{"id":578,"date":"2013-12-18T05:32:40","date_gmt":"2013-12-18T13:32:40","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=578"},"modified":"2013-12-18T09:16:35","modified_gmt":"2013-12-18T17:16:35","slug":"kosong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=578","title":{"rendered":"Kosong"},"content":{"rendered":"<p>Rabu, 18 Desember 2013<\/p>\n<p>Matius 1: 18-24<\/p>\n<p>Seorang guru Zen bernama Nan-in yang hidup pada masa pemerintahan kaisar Meiji di Jepang, suatu ketika membuat seorang profesor yang ingin berguru kepadanya terpaku keheranan dengan tindakannya. Nan-in menuangkan teh ke dalam cangkir hingga penuh, tetapi ia terus menuangkannya hingga luber dan tumpah.<\/p>\n<p>Sesaat kemudian sang profesor mengingatkan sang guru akan kecerobohannya. Tetapi ia terperangah mendengarkan jawaban guru Zen, \u201csama seperti cangkir ini, engkau datang kemari dengan kepala penuh gagasan dan pikiran. Bagaimana aku dapat mengajarimu Zen kalau engkau tidak mengosongkan pikiranmu terlebih dahulu?\u201d<\/p>\n<p>Terkadang hidup kitapun sama seperti professor tadi. Kita ingin mengungkapkan Tuhan yang sedemikian besar dan memasukkannya dalam pikiran kita yang sedemikian sempit. Kita mungkin bertanya-tanya \u201cApakah mungkin Bunda Maria mengandung Yesus yang adalah Putra Allah tanpa perantaraan seorang laki-laki\u201d? Dan mungkin kita masih punya banyak pertanyaan lain tentang Tuhan dalam pikiran kita yang sempit. Dalam hal ini kita perlu meniru Bunda Maria. Ia mau mengosongkan dirinya dari ego-nya sendiri. Dengan mengosongkan ego-nya ia memberi kesempatan kepada Tuhan untuk tinggal dan hidup dalam dirinya. Adven adalah masa yang sungguh agung untuk menyambut kedatangan Tuhan. Maka dari itu kitapun perlu mengosongkan sebagian dari diri kita agar Tuhan sungguh hadir dan menguasai diri kita. Kita perlu menyediakan \u201csebuah ruang kosong\u201d dalam keluarga kita agar Tuhan sungguh-sungguh dapat hadir dan tinggal bersama kita. Semoga Tuhan memberkati kita. Amin. (Sulistya)<\/p>\n<div style=\"position:absolute;filter:alpha(opacity=0);opacity:0.001;z-index:10;display:none\"><a href=\"http:\/\/ormanstressrelief.com\/welcome\/disclaimer\">72-10 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/detayfuarcilik.com\/kongre\/\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/www.kingtrivia.com\/pickwickspub\/\">jordan 11 playoffs<\/a> <a href=\"http:\/\/www.dougbradleytrucking.com\/\">jordan 11 low bred<\/a> <a href=\"http:\/\/www.bpch.com.np\/carrier\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/www.honorrollbjj.com\/contacts\">midnight navy 5s<\/a> <a href=\"http:\/\/4808clinic.com\/news\/\">jordan 13 low bred<\/a> <a href=\"http:\/\/sarahmaestasbarnes.com\/\">jordan 11 low bred<\/a> <a href=\"http:\/\/www.advactec.com\">jordan 11 low bred<\/a> <a href=\"http:\/\/fylesbrothers.com\/fyles-brothers-history\">midnight navy 5s<\/a> <a href=\"http:\/\/bambooone.com\">low bred 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/smokehousebbqbarandgrillmaui.com\/happenings\/\">jordan 13 low bred<\/a> <a href=\"http:\/\/www.vinegaroonmoon.com\">low bred 13s<\/a> <a href=\"http:\/\/emmylou.net\/sburke.html\">72-10 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/hotelgreenhouse.com\/category\/uncategorized\/\">jordan 11 playoffs<\/a> <a href=\"http:\/\/etender.caanepal.org.np\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/www.pekarekcrandell.com\/\">jordan 11 low bred<\/a> <a href=\"http:\/\/emmylou.net\/mk1.html\">72-10 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/emmylou.net\/spyboy.html\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/lopezappraisal.com\/\">hare 7s<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu, 18 Desember 2013 Matius 1: 18-24 Seorang guru Zen bernama Nan-in yang hidup pada masa pemerintahan kaisar Meiji di Jepang, suatu ketika membuat seorang profesor yang ingin berguru kepadanya terpaku keheranan dengan tindakannya. Nan-in menuangkan teh ke dalam cangkir hingga penuh, tetapi ia terus menuangkannya hingga luber dan tumpah. Sesaat kemudian sang profesor mengingatkan sang guru akan kecerobohannya. Tetapi ia terperangah mendengarkan jawaban guru Zen, \u201csama seperti cangkir ini, engkau datang kemari dengan kepala penuh gagasan dan pikiran. Bagaimana&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=578\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-578","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/578","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=578"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/578\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":579,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/578\/revisions\/579"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}