{"id":5799,"date":"2016-09-04T14:25:11","date_gmt":"2016-09-04T21:25:11","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5799"},"modified":"2016-09-02T18:26:10","modified_gmt":"2016-09-03T01:26:10","slug":"renungan-harian-sept-5-2016","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5799","title":{"rendered":"Renungan Harian Sept  5, 2016"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Senin, 5 Sept<\/p>\n<p>Bacaan Injil: Luk 6:6-11<\/p>\n<p>Dikisahkan dalam injil hari ini bagaimana Yesus menunjukkan belaskasihNya dengan menyembuhkan seorang yang tangannya mati sebelah. Mukjijat ini terjadi di dalam Sinagoga, rumah ibadat orang Yahudi. Diceriterakan juga bagaimana ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, meluapkan amarah kepadaNya, dan merundingkan apa yang dapat mereka lakukan padaNya.<\/p>\n<p>Yesus mengajak segenap umat untuk memurnikan kembali hati, dan agama sebagai institusi. Sikap mementingkan agama sebagai institusi dengan menerapkan hukum-hukum dan peraturan-peraturan agama melebihi sikap berbelaskasih kepada sesama adalah sikap penghianatan pada kehendak Allah sendiri.<\/p>\n<p>Injil hari ini mengajak kita melihat kembali sikap keagamaan kita. Apakah kita memiliki sikap-sikap seperti ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang mengamat-amati sikap keagamaan orang-orang lain dan menjadi marah ketika kita melihat orang-orang lain tidak mentaati hukum-hukum dan peraturan-peraturan agama kita?<\/p>\n<p>Bukankah kita dipanggil untuk semakin menyerupai Yesus, dan dengan demikian semakin mementingkan bagaimana membantu sesama untuk semakin menemukan kasih Allah yang menyembuhkan dan menyelamatkan?<\/p>\n<p>Dalam hidup menggereja baik pada tingkat paroki, wilayah maupun lingkungan atau kelompok doa kita sering dihadapkan pada ketegangan antara menerapkan hukum dan peraturan berkomunitas dengan pelayanan kepada sesama terutama mereka yang kurang beruntung dalam hal fisik, material, moral, dan keadalaman iman.<\/p>\n<p>Yesus memberi contoh kepada kita siapa yang perlu diutamakan ketika kita mengalami ketegangan semacam itu. Dengan memilih untuk menyelamatkan mereka yang termasuk paling lemah dalam banyak hal tadi kita teribat dalam usaha Yesus memurnikan kembali hati, dan agama sebagai institusi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Senin, 5 Sept Bacaan Injil: Luk 6:6-11 Dikisahkan dalam injil hari ini bagaimana Yesus menunjukkan belaskasihNya dengan menyembuhkan seorang yang tangannya mati sebelah. Mukjijat ini terjadi di dalam Sinagoga, rumah ibadat orang Yahudi. Diceriterakan juga bagaimana ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, meluapkan amarah kepadaNya, dan merundingkan apa yang dapat mereka lakukan padaNya. Yesus mengajak segenap umat untuk memurnikan kembali hati, dan agama sebagai institusi. Sikap mementingkan agama sebagai institusi dengan menerapkan hukum-hukum dan peraturan-peraturan agama melebihi sikap&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5799\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5799","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5799","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5799"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5799\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5800,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5799\/revisions\/5800"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}