{"id":6933,"date":"2017-10-16T15:53:43","date_gmt":"2017-10-16T22:53:43","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=6933"},"modified":"2017-10-14T20:34:22","modified_gmt":"2017-10-15T03:34:22","slug":"pembawa-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6933","title":{"rendered":"Pembawa Tuhan"},"content":{"rendered":"<p>Selasa, 17 Oktober 2017<br \/>\nHari Raya Peringatan Santo Ignatius dari Antiokh<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/NewImages_ignatiusofantioch.jpg\" alt=\"\" width=\"213\" height=\"276\" class=\"alignleft size-full wp-image-6934\" \/><\/p>\n<p>Roma 1:16-25<br \/>\nMazmur 19<br \/>\nLukas 11:37-41<\/p>\n<p>Alkisah, ketika Ignatius, Uskup Antiokh, diinterogasi oleh Kaisar Trajan di tahun 100-an, dia menyebut dirinya Theophorus atau &#8220;Pembawa Tuhan.&#8221; Ignatius menolak untuk menyangkal imannya dan memuja dewa-dewa bangsa Romawi. Dia selalu membawa Kristus dan tidak mungkin bisa melepaskan Kritus dari dirinya. Ia mengutip ayat dari Injil Yohanes 15:4: &#8220;Tinggallah di dalam Aku dan Aku akan tinggal di dalammu.&#8221; Ignatius memilih dihukum mati daripada mengkhianati Tuhan. Ia pun dikirim ke Roma dan dijadikan mangsa untuk singa-singa.<\/p>\n<p>Sebaliknya, orang-orang Farisi yang ditemui Yesus dalam Injil hari ini hanya kelihatannya saja membawa Tuhan. Mungkin lebih tepatnya dapat dikatakan mereka lebih suka mengusung Tuhan, mereka bangga dengan berkutat pada tata-cara peribadatan, segala hal yang membuat mereka terpandang dan menarik perhatian. Tetapi ini semua hanya eksternal, kelihatan dari luarnya saja. Tidak salah Yesus menyamakan mereka dengan piring dan cawan yang bersih luarnya tapi di dalamnya kotor dan penuh kejahatan. <\/p>\n<p>Menjadi &#8220;Pembawa Tuhan&#8221; seperti Santo Ignatius dari Antiokh membutuhkan lebih dari sekedar mengikuti peraturan-peraturan. Jika kita membawa Tuhan, berarti kita pun harus mampu menyebarkan kasih Tuhan kepada semua orang, berani melawan ketidakadilan dan segala macam penindasan. Jika kita sungguh percaya bahwa Tuhan ada dalam kita dan kita dalam Dia, tidak ada yang tidak mungkin kita lakukan. Dialah yang menguatkan kita untuk meneruskan misi penyelamatanNya di dunia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 17 Oktober 2017 Hari Raya Peringatan Santo Ignatius dari Antiokh Roma 1:16-25 Mazmur 19 Lukas 11:37-41 Alkisah, ketika Ignatius, Uskup Antiokh, diinterogasi oleh Kaisar Trajan di tahun 100-an, dia menyebut dirinya Theophorus atau &#8220;Pembawa Tuhan.&#8221; Ignatius menolak untuk menyangkal imannya dan memuja dewa-dewa bangsa Romawi. Dia selalu membawa Kristus dan tidak mungkin bisa melepaskan Kritus dari dirinya. Ia mengutip ayat dari Injil Yohanes 15:4: &#8220;Tinggallah di dalam Aku dan Aku akan tinggal di dalammu.&#8221; Ignatius memilih dihukum mati daripada&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=6933\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6933","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6933","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6933"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6933\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6935,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6933\/revisions\/6935"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6933"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6933"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6933"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}