{"id":6608,"date":"2017-07-16T12:12:41","date_gmt":"2017-07-16T19:12:41","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=6608"},"modified":"2017-07-13T13:13:23","modified_gmt":"2017-07-13T20:13:23","slug":"barang-siapa-memberi-air-dingin-secangkir-saja-kepada-salah-seorang-yang-kecil-ini-ia-takkan-kehilangan-upahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6608","title":{"rendered":"Barang siapa memberi air dingin secangkir saja kepada salah seorang yang kecil ini \u2026 ia takkan kehilangan upahnya."},"content":{"rendered":"<p>Renungan Harian<\/p>\n<p>Senin, 17 Juli 2017<\/p>\n<p>Injil: Mat 10:34-11:1<\/p>\n<p>Barang siapa memberi air dingin secangkir saja kepada salah seorang yang kecil ini \u2026 ia takkan kehilangan upahnya.<\/p>\n<p>Karya misi kita ke dalam dan di dalam dunia sekuler haruslah merupakan wujud solidaritas dengan kaum miskin, kaum yang mudah pecah, kaum yang tidak memiliki kekuatan apa pun.<\/p>\n<p>Seorang pendeta pernah mengatakan dalam kotbahnya di TV bahwa tak seorangpun dapat meraih surga tanpa sepucuk surat rekomendasi dari kaum miskin. Hal ini memang benar untuk mewujudkan suatu karya misi yang efektif. Tak seorang pun mewartakan kabar sukacita tanpa secara serius mengambil langkah sesuai mandat Injil yang tidak bisa ditawar-tawar bahwa iman kita akan diadili berdasarkan kualitas keadilan yang kita usahakan dan bagaimana kita memperlakukan kaum miskin.<\/p>\n<p>Bagian dari pewartaan kabar sukacita adalah untuk menghapuskan ketidakadilan dan kemiskinan sekaligus. Umat Katolik dewasa ini kebanyakan berada di kelompok pendapatan keluarga yang menengah ke atas. Kepada kita diberi mandat untuk berbagi dan bersolidaritas. Mengapa? Karena hanya di dalam kaum miskin dan mereka yang diperlakukan tidak adil kita mendapatkan suatu bentuk tertentu dari apa yang dinamakan kebijaksanaan salib, kebijaksanaan dari seseorang yang sesungguhnya memanggul salib.<\/p>\n<p>Oleh karena itu kita perlu sengaja semakin menjadi atentif akan apa yang kita lihat dan siapa yang kita dengar, di mana kita hidup dan gaya hidup apa yang kita hayati setiap hari. Kita hendaknya semakin mengkaitkan hidup dan gaya hidup dengan kaum miskin sedemikian rupa sehingga kita mampu melihat realita hidup kaum miskin dan mendengarkan suara mereka.<\/p>\n<p>Kemiskinan itu bukan sebuah keindahan. Sama dengan kekayaan, kemiskinan bisa menghancurkan jiwa. Karya misi kita hendaknya sama seperti Kristus yang rela mengosongkan dirinya dan mengambil rupa seorang hamba (Filipi 2:6-8). Dari<\/p>\n<p>ayat-ayat di atas tadi kita menyadari bahwa suatu kekuatan dan kekayaan pun bisa menjadi hal yang berharga, sesuatu yang indah untuk pelayanan solidaritas kepada kaum miskin dan eliminasi ketidakadilan. Dengan bersedia turun dari kekayaan dan posisi yang kuat menjadi suatu bentuk kekuatan yang indah yang membantu kaum miskin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Renungan Harian Senin, 17 Juli 2017 Injil: Mat 10:34-11:1 Barang siapa memberi air dingin secangkir saja kepada salah seorang yang kecil ini \u2026 ia takkan kehilangan upahnya. Karya misi kita ke dalam dan di dalam dunia sekuler haruslah merupakan wujud solidaritas dengan kaum miskin, kaum yang mudah pecah, kaum yang tidak memiliki kekuatan apa pun. Seorang pendeta pernah mengatakan dalam kotbahnya di TV bahwa tak seorangpun dapat meraih surga tanpa sepucuk surat rekomendasi dari kaum miskin. Hal ini memang benar&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6608\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6608","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6608","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6608"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6608\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6609,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6608\/revisions\/6609"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6608"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6608"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6608"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}