{"id":6739,"date":"2017-08-15T18:15:06","date_gmt":"2017-08-16T01:15:06","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=6739"},"modified":"2017-08-15T18:15:06","modified_gmt":"2017-08-16T01:15:06","slug":"di-mana-ada-dua-atau-tiga-orang-berkumpul-dalam-nama-ku-aku-hadir-di-tengah-tengah-mereka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6739","title":{"rendered":"Di mana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka."},"content":{"rendered":"<p><strong>Rabu, 16 Agustus 2017<\/strong><\/p>\n<p><strong>Injil\u00a0\u00a0 Mat 18:15-20<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Di mana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku,\u00a0Aku hadir di tengah-tengah mereka.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pesan Yesus dalam bacaan injil hari ini sangat relevant bagi kita sebagai komunitas umat beriman, bahwa dalam komunitas tidak semua orang selalu memilih jalan yang telah Yesus ajarkan. Yesus sangat sadar bahwa gereja yang dibentuknya bukan gereja yang sempurna. Gereja adalah kumpulan orang-orang berdosa yang\u00a0 berusaha menjadi orangyang lebih baik. Dalam injil hari ini, Yesus\u00a0 memberikan usulan bagaimana membantu orang yang berada dalam jalan yang keliru kepada jalan yang benar dan baik. Langkah pertama adalah melalui dialog pribadi. Dialogkan apa yang menjadi problem atau kesulitan yang dihadapinya sehingga dia memilih jalan yang keliru. Kalau langkah pertama tidak membantu, hadirkan satu atau dua orang lagi untuk membantu dia meyakini bahwa jalan yang diambil adalah keliru. Kalau langkah keduapun tidak berhasil maka seluruh jemaat perlu dilibatkan, mudah-mudahan dia menyadari bahwa jalan salah yang ditempuh punya effek bagi yang lain. Sangat diharapkan dengan melibatkan lebih banyak orang, orang ini menyadari kesalahanya dan mau kembali kejalan yang benar.<\/p>\n<p>Anjuran Yesus ini bisa saja tidak dapat diterapkan pada kebudayaan tertentu, akan tetapi\u00a0 prinsip dasarnya dapat berlaku. Yesus sesungguhnya menyatakan bahw masing-masing kita bertanggung-jawab akan kesejateraan sesama kita, tidak hanya secara fisik tetapi juga moral. Dia mengajak kita untuk saling membantu menuju kebahagiaan. Masing-masing kita mempunyai peran untuk saling membantu dalam hal mencintai sebagaimana Yesus telah lakukan untuk kita. Bukan berarti ada yang lebih baik secara moral dan ada yang tidak. Kita semua adalah orang berdosa dan kita butuh orang lain untuk membantu kita dalam usaha untuk menjadi lebih baik, kembali ke jalan Tuhan.<\/p>\n<p>Sebagai manusia, berusaha seperti Kristus, mencintai adalah suatu hal yang tidak mudah dan kita semua dapat berbuat salah dalam proses belajar pemelajaran untuk menjadi lebih baik. Kita pelu menemukan cara untuk bersama-sama dalam proses tersebut.\u00a0 Ketika kita bersama-sama berusaha untuk salaing membantu menjadi seperti apa yang Tuhan kehendaki, Yesus akan menyertai kita sebagaimana Dia katakana dalam injil hari ini. Dimana dua atu tiga orang berkumpul dalam namaKu, Aku hadir\u00a0 ditengah\u2013tengah mereka.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu, 16 Agustus 2017 Injil\u00a0\u00a0 Mat 18:15-20 &nbsp; Di mana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku,\u00a0Aku hadir di tengah-tengah mereka. &nbsp; Pesan Yesus dalam bacaan injil hari ini sangat relevant bagi kita sebagai komunitas umat beriman, bahwa dalam komunitas tidak semua orang selalu memilih jalan yang telah Yesus ajarkan. Yesus sangat sadar bahwa gereja yang dibentuknya bukan gereja yang sempurna. Gereja adalah kumpulan orang-orang berdosa yang\u00a0 berusaha menjadi orangyang lebih baik. Dalam injil hari ini, Yesus\u00a0 memberikan usulan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6739\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6739","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6739"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6739\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6740,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6739\/revisions\/6740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}