{"id":6922,"date":"2017-10-26T12:15:37","date_gmt":"2017-10-26T19:15:37","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=6922"},"modified":"2017-10-10T12:16:14","modified_gmt":"2017-10-10T19:16:14","slug":"jumat-pekan-biasa-xxix","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6922","title":{"rendered":"Jumat Pekan Biasa XXIX"},"content":{"rendered":"<p>Jumat Pekan Biasa XXIX<\/p>\n<p>Bacaan: Roma 7:18-25; Lukas 12:54-59<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Banyak orang di sekitar kita yang hidup hanya untuk \u201chari ini\u201d dan jarang mau menghadapi masalah kehidupannya. Mereka menjalani hidup asal menjalani saja, tanpa ada pemaknaan. Tipe orang macam demikian oleh Yesus disebut orang bodoh karena tidak mampu menilai jaman. Kemampuan dalam menilai jaman, seperti yang dimaksudkan oleh Yesus ini akan membuat orang dapat bertindak dengan tepat dan bijaksana. Kemampuan ini dianggap penting justru karena jaman terus berubah dan berkembang.<\/p>\n<p>Yesus sangat prihatin dengan orang-orang sejaman-Nya yang \u201cpura-pura\u201d tidak melihat tanda-tanda yang dikerjakan-Nya selama ini. Mereka sebenarnya mempunyai kemampuan untuk melihat tanda-tanda alam. Itulah sebabnya Yesus berkata: \u201c<em>Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai jaman ini??<\/em>\u201d Dengan pernyataan ini, Yesus menegaskan bahwa sebenarnya mereka telah bergaul, mengamat-amati atau bahkan telah menyelidiki hidup Yesus, namun mereka belum juga membuka hati untuk percaya dan menerima kebenaran yang diwartakan Yesus. Inilah yang menjadi keprihatinan Yesus.<\/p>\n<p>Melalui Injil hari ini, kita diajak untuk menjadi pribadi yang jujur dan selalu membuka diri terhadap kebaikan Allah yang nyata dalam diri Yesus. Kejujuran dan keterbukaan justru akan membuat kita belajar menghadapi kenyataan hidup, dan dengan demikian kita akan menjadi manusia yang dewasa dan bijaksana. Kualitas hidup macam ini akan menghancurkan kekerasan hati dan membuang jauh sikap munafik atau kepura-puraan. Marilah kita memohon agar kita mempunyai kepekaan untuk menilai jaman. Konkritnya: merenungkan dan menerima kebenaran kabar gembira yang dibawa Yesus dalam hidup kita. Dengan demikian, kita masing-masing akan dimampukan untuk menjadi perpanjangan tangan dan saluran berkat Allah bagi sesama kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat Pekan Biasa XXIX Bacaan: Roma 7:18-25; Lukas 12:54-59 &nbsp; Banyak orang di sekitar kita yang hidup hanya untuk \u201chari ini\u201d dan jarang mau menghadapi masalah kehidupannya. Mereka menjalani hidup asal menjalani saja, tanpa ada pemaknaan. Tipe orang macam demikian oleh Yesus disebut orang bodoh karena tidak mampu menilai jaman. Kemampuan dalam menilai jaman, seperti yang dimaksudkan oleh Yesus ini akan membuat orang dapat bertindak dengan tepat dan bijaksana. Kemampuan ini dianggap penting justru karena jaman terus berubah dan berkembang&#8230;.<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6922\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6922","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6922","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6922"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6922\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6923,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6922\/revisions\/6923"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6922"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6922"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6922"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}