{"id":6103,"date":"2017-01-10T03:06:34","date_gmt":"2017-01-10T11:06:34","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=6103"},"modified":"2017-01-10T03:06:34","modified_gmt":"2017-01-10T11:06:34","slug":"otoritas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6103","title":{"rendered":"Otoritas"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/authority-directories.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-6104\" src=\"http:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/authority-directories-300x225.jpg\" alt=\"authority-directories\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/authority-directories-300x225.jpg 300w, https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/authority-directories.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Bacaan I : Ibrani 2:5-12<br \/>\nBacaan Injil : Markus 1:21-28<\/p>\n<p>Hari-hari ini perhatian bangsa Indonesia tertuju pada kesadaran yang menguat akan adanya berita-berita bohong alias hoax yang telah membuat kerusakan besar pada jalinan ikatan kebangsaan, persatuan, serta penghargn akan perbedaan. Bukan pertama kalinya Indonesia mengalami badai ini, tetapi intensitasnya dirasa makin mengkhawatirkan. Teknologi informasi yang telah membantu pengembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan termasuk menjadi sarana pewartaan kabar baik seperti Lubuk Hati ini, juga menjadi wahana perluasan kebusukan prasangka, fitnah dan kebencian. Keprihatinan ini, tentu bukan monopoli Indonesia, karena Amerika Serikat sebagai kampiun teknologi dan budaya dunia pun baru menghela nafas usai pertarungan pemilihan presiden yang mengharu biru dan belum rampung pula menjernihkan dampaknya.<\/p>\n<p>Ada sisi positif dari adanya kelompok-kelompok yang dengan menggunakan kacamata kuda memperjuangkan kepentingan golongannya dengan segala macam cara. Muncul kesadaran pada banyak kalangan yang lama tak bersuara untuk bangkit dan mengambil tanggung jawab mempertahankan kebenaran, memperjuangkan keadilan seraya terus menebar kebaikan. Meski kita menyayangkan adanya ekses tindak kekerasan fisik, proses pencerdasan wawasan ilmu, kebangsaan dan kemanusiaan berjalan makin serius, mendalam dan meluas.<\/p>\n<p>Di sini, salah satu diktum sains bisa membantu memberi pedoman dalam melayari samudera informasi: wibawa sains muncul dari kebenaran yang dipertanggungjawabkan sebagai relasi-koneksi yang tepat antar aneka pernyataan dan antar pernyataan dengan kenyataan. Kebenaran tidak dapat didasarkan pada suatu fantasi apalagi rekayasa data dan makna demi kepentingan pribadi dan kelompok, demi kepentingan meraih kekayaan material maupun kekuasaan. Kebenaran tidak dapat didasarkan pada otoritas di permukaan atas nama atribut-atribut keagamaan dan kemasyarakatan yang tidak sungguh teruji dan terpuji dalam memperjuangkan kebaikan bersama. Di hadapan data dan informasi yang jauh lebih melimpah dibanding kemampuan kita mengunyahnya, hendaknya kita tetap berhati-hati mengkaji dan mengujinya.<\/p>\n<p>Injil Markus hari ini menampilkan Yesus yang memulai karyanya. Dengan ringkas Markus menggambarkan reputasi Yesus yang dengan cepat menyebar di seluruh penjuru Galilea dan sekitarnya: ajaranNya punya wibawa yang otentik dan otoritasnya dikukuhkan dengan pengakuan dari roh-roh jahat yang terusir dari orang-orang yang mereka ganggu. Yesus menunjukkan kualitas yang tak pernah ada sebelumnya, yang terangkum dalam sebuah pengakuanNya kelak: Ia adalah Sang Jalan, Kebenaran dan Hidup. Otoritasnya bukan dibangun di atas cerita-cerita yang mencekam, kata-kata penuh semangat yang mengaduk-aduk emosi menggelora yang membuat orang menangis menghujat kedosaan diri sendiri atau orang lain, tidak pula dengan kata-kata lembut yang mengambang karena tidak konsisten dengan hidup pribadinya. Pesan yang disampaikanNya, adalah kesatuan ide, kata dan tindak nyata. HidupNya sendiri adalah belas kasih, seperti yang diwartakanNya.<\/p>\n<p>Hidup kita semua pun membawa warta, suka atau tidak suka. Meski lingkaran pengaruh kita berbeda-beda, kita punya tanggung jawab yang sama: ada otentisitas yang musti ada, berakar dari diri sebagai citra Sang Pencipta, yang membuat kita punya otoritas cukup untuk menyebarkan dan menebarkan kebaikan, mengikuti teladan Guru, junjungan dan Tuhan kita. Seraya memandang dan belajar dari cara Yesus bertindak dalam hidupnya, mari kita mohon, semoga kita terus diberkati dengan terang budi dan kehendak hati yang teguh untuk mengikuti kehendak Ilahi. Dalam koneksi dan relasi erat dengan Yang Ilahi, hingga kebenaran sajalah yang kita serukan dalam hidup sehari-hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan I : Ibrani 2:5-12 Bacaan Injil : Markus 1:21-28 Hari-hari ini perhatian bangsa Indonesia tertuju pada kesadaran yang menguat akan adanya berita-berita bohong alias hoax yang telah membuat kerusakan besar pada jalinan ikatan kebangsaan, persatuan, serta penghargn akan perbedaan. Bukan pertama kalinya Indonesia mengalami badai ini, tetapi intensitasnya dirasa makin mengkhawatirkan. Teknologi informasi yang telah membantu pengembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan termasuk menjadi sarana pewartaan kabar baik seperti Lubuk Hati ini, juga menjadi wahana perluasan kebusukan prasangka, fitnah dan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6103\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6103","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6103"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6103\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6105,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6103\/revisions\/6105"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}