{"id":5821,"date":"2016-09-14T06:56:00","date_gmt":"2016-09-14T13:56:00","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5821"},"modified":"2016-09-14T06:56:00","modified_gmt":"2016-09-14T13:56:00","slug":"harga-mahal-telah-dibayar-oleh-yesus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5821","title":{"rendered":"Harga mahal telah dibayar oleh Yesus"},"content":{"rendered":"<p>Rabu, 14 September 2016<\/p>\n<p>Pesta Pemuliaan Salib Suci<\/p>\n<p>Yohanes (3:13-17)<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, \u201cTidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hari ini kita merayakan pesta pemuliaan salib suci, kita diajak mengenangkan kembali bagaimana Yesus sungguh mencintai kita hingga memberikan diri secara total, rela mati di kayu salib hanya demi keselamatan kita. Salib Kristus adalah sarana cinta Allah bagi kita manusia secara nyata. Yesus menunjukan Cinta Allah kepada kita manusia tidak hanya lewat kata-kata dan tindakan nyata saja; Yesus menunjukan cinta Allah secara utuh untuk kita justru lewat salib. Santo Yohanes mengatakan, lewat Salib, Yesus menunjukan kemengan Allah. Salib tidak lagi sebagai tanda yang memalukan, sebaliknya salib menjadi tanda keselamatan dan kemenangan bagi kita.<\/p>\n<p>Salib menjadi pusat iman kristiani.\u00a0 Salib menjadi manifestasi nyata bagi kita bagaimana Allah mencintai kita\/dunia secara total. Santo Yohanes mengatakan\u2019 \u201cKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.\u201d<\/p>\n<p>Hari ini kita semua diajak memandang salib Yesus, sebuah gambaran nyata akan kasih Allah yang agung kepada manusia. Lewat salib kita dibawa pada sebuah realita\u00a0 pertemuan akan kesengsaraan umat manusia dan kerahiman ilahi. Kesengsaraan umat manusia karena dosa-dosa yang dibuatnya, akan tetapi lewat pengorbanan Yesus dosa-dosa kita ditebus, manusia menerima kerahiman ilahi. Dengan memahami kerahiman Allah yang tak terbatas bagi kita, kita mampu mengerti akan misteri dibalik salib Yesus. Lewat salib Yesus, setan dikalahkan, kematian dihancurkan, hidup baru diberikan kepada kita, dan harapan kita dipulihkan, Misteri cinta Allah kepada kita dipenuhi.\u00a0 Harga mahal telah dibayar dan kita akhirnya ditebus.<\/p>\n<p>Mari kita belajar dari Yesus, berani memikul salib hidup kita dan mau berkorban demi keselamatan dan kebahagiaan orang yang sungguh membutuhkan kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu, 14 September 2016 Pesta Pemuliaan Salib Suci Yohanes (3:13-17) \u00a0 Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, \u201cTidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5821\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5821","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5821"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5821\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5822,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5821\/revisions\/5822"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}