{"id":5869,"date":"2016-10-05T15:49:43","date_gmt":"2016-10-05T22:49:43","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5869"},"modified":"2016-10-04T22:10:02","modified_gmt":"2016-10-05T05:10:02","slug":"ndablek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5869","title":{"rendered":"Ndablek"},"content":{"rendered":"<p>Galasia 3:1-5<br \/>\nMazmur 1<br \/>\nLukas 11:5-13<\/p>\n<p>Mungkin judul renungan hari terdengar agak kasar. Tapi memang begitu jugalah nada Santo Paulus di bagian dalam suratnya kepada umat di Galasia hari ini. Terjemahan dalam Alkitab anda mungkin memakai kata &#8220;bodoh&#8221;, tapi arti bahasa Yunani aslinya lebih seperti sifat seseorang yang sudah diperingatkan berkali-kali tapi tetap melakukan kesalahan yang sama. Paulus jengkel karena umat di Galasia, walaupun sudah diajari olehnya berkali-kali, tapi tetap saja lebih mementingkan hal-hal yang diatur dalam hukum Taurat ketimbang beriman percaya pada Kristus. Pendek kata, Paulus menganggap orang Galasia <em>ndablek<\/em>. <\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini ada perumpamaan tentang seorang teman yang tidak mau diganggu waktu tengah malam oleh temannya yang sedang sangat membutuhkan. Yesus berkata, bahwa pada akhirnya dia pasti akan menolong juga karena temannya akan terus menerus memohon. Jadi, si teman yang ndablek itu akhirnya akan sadar setelah diminta, diminta, dan diminta.<\/p>\n<p>Tapi Allah kita bukanlah Allah yang <em>ndablek<\/em>. Ia Allah yang murah hati, yang siap memberikan apa yang kita minta. Tapi bukan sembarang permintaan. Pada akhir bacaan Injil hari ini, Yesus secara khusus menyebutkan bahwa yang diberikan Bapa adalah Roh Kudus. Kita semua diberi anugerah itu secara cuma-cuma, tidak dengan syarat harus melakukan sesuatu terlebih dahulu seperti yang dipercayai orang-orang Galasia. <\/p>\n<p>Kelemahan iman mereka, sama dengan yang sering kita sendiri alami, adalah kita tidak percaya bahwa Roh Allah sudah bekerja dalam diri kita. Kita masih merasa ada yang kurang. Atau kita merasa tidak pantas. Atau kita berpikir harus melakukan sesuatu dulu sebelum Tuhan sudi mengkaruniai kita dengan Roh Kudus.<\/p>\n<p>Allah telah memberikan anugerah yang terbesar untuk kita, dengan mengirimkan PutraNya sendiri yang rela hidup di tengah kita, wafat dan bangkit dan mengirimkan Roh Kudus untuk menyertai kita sampai akhir jaman. Pesan ini kita dengar setiap minggu dalam misa, atau bahkan setiap hari melalui sabda Tuhan. Apakah kita akan tetap <em>ndablek<\/em>?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Galasia 3:1-5 Mazmur 1 Lukas 11:5-13 Mungkin judul renungan hari terdengar agak kasar. Tapi memang begitu jugalah nada Santo Paulus di bagian dalam suratnya kepada umat di Galasia hari ini. Terjemahan dalam Alkitab anda mungkin memakai kata &#8220;bodoh&#8221;, tapi arti bahasa Yunani aslinya lebih seperti sifat seseorang yang sudah diperingatkan berkali-kali tapi tetap melakukan kesalahan yang sama. Paulus jengkel karena umat di Galasia, walaupun sudah diajari olehnya berkali-kali, tapi tetap saja lebih mementingkan hal-hal yang diatur dalam hukum Taurat ketimbang&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5869\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5869","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5869","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5869"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5869\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5872,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5869\/revisions\/5872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5869"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5869"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5869"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}