{"id":5768,"date":"2016-08-23T20:38:16","date_gmt":"2016-08-24T03:38:16","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5768"},"modified":"2016-08-23T20:38:16","modified_gmt":"2016-08-24T03:38:16","slug":"tak-ada-kepalsuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5768","title":{"rendered":"Tak ada kepalsuan"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"irc_mi iEnkxEw7QDCw-pQOPx8XEepE aligncenter\" src=\"http:\/\/www.aciprensa.com\/santos\/images\/BartolomeApostol.jpg\" alt=\"\" width=\"384\" height=\"205\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Pesta Santo Bartolomeus<\/strong><\/p>\n<p>John 1:47 : Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: &#8220;Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!&#8221;<\/p>\n<p>Santo Bartolomeus disebut juga namanya dengan Natanael. Philipus mengenalkan Bartolomeus pada Yesus. Pada pandangan pertama, Yesus terkesan dengan pribadinya, tak ada kepalsuan dalam dirinya. Dia dipuji sebagai seorang Israel sejati, orang yang berani berkata jujur dan mengatakan apa yang ada dalam hatinya.<\/p>\n<p>Dari tradisi yang ditulis St. Hironemus abad ke 4, Bartolomeus mewartakan Injil sampai ke kota Kalyan di India, dan Armenia. Bersama Yudas Tadeus, Bartolomeus mempertobatkan Raja Polymius dari Armenia. Namun Astyages, saudara Polymius menghukum mati Bartolomeus. Kini keduanya, Yudas Tadeus dan Bartolomeus menjadi santo pelindung Gereja Armenia.<\/p>\n<p>Saat Philipus mengatakan kalau sang Mesias berasal dari Nasareth, Bartolomeus meragukan tempat asalNya, &#8220;Adakah sesuatu yang baik datang dari Nasareth?&#8221; Namun ketika Yesus berkata bahwa dia melihat Bartolomeus di bawah pohon ara, sang murid langsung berkata, &#8220;Guru, engkau Anak Allah, raja orang Israel!&#8221;<\/p>\n<p>Bartolomeus mendapat tanda kecil dari Yesus bahwa sebelum bertemu Yesus, dia duduk dibawah pohon ara. Tanda itu mengubah keraguannya, dan dia menjadi percaya. Tak ada pikiran dan keraguan dalam hatinya kalau kata-kata Yesus itu hanyalah kebetulan semata. Dia langsung mengakui kebesaran sang Mesias.<\/p>\n<p>Orang Israel sejati dalam diri Bartolomeus menunjuk pada pribadinya yang sederhana, berterus terang, murni, dan tulus. Dia meninginkan tanda, dan sesudah mendapatkan tanda kecil dari Yesus, dia percaya. Tak perlu lagi meminta yang lain, karena itu sudah cukup baginya untuk menjadi muridNya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesta Santo Bartolomeus John 1:47 : Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: &#8220;Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!&#8221; Santo Bartolomeus disebut juga namanya dengan Natanael. Philipus mengenalkan Bartolomeus pada Yesus. Pada pandangan pertama, Yesus terkesan dengan pribadinya, tak ada kepalsuan dalam dirinya. Dia dipuji sebagai seorang Israel sejati, orang yang berani berkata jujur dan mengatakan apa yang ada dalam hatinya. Dari tradisi yang ditulis St. Hironemus abad ke 4, Bartolomeus mewartakan Injil sampai&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5768\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5768","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5768"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5768\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5769,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5768\/revisions\/5769"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}