{"id":7080,"date":"2017-12-13T11:14:37","date_gmt":"2017-12-13T19:14:37","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7080"},"modified":"2017-12-13T07:15:31","modified_gmt":"2017-12-13T15:15:31","slug":"siapa-bertelinga-hendaklah-ia-mendengar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7080","title":{"rendered":"SIAPA BERTELINGA, HENDAKLAH IA MENDENGAR!"},"content":{"rendered":"<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">Kamis, 14 Desember 2017<\/p>\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">PW. St. Yohanes dr Salib<\/p>\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">[<span lang=\"IN\">Yes. 41:13-20; Mzm. 145:9,10-11,12-13ab; Mat. 11:11-15<\/span>]<\/p>\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">SIAPA BERTELINGA, HENDAKLAH IA MENDENGAR!<\/p>\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">Kemarin semua frater tingkat VI menjalani ujian ad-audiendas, atau sering disebut dengan ujian kebijaksanaan. Kalau dirunut asal katanya, barangkali asalnya dari kata: \u2018ad audiendas confessiones\u2019, atau mendengarkan pengakuan dosa. Ya, karena dalam ujian ini ada tiga poin penting, yaitu mendengarkan kasus pengakuan dosa, kasus moral dan kasus perkawinan. Dalam kesempatan ini, dalam satu waktu seluruh pengetahuan yang pernah didapatkan di bangku kuliah, akan digunakan untuk menjadi \u2018batu uji\u2019 sehingga dapat memberikan tanggapan yang baik dan bijaksana serta tentu saja tepat dan tidak berlawanan dengan ajaran Gereja. Kunci utama dari ujian ini ketenangan, dan tentu saja kemampuan untuk mendengarkan. Kemampuan untuk mendengarkan ini tentu saja tidak dimiliki semua orang, karena membutuhkan latihan. Mendengarkan itu sesuatu yang penting dalam kehidupan manusia. Seseorang bisa lepas dari kehancuran atau menjadi binasa, hanya kalah mendengarkan info atau data yang salah.<\/p>\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">Yesus bersabda: \u201cSiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.\u201d Ajakan ini adalah ajakan untuk mendengarkan Dia yang akan datang. Mendengarkan Tuhan adalah sebuah pilihan sikap yang penting dan tak tergantikan, karena hanya Dialah yang harus didengarkan dengan sepenuh hati. Mendengarkan adalah sikap hati dan pemberian diri. Mendengarkan dengan keterbukaan hati berarti hanya membiarkan sesuatu yang baik saja, ke dalam dirinya. Hari-hari ini, hari-hari dimana kita semakin dekat dengan kehadiran Yesus, keselamatan sekaligus kebenaran sejati. Maka, hari-hari ini pun menjadi waktu yang istimewa bagi kita untuk berbenah dan menata hati sesuai dengan kebenaran yang akan datang tersebut. Mendengarkan Dia yang akan datang membawa keselamatan membutuhkan keterbukaan dan sikap sepenuh hati, maka kita mohon rahmat supaya kita dimampukan pada hal tersebut.<\/p>\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">Selamat pagi, selamat membuka hati pada kehadiran Yesus, Sang Kebenaran Sejati. GBU.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis, 14 Desember 2017 PW. St. Yohanes dr Salib [Yes. 41:13-20; Mzm. 145:9,10-11,12-13ab; Mat. 11:11-15] SIAPA BERTELINGA, HENDAKLAH IA MENDENGAR! Kemarin semua frater tingkat VI menjalani ujian ad-audiendas, atau sering disebut dengan ujian kebijaksanaan. Kalau dirunut asal katanya, barangkali asalnya dari kata: \u2018ad audiendas confessiones\u2019, atau mendengarkan pengakuan dosa. Ya, karena dalam ujian ini ada tiga poin penting, yaitu mendengarkan kasus pengakuan dosa, kasus moral dan kasus perkawinan. Dalam kesempatan ini, dalam satu waktu seluruh pengetahuan yang pernah didapatkan di&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7080\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7080","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7080","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7080"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7080\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7081,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7080\/revisions\/7081"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}