{"id":5816,"date":"2016-09-12T05:49:02","date_gmt":"2016-09-12T12:49:02","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5816"},"modified":"2016-09-12T05:49:02","modified_gmt":"2016-09-12T12:49:02","slug":"menjadi-perwira-pembawa-kesembuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5816","title":{"rendered":"Menjadi Perwira pembawa kesembuhan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Senin, 12 September 2016<\/strong><\/p>\n<p><strong>Hari Biasa Pekan XXIV<\/strong><\/p>\n<p><strong>Lukas (7:1-10)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Pada suatu ketika, setelah mengakhiri pengajaran-Nya kepada orang banyak, masuklah Yesus ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: &#8220;Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.&#8221; Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: &#8220;Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.&#8221; Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: &#8220;Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!&#8221;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sangat menarik membaca injil Lukas pada hari ini. Seorang perwira dengan rendah hati meminta Yesus untuk menyembuhkan hambanya yang sedang sakit. Ketika Yesus hendak ke rumahnya, Perwira malah mengatakan: &#8220;Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Setelah mendengar ungkapan hati sang perwira, Yesus dengan tegas memuji\u00a0 Perwira dengan berkata\u201d\u2026iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!&#8221;<\/p>\n<p>Pertanyaanya, iman seperti apa yang dimiliki oleh perwira sehingga Yesus pun memujinya? Yeus memuji sang perwira karena perwira tersebut memperlakukan hambanya sebagai seorang yang layak\u00a0 dimanusiakan. Hambanya tidak diperlakukan sebagai seorang rendahan yang diexploitasi. Di masyarakat Israel zaman itu, ada perbedaaan yang mendasar antara yang kaya dan miskin, tuan dan hamba, orang berdosa dan yang menganggap diri orang kudus dan lain sebagainya. Akan tetapi sikap perwira terhadap hambanya ini sungguh bertentangan dengan kebiasaan ini, Sang perwira sungguh memperlakukan hambanya berbeda karena dia menyadari hambanya adalah sama seperti dia dihapan Tuhan. Status atau pangkat bukan menjadikan orang untuk merendahkan yang lain. Justru perwira menunjukan sebuah contoh yang sangat baik, lewat kedudukan yang cukup penting, dia mengangkat harkat dan martabat hambanya.<\/p>\n<p>Saya percaya ketulusan sikap perwira inilah membuat Yesus memujinya. Tidak hanya mendapat pujian, Sang perwira juga membuat keajaiban untuk hamnaya. Hambanya tidak hanya sembuh secara fisik tetapi juga secara batiniah dia diteguhkan. Perlu dicatat, Yesus tidak membuat keajaiban, Dia tidak berkata apapun berkaitan dengan kesembuhan hamba perwira, dikatakan oleh injil\u00a0 hanya\u00a0 hamba perwira telah sembuh. Perwira telah menjadi sarana kesembuhan bagi hanbaya yang sakit.<\/p>\n<p>Belajar dari perwira mari kita dengan rendah hati datang kepada Yesus memohon bantuanNYA bagi sesama kita yang sedang sakit baik secara jasmani maupun rohani. Semoga kehadiran kita dimana saja kita berada selalu membawa berkat bagi orang lain. Semoga kita pun manjadi sarana perjumpaan orang lain dan Tuhan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin, 12 September 2016 Hari Biasa Pekan XXIV Lukas (7:1-10) \u00a0 Pada suatu ketika, setelah mengakhiri pengajaran-Nya kepada orang banyak, masuklah Yesus ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: &#8220;Ia layak Engkau tolong,&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5816\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5816","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5816","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5816"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5816\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5817,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5816\/revisions\/5817"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5816"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5816"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5816"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}