{"id":6073,"date":"2016-12-25T20:40:09","date_gmt":"2016-12-26T04:40:09","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=6073"},"modified":"2016-12-25T20:40:09","modified_gmt":"2016-12-26T04:40:09","slug":"martir-pertama-st-stefanus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6073","title":{"rendered":"Martir Pertama St. Stefanus"},"content":{"rendered":"<p>Senin, 26 Desember 2016<\/p>\n<p>Martir Pertama St. Stefanus<\/p>\n<p>Mat 10:17-22<\/p>\n<p>Selamat Natal untuk semua,<\/p>\n<p>Suasana natal masih sangat terasa, perayaan liturgi yang mengungkapkan peristiwa inkarnasi, Allah menjadi manusia, Allah mencintai manusia dan mengutus Putranya yang terkasih ke dunia. Kegembiraan dan sukacita menyambut kelahiranNya. Namun kita diingatkan kembali akan makna natal yang sesungguhnya dengan peringatan Martir Stefanus yang kita rayakan hari ini. Natal menjadi lambang cinta Allah yang tidak meniadakan suatu pengorbanan dan penderitaan. KelahiranNya di tengah-tengah kaum papa miskin dan terpinggirkan, seolah Yesus mengundang kita untuk melihat, dibalik peristiwa Betlehem tersirat peristiwa Golgota.<\/p>\n<p>Seperti yang diteladankan Martir Stefanus, kita diundang untuk berani menjadi saksi \/martir. Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk menyadari arti menjadi seorang kristiani, yaitu berani menjadi saksi. Menjadi saksi bukan hanya ditunjukkan dengan keberanian untuk menerima kematian tetapi lebih merupakan keberanian untuk setia dengan pilihan kita, keberanian untuk berkorban, keberanian untuk lebih total dalam pemberian diri dan sebagainya. Kadang kita mengalami keraguan, ketakutan, kehilangan-harapan dalam hidup kita, seperti seseorang yang akan diadili. Namun Yesus menguatkan kita untuk tidak kuatir karena Bapa akan mengutus RohNya untuk menguatkan dan menopang kita. Bahkan kita akan dibenci semua orang oleh karena namaNya, namun Yesus mengundang kita untuk tetap bertahan sampai akhir. Artinya mengudang kita untuk tetap setia dan berada dalam situasi yang sulit. Seperti Martir Stefanus, kita diajak untuk tetap bertahan dalam menghadapi situasi sulit dan derita, bahkan perlu berdoa untuk mereka yang membenci dan tidak suka akan kehadiran kita.<\/p>\n<p>Yesus yang maha kasih, penuhi kami dengan Roh KudusMu agar kami mampu menjalankan perintahMu untuk mengasihi dan mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Amin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin, 26 Desember 2016 Martir Pertama St. Stefanus Mat 10:17-22 Selamat Natal untuk semua, Suasana natal masih sangat terasa, perayaan liturgi yang mengungkapkan peristiwa inkarnasi, Allah menjadi manusia, Allah mencintai manusia dan mengutus Putranya yang terkasih ke dunia. Kegembiraan dan sukacita menyambut kelahiranNya. Namun kita diingatkan kembali akan makna natal yang sesungguhnya dengan peringatan Martir Stefanus yang kita rayakan hari ini. Natal menjadi lambang cinta Allah yang tidak meniadakan suatu pengorbanan dan penderitaan. KelahiranNya di tengah-tengah kaum papa miskin dan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6073\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6073","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6073","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6073"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6073\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6074,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6073\/revisions\/6074"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6073"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6073"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6073"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}