{"id":7057,"date":"2017-12-04T11:47:19","date_gmt":"2017-12-04T19:47:19","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7057"},"modified":"2017-12-03T13:47:55","modified_gmt":"2017-12-03T21:47:55","slug":"selasa-pekan-adven-i-th-ii","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7057","title":{"rendered":"SELASA PEKAN ADVEN I TH II"},"content":{"rendered":"<p>SELASA PEKAN ADVEN I TH II<\/p>\n<p>Bacaan: Yesaya 11:1-10; Luk 10:21-24<\/p>\n<p>Hidup damai adalah dambaan setiap orang yang tinggal di dunia ini. Orang boleh mempunyai segala-galanya, namun apabila hatinya tidak merasa damai, semua hal yang dimilikinya itu serasa tak ada artinya. Hati yang damai dapat membuat masalah yang berat menjadi ringan, yang susah menjadi berkah, yang gelap menjadi terang dst.<\/p>\n<p>Lukisan kedamaian yang dibawa olah Sang Mesias, disampaikan dengan sangat indah dalam bacaan pertama hari ini. \u201cSerigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya&#8230;&#8230;\u201d. Penggambaran kedamaian dalam ayat ini memang aneh, namun sekaligus sangat indah. Itulah yang namanya kedamaian sempurna. Semua menjadi sahabat, semua menjadi teman.<\/p>\n<p>Kira-kira, manakah kunci kedamaian hati itu?? Injil hari ini menawarkan kepada kita kunci dari kedamaian hati manusia. Damai itu ada dalam hati orang yang mau menjadi sederhana, seperti anak kecil. Dengan kesederhanaan itu, orang akan menangkap misteri Kerajaan Allah yang diwartakan oleh Yesus. Itulah sebabnya Yesus bersabda, \u201dAku bersyukur kepada-Mu Bapa, Tuhan langit dan bumi karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada Anak kecil\u201d(ay. 21). Maksud dari perikop ini adalah: orang yang mengaku diri pandai dan bijak sebenarnya justru tidak menangkap misteri Kerajaan Allah sebab hatinya<\/p>\n<p>disibukkan oleh kepandaian dan kebijaksanaannya. Berbeda dengan orang yang sederhana atau anak kecil: kosong dan tidak punya pikiran macam-macam. Situasi ini memungkinkan Allah untuk lebih mudah mengisi hatinya. Dan jika Allah telah mengisi hatinya, damailah hidupnya. Semoga kita dapat bersikap seperti anak kecil dan membiarkan Allah mengisi kehidupan kita sehingga kita dapat menemukan kedamaian sejati dalam hidup kita. Tuhan memberkati!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SELASA PEKAN ADVEN I TH II Bacaan: Yesaya 11:1-10; Luk 10:21-24 Hidup damai adalah dambaan setiap orang yang tinggal di dunia ini. Orang boleh mempunyai segala-galanya, namun apabila hatinya tidak merasa damai, semua hal yang dimilikinya itu serasa tak ada artinya. Hati yang damai dapat membuat masalah yang berat menjadi ringan, yang susah menjadi berkah, yang gelap menjadi terang dst. Lukisan kedamaian yang dibawa olah Sang Mesias, disampaikan dengan sangat indah dalam bacaan pertama hari ini. \u201cSerigala akan tinggal bersama&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7057\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7057","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7057"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7058,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7057\/revisions\/7058"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}