{"id":5964,"date":"2016-11-14T06:34:29","date_gmt":"2016-11-14T14:34:29","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=5964"},"modified":"2016-11-14T06:34:29","modified_gmt":"2016-11-14T14:34:29","slug":"senin-14-nopember-2016","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5964","title":{"rendered":"Senin, 14 Nopember 2016"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bacaan-Bacaan Misa: Wahyu 1:1-4; 2:1-5; Mzm 1:1-6; Lukas 18:35-43<\/p>\n<p>Bacaan-bacaan hari ini mengingatkan kita akan pentingnya mencari penghiburan bukan dari dan di dalam dunia melainkan dari Kitab suci dan dalam pribadi Yesus Kristus Tuhan kita. Kita juga diajak untuk menjadi seperti Kristus Tuhan kita, membuka kebutaan yang ada di dalam masyarakat kita.<\/p>\n<p>Kehidupan kita sehari-hari sarat akan pergulatan antara kebaikan dan keburukan. Seringkali kita tidak bisa berbuat apa-apa ketika keburukan dan ketidakadilan dalam masyarakat kita yang pada gilirannya rakyat kecillah yang dirugikan. Bahkan banyak di antara kita mengalami tekanan dan penghinaan karena memperjuangkan kebaikan dan memberantas keburukan dalam masyarakat karena kita pengikut Kristus.<\/p>\n<p>Di samping itu kita melihat dan mengalami bahwa masyarakat merindukan kesetiaan dan kestabilan dalam keluarga-keluarga. Kita mengalami pemetintah mengingkari janji-janjinya; ketidaksetiaan pasangan suami-isteri sudah dianggap sesuatu yang lumrah; tidak memegang erat komitment merupakan hal yang sudah dianggap normal.<\/p>\n<p>Sebagai orang Katolik kita dipanggil untuk membuka kebutaan di dalam masyarakat kita. Untuk itu sangat dibutuhkan keberanian untuk berkorban waktu, tenaga, pikiran dan perasaan, tanpa mengorbankan keluarga dan pekerjaan kita secara sia-sia. Melalui kesaksian hidup kita sebagai pengikut Kristus kita diutus untuk menjadi terang bagi masyarakat yang dibutakan oleh konsumerisme yang menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan.<\/p>\n<p>Kebutaan dalam masyarakat bisa kita deteksi dalam tindakan sebagian masyarakat yang terlibat korupsi dan etos kerja yang buruk yang pada gilirannya masyarakat kecillah yang dirugikan. Kebutaan tercermin dalam masyarakat yang demi uang mereka menghacurkan demokrasi dan supremasi hukum. Kebenaran diputarbalikkan.<\/p>\n<p>Dalam keadaan seperti itu kita sebagai orang Katolik, menyerah bukanlah sikap kita. Kita tetap tekun brdoa dan membaca Kitab Suci yang di dalamnya kita menerima penghiburan sejati karena janji keselamatan pada akhir jaman kepada mereka yang setia pada Tuhan dan melaksanakan Sabdanya. Di dalam doa, Ekaristi, dan pembacaan Kitab Suci kita mendapatkan inspirasi untuk berani menjadi saksi kebenaran, kesetiaan, stabilitas, dan keadilan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Bacaan-Bacaan Misa: Wahyu 1:1-4; 2:1-5; Mzm 1:1-6; Lukas 18:35-43 Bacaan-bacaan hari ini mengingatkan kita akan pentingnya mencari penghiburan bukan dari dan di dalam dunia melainkan dari Kitab suci dan dalam pribadi Yesus Kristus Tuhan kita. Kita juga diajak untuk menjadi seperti Kristus Tuhan kita, membuka kebutaan yang ada di dalam masyarakat kita. Kehidupan kita sehari-hari sarat akan pergulatan antara kebaikan dan keburukan. Seringkali kita tidak bisa berbuat apa-apa ketika keburukan dan ketidakadilan dalam masyarakat kita yang pada gilirannya rakyat&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=5964\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5964","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5964","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5964"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5964\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5965,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5964\/revisions\/5965"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5964"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5964"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5964"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}