalagi menjadi martir.<\/div>\n<div id=\"ecxyui_3_16_0_ym19_1_1470734884986_15466\"><\/div>\n<div>Namun, menjadi martir sebenarnya sebuah konsep yang sangat berbeda di Gereja Katolik. Benar bahwa menjadi martir adalah rela mati demi iman, tetapi ada sesuatu yang sangat berbeda dengan menjadi pengembom bunuh diri. Sementara para teroris membawa bom dan berusaha menghancurkan sebanyak mungkin hidup dengan kematian mereka, martir yang sejati justru membawa hidup dengan kematian mereka. Yesus sendiri bersabda, <i id=\"ecxyui_3_16_0_ym19_1_1470734884986_15467\">\u201cSesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah (Yoh 12:24).\u201d<\/i><\/div>\n<div id=\"ecxyui_3_16_0_ym19_1_1470734884986_15472\"><i id=\"ecxyui_3_16_0_ym19_1_1470734884986_15467\">\u00a0<\/i><\/div>\n<div id=\"ecxyui_3_16_0_ym19_1_1470734884986_15468\">Bagaimana kematian seorang martir dapat membawa kehidupan? Pada dasarnya, martir sejati menolak menjadi sarana kekerasan dan kematian. Benar bahwa para martir mati karena kekerasan, tetapi mereka merangkul kematian mereka dan menghentikan siklus dendam dan kekerasan dengan pengampunan. Martir pertama di Gereja Katolik adalah St. Stephanus. Dia dilempari batu, tetapi ia tidak memohon Tuhan menghukum mereka. Yang menakjubkan adalah dia berdoa bagi mereka yang membunuhnya dan memohon pengampunan bagi mereka. St. Laurentius yang kita peringati hari ini tidak jauh berbeda dengan para martir Katolik. Sebagai seorang diakon dia mempersembahkan hidupnya untuk melayani kaum miskin dan Gereja di kota Roma. Sebagai martir dia mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan.<\/div>\n<div id=\"ecxyui_3_16_0_ym19_1_1470734884986_15469\"><\/div>\n<div id=\"ecxyui_3_16_0_ym19_1_1470734884986_15481\">Beberapa waktu lalu, Rm. Jacques Hamel, seorang imam di Perancis utara, dibunuh saat ia merayakan misa. Gereja diserang oleh dua orang teroris, menyandera Rm. Hamel dan kemudian membunuhnya dengan kekejian. Para teroris tentunya bermaksud untuk menanamkan kebencian antara umat Kristiani dengan Islam. Tetapi, yang terjadi adalah sebaliknya. Saat misa arwah bagi Rm. Hamel, banyak rekan-rekan Muslim yang menghadiri misa tersebut, dan relasi antara kedua umat pun menjadi semakin erat secara khusus dalam menyerukan perdamaian. Rm. Hamel mati sebagai martir, dan sebagai martir, ia menghentikan kekerasan dan membawa kehidupan yang lebih baik.<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>10 Agustus 2016 Yohanes 12:24-26 Dunia saat ini telah menjadi korban dari kesalahpahaman tentang arti menjadi martir. Dengan munculnya berbagai kelompok teroris dan fundamentalis, menjadi martir berarti rela mati demi agama, demi menghancurkan mereka yang dianggap musuh. Kehancuran mereka adalah kemenangan kita. Tidak mengherenkan jika ada orang yang tega meledakan dirinya dan sebisa mungkin membunuh banyak orang, termasuk mereka yang sama sekali tidak bersalah. Masyarakat saat inipun menjadi anti dengan istilah martir, apalagi menjadi martir. Namun, menjadi martir sebenarnya sebuah&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5717\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5717","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5717","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5717"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5717\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5718,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5717\/revisions\/5718"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5717"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5717"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5717"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}