{"id":6060,"date":"2016-12-21T13:43:06","date_gmt":"2016-12-21T21:43:06","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=6060"},"modified":"2016-12-21T13:43:06","modified_gmt":"2016-12-21T21:43:06","slug":"bumi-gonjang-ganjing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6060","title":{"rendered":"Bumi Gonjang Ganjing"},"content":{"rendered":"<p>Kamis, 22 Desember 2016<\/p>\n<p>1 Samuel 1:24-28<br \/>\n1 Samuel 2:1-8<br \/>\nLukas 1:46-56<\/p>\n<p>Mazmur antarbacaan hari ini tidak seperti biasanya bukan diambil dari Kitab Mazmur, melainkan dari kidung yang dinyanyikan oleh Hana, ibu dari Nabi Samuel. Kalau kita perhatikan, kidung Hana dan kidung Maria dalam Injil hari ini (yang kita kenal dengan Magnificat, bahasa Latin dari kata pertama yang diucapkan Maria), banyak memiliki kesamaan. Keduanya merupakan luapan kegembiraan dari lubuk hati yang paling dalam akan kebesaran Tuhan. Dan apakah kebesaran Tuhan itu? Yang rendah ditinggikan, yang lapar dikenyangkan, yang kaya dibuat hampa, yang kuat dipatahkan senjatanya, yang mati dihidupkan. Tatanan dunia yang orang sudah terbiasa seperti dijungkirbalikkan.<\/p>\n<p>Kalau saya menonton pagelaran wayang kulit dulu, biasanya kata-kata sang dalang yang terkenal adalah, &#8220;Bumi gonjang-ganjing.&#8221; Setiap kali dia menuturkan kata itu, berarti ada sesuatu yang menarik akan terjadi. Kemungkinan sang pahlawan akan pergi ke medan perang untuk melawan para penjahat dan menegakkan keadilan. Ini bagian yang paling seru dari lakon pewayangan itu.<\/p>\n<p>Demikian pula lah Hana dan Maria mungkin juga seperti &#8220;dalang&#8221; dalam lakon kita hari ini. Hana memperanakkan Samuel, yang di kemudian hari akan membantu membentuk Israel sebagai kerajaan dan memberkati Daud sebagai Raja yang berkuasa dengan adil. Maria memperanakkan Yesus yang mengalahkan kematian dan mempersatukan umat manusia kembali dengan Allah. Keduanya benar-benar membuat bumi gonjang-ganjing.<\/p>\n<p>Saat kita hidup sekarang ini dunia serasa seperti sedang gonjang-ganjing juga. Kami yang ada di Amerika tengah berada dalam segala ketidakpastian akan pemerintahan dari presiden baru. Di Indonesia masalah gubernur Jakarta dan keberadaan kelompok Islam garis keras yang making menguat membuat banyak pihak cemas akan kebhinekaan kita. Di bagian lain dunia, terorisme dan gejolak kerap terjadi. <\/p>\n<p>Di saat inilah makna Natal sangat mengena bagi kita. Seperti bagian akhir dari kidung Maria, bahwa Allah telah datang menolong hambaNya Israel. Yesus yang datang lahir sebagai manusia adalah manifestasi janji Allah. Di tengah bumi yang bergejolak, penyelamat kita datang untuk bersama dengan kita melalui segala kecemasan dan kesulitan yang kita hadapi. Pada akhirnya kita pun bisa bersama dengan Hana meluapkan pujian dengan lantang:<\/p>\n<p>Hatiku bersukaria karena TUHAN,<br \/>\ntanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN;<br \/>\nmulutku mencemoohkan musuhku,<br \/>\nsebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis, 22 Desember 2016 1 Samuel 1:24-28 1 Samuel 2:1-8 Lukas 1:46-56 Mazmur antarbacaan hari ini tidak seperti biasanya bukan diambil dari Kitab Mazmur, melainkan dari kidung yang dinyanyikan oleh Hana, ibu dari Nabi Samuel. Kalau kita perhatikan, kidung Hana dan kidung Maria dalam Injil hari ini (yang kita kenal dengan Magnificat, bahasa Latin dari kata pertama yang diucapkan Maria), banyak memiliki kesamaan. Keduanya merupakan luapan kegembiraan dari lubuk hati yang paling dalam akan kebesaran Tuhan. Dan apakah kebesaran Tuhan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6060\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6060","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6060","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6060"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6060\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6061,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6060\/revisions\/6061"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}