{"id":5831,"date":"2016-09-18T13:59:22","date_gmt":"2016-09-18T20:59:22","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5831"},"modified":"2016-09-18T10:59:57","modified_gmt":"2016-09-18T17:59:57","slug":"menjadi-terang-berarti-menjadi-saksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5831","title":{"rendered":"Menjadi terang berarti menjadi saksi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Senin, 19 September 2016<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><em>Luke 8:16-18 \u00a0<\/em><\/p>\n<p>Di daerah tertentu, aliran listrik belumlah menjadi fasilitas yang mudah di dapat sehingga penduduk di daerah tersebut harus hidup tanpa lampu penerang dan alat-alat rumah tangga lainnya (seperti TV atau radio). Lampu penerang menjadi sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari khususnya pada waktu malam. Lampu memberikan terang di waktu malam. Dengan hadirnya \u2018terang\u2019, kita mampu melihat sesuatu dalam kegelapan. Bangsa Yahudi memahami pentingnya \u2018terang\u2019 sebagai ungkapan kebenaran, keindahan dan kebaikan, seperti yang diungkapkan oleh Pemazmur, \u201cDalam terangNya, kita melihat terang, SabdaNya adalah terang yang menuntun langkah hidup kita (Mzm 119).<\/p>\n<p>Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengundang kita untuk menyalakan terang dalam hidup kita. Dalam sakramen baptis kita diangkat menjadi anak Allah, pembawa terang yang dilambangkan dengan penyerahan lilin yang bernyala. Rahmat Allah tidak hanya menerangi kegelapan hidup kita tetapi juga memberi kepada kita, hati nurani yang jernih, kegembiraan dan kedamaian. Yesus menggunakan gambaran \u2018sebuah lampu\u2019 untuk menjelaskan bagaimana para murid hendaknya hidup dalam terang kebenaran dan cinta kasih. Terang Kristus itu pula yang memampukan kita melihat peristiwa dan pengalaman hidup kita dengan kaca mata Allah. Dengan terang Kristus, kita mampu membedakan mana yang menjadi kehendak Allah dan kehendak kita sendiri. Selain itu, terang Kristus itu memampukan kita untuk melihat dosa dan kelemahan diri kita. Terang Kristus itu juga mengungkapkan belas kasih dan kerahiman Allah. Tidak ada yang tersembunyi di hadapanNya. Allah memandang dan memahami diri kita dan Allah mengampuni dan menyembuhkan dosa dan kelemahan kita.<\/p>\n<p>\u201cTuhan Yesus tuntunlah dan bimbinglah kami dengan terang kasihMu. Penuhilah hati dan pikiran kami dengan terang Roh KudusMu dan bebaskanlah kami dari kebutaan dan kegelapan dosa agar kami mampu melihat jalanMu dan kehendakMu\u201d. Amin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin, 19 September 2016 \u00a0 Luke 8:16-18 \u00a0 Di daerah tertentu, aliran listrik belumlah menjadi fasilitas yang mudah di dapat sehingga penduduk di daerah tersebut harus hidup tanpa lampu penerang dan alat-alat rumah tangga lainnya (seperti TV atau radio). Lampu penerang menjadi sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari khususnya pada waktu malam. Lampu memberikan terang di waktu malam. Dengan hadirnya \u2018terang\u2019, kita mampu melihat sesuatu dalam kegelapan. Bangsa Yahudi memahami pentingnya \u2018terang\u2019 sebagai ungkapan kebenaran, keindahan dan kebaikan, seperti yang&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5831\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5831","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5831","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5831"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5831\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5832,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5831\/revisions\/5832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5831"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5831"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5831"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}