{"id":6120,"date":"2017-01-14T06:39:26","date_gmt":"2017-01-14T14:39:26","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=6120"},"modified":"2017-01-14T06:39:26","modified_gmt":"2017-01-14T14:39:26","slug":"ikut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6120","title":{"rendered":"Ikut"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/determined_to_disciple_wide.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-6121\" src=\"http:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/determined_to_disciple_wide-300x106.jpg\" alt=\"determined_to_disciple_wide\" width=\"300\" height=\"106\" srcset=\"https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/determined_to_disciple_wide-300x106.jpg 300w, https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/determined_to_disciple_wide-500x177.jpg 500w, https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/determined_to_disciple_wide.jpg 700w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Bacaan I : Ibrani 4:12-16<br \/>\nBacaan Injil : Markus 2:13-17<\/p>\n<p>Dalam ilmu sosial dan politik, kekuasaan dipahami sebagai kemampuan untuk mempengaruhi atau mengendalikan perilaku orang lain. Menurut French dan Raven (1959), Sang Pemimpin memiliki kualitas tertentu yang dapat memotivasi pengikutnya untuk berubah sesuai dengan maksud Si Pemimpin. Basis kekuasaan itu dapat dikategorikan menjadi 5 macam: legitimasi (karena jabatan), kharisma, keahlian, imbalan dan paksaan. Kualitas sang pengikut karenanya dapat diukur juga dari basis penyerahan dirinya untuk menuruti sang pemimpin. Jika status pengikut itu dipilih secara bebas, bukan karena paksaan, atau aturan, besar kemungkinan Sang Pemimpin memancarkan ideal pengikut, yang seringkali mengadopsi cara berpikir atau bertindak Sang Pemimpin dalam aneka situasi hidup yang dialaminya.<\/p>\n<p>Dalam bacaan hari ini, digambarkan sehabis mengajar orang banyak di tepi pantai danau, Yesus memanggil Lewi yang kebetulan dilihatnya sedang duduk di rumah cukai. \u201cIkutlah Aku\u201d. Dan Lewi pun mengikutiNya. Coba kita bayangkan bagaimana hal ini bisa terjadi. Yesus tidak punya jabatan formal, tak menawarkan imbalan, tidak memaksa. Mungkin Lewi sudah mendengar reputasi Guru muda ahli kerohanian itu. Yang pasti, ada karisma luar biasa yang memancar dalam pribadi Yesus yang membuat Lewi, orang yang sudah cukup mapan dalam pekerjaan dan status sosialnya sebagai pemungut pajak, mau meninggalkan zona nyamannya untuk memasuki masa depan yang tidak pasti sebagai murid Sang Pengkotbah Keliling. Saat dikritik karena makan bersama para pemungut cukai, agen penjajah yang dipandang sebagai pendosa, Yesus menyebutkan Ia datang untuk menawarkan penyembuhan. Yang luar biasa, penyembuhan yang ditawarkannya, baik pemulihan fisik maupun rohani, diberikan secara cuma-cuma. Gratis. Dan kita tahu dari Injil, berbondong-bondong orang mengikutinya untuk mendapatkan penyembuhan itu, juga pemuasan akan lapar dan dahaga akan kebenaran.<\/p>\n<p>Ada bermacam cara Tuhan memanggil kita untuk ikut Dia. Ada bermacam cara kita ikut Dia. Hari ini, baik kita mengingat lagi dengan penuh syukur, orang-orang yang hadir mengantar kita pada iman kita: orang tua, guru, orang-orang rohani, teman-teman, atau Allah sendiri yang menarik kita mendekat padaNya. Kita ingta lagi kejadian-kejadian biasa atau istimewa, saat kita tahu dan merasa, Tuhan memanggil kita.<\/p>\n<p>Lewi segera bangkit meninggalkan urusan yang dikerjakannya, dan langsung mengikut Yesus Bayangkan, ia segera asik bercakap-cakap lalu mendapatkan pengarahan dan tugas-tugas baru dari Sang Guru, dalam komunitas kecil para murid yang mengikutiNya. Baik kita juga merefleksikan, bagaimana kita menyatakan ikut Dia: siapkah kita bangkit berdiri dengan segera mengikuti kehendakNya, dan bukan memaksa Dia merestui dan memberkati kehendak kita? Seberapa jauh kita ikut Dia dan bukannya memaksaNya ikut kita \u2013tak jarang ini terjadi dan saat kita jatuh, bayangkan dengan sabar Dia akan datang membalut luka kita dan mengajak kita kembali ke jalan yang benar-?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan I : Ibrani 4:12-16 Bacaan Injil : Markus 2:13-17 Dalam ilmu sosial dan politik, kekuasaan dipahami sebagai kemampuan untuk mempengaruhi atau mengendalikan perilaku orang lain. Menurut French dan Raven (1959), Sang Pemimpin memiliki kualitas tertentu yang dapat memotivasi pengikutnya untuk berubah sesuai dengan maksud Si Pemimpin. Basis kekuasaan itu dapat dikategorikan menjadi 5 macam: legitimasi (karena jabatan), kharisma, keahlian, imbalan dan paksaan. Kualitas sang pengikut karenanya dapat diukur juga dari basis penyerahan dirinya untuk menuruti sang pemimpin. Jika status&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6120\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6120","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6120"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6120\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6124,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6120\/revisions\/6124"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}