{"id":6741,"date":"2017-08-16T20:57:26","date_gmt":"2017-08-17T03:57:26","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=6741"},"modified":"2017-08-16T20:57:26","modified_gmt":"2017-08-17T03:57:26","slug":"menjadi-katolk-100-menjadi-warga-nkri-100","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6741","title":{"rendered":"Menjadi Katolk 100% &#8211; Menjadi warga NKRI 100%"},"content":{"rendered":"<p>Kamis\u00a0 17 Agustus 2017<\/p>\n<p>HR Kemerdekaan Republik Indonesia<\/p>\n<p>Bacaan\u00a0 Sir 10:1-8; 1Ptr 2:13-17; Mat 22:15-21<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Menjadi Katolk 100% &#8211; Menjadi warga NKRI 100%<\/strong><\/p>\n<p>Merdeka! Merdeka!! Merdeka!!!<\/p>\n<p>Hari ini kita sebagai keluarga besar bangsa Indonesia merayakan hari jadi Negara kita yang ke 72. Kita bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang Maha Esa atas segala berkatnya yang telah dilimpahkan kepada kita selama 72 tahun ini. Kalau kita hening sejenak merefleksikan perjalanan bangsa kita, kita semua pasti sepakat bahwa selama 72 tahun ini sudah begitu banyak hal yang telah kita lakukan, akan tetapi masih begitu banyak impian yang masih terus kita raih. Perjuangan kita untuk menjadi sebuah bangsa yang makmur dan sejathtera masih terus kita\u00a0 usahakan. Sebagaima para pendiri bangsa kita berjuang dengan mengorbankan nyawanya demi kemerdekaan bangsa kita, kita yang telah merdeka sebagai bangsa berjuang untuk memerdekakan anak-anak bangsa dari belenggu kebodohan, kemiskinan, penindasan hak-hak sebagai anak bangsa dan sebagainya.<\/p>\n<p>Pendiri Bangsa sejak awal telah menyadari bahwa Negara yang baru di bangun ini terdiri dari keanekaragaman budaya, suku, bahasa, golongan, agama dan kepercayaan. Oleh karena kebihnekaan tersebut maka Pendiri bangsa ini menyepakati\u00a0 adanya satu dasar sebagai landasan untuk mengatur bangsa ini. Dengan demikian lahirlah dasar Negara kita: PANCASILA dan UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945.<\/p>\n<p>Kemampuan untuk merumuskan dasar Negara kita\u00a0 &#8211; demi mempersatukan keanekaragaman menunjukkan kepada kita bahwa mereka sungguh dianugerahi kebijaksanaan sejati. Kendati masih saja ada rong-rongan untuk membubarkan bangsa ini, dasar Negara kita tetap kokoh sampai dengan hari ini.<\/p>\n<p>Kebijaksanaan pendiri bangsa kita sungguh seperti apa yang dikatakan Kitab Putra Sirakh hari ini: \u201cPemerintah yang bijak menjamin ketertiban dalam masyarakat,\u00a0pemerintah yang arif adalah yang teratur\u2026Raja yang tidak terdidik membinasakan rakyatnya,\u00a0tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan para pembesarnya.<\/p>\n<p>Kita terus berdoa semoga para pemimpin saat ini dianugerahi kebijaksanaan dalam memimpin bangsa kita agar kita dapat mewujutkan cita-cita bangsa kita, menjadi Negara yang adil, makmur dan sejahtera. Semoga kita sebagai warga Negara pun pada akhirnya memiliki kemerdekaan sejati, hidup yang tak terikat dan terbelenggu oleh kepentingan kelompok atau golongan atau penguasa, sebagaimana dikatakan oleh Santu Paulus, \u201cHiduplah sebagai orang merdeka, bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka.\u201d<\/p>\n<p>Semoga dalam merayakan kemerdekaan Negara kita ini, kita sebagai orang Katolik semaking menghayati pesan injil \u00a0&#8220;Berikanlah kepada Kaisar\u00a0apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar,\u00a0dan kepada Allah\u00a0apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.&#8221; Dengan kata lain, mari \u00a0menjadi katolik 100% dan menjadi warga Negara kesatuan Republik Indonesia 100%<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis\u00a0 17 Agustus 2017 HR Kemerdekaan Republik Indonesia Bacaan\u00a0 Sir 10:1-8; 1Ptr 2:13-17; Mat 22:15-21 &nbsp; Menjadi Katolk 100% &#8211; Menjadi warga NKRI 100% Merdeka! Merdeka!! Merdeka!!! Hari ini kita sebagai keluarga besar bangsa Indonesia merayakan hari jadi Negara kita yang ke 72. Kita bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang Maha Esa atas segala berkatnya yang telah dilimpahkan kepada kita selama 72 tahun ini. Kalau kita hening sejenak merefleksikan perjalanan bangsa kita, kita semua pasti sepakat bahwa selama 72&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6741\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6741","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6741","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6741"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6741\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6742,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6741\/revisions\/6742"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6741"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6741"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6741"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}