{"id":7097,"date":"2017-12-19T19:11:31","date_gmt":"2017-12-20T03:11:31","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7097"},"modified":"2017-12-19T19:11:31","modified_gmt":"2017-12-20T03:11:31","slug":"taat-pada-kehendak-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7097","title":{"rendered":"TAAT PADA KEHENDAK ALLAH"},"content":{"rendered":"<p>RENUNGAN HARIAN LUBUK HATI<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>RABU, 20 DESEMBER 2017<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Luk 1:26-38<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>TAAT PADA KEHENDAK ALLAH<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam masa penantian menyambut perayaan Natal dihadirkan Bunda Maria untuk lebih mengajak kita untuk semakin siap merayaan kelahiran Sang Mesias. Lewat teladan Maria, kita diajak untuk belajar taat dan setia pada kehendak Allah.\u00a0 Maria karena ketaatannya mampu menjalankan tugas panggilannya menjadi ibu Tuhan dan menjadi teladan kesetiaan bagi kita. Proses untuk menuju penyerahan diri pada kehendak Allah adalah proses yang panjang dan sulit, namun Maria mampu melewatinya dengan berkata: \u201cAku ini hamba Tuhan terjadilah menurut kehendak-Mu\u201d.<\/p>\n<p>Sebelum mampu menjawab panggilan Tuhan, Maria bergulat dengan dirinya sendiri yaitu mengesampingan segala kecemasan, keraguan, ketakutan dan pada akhirnya menyerahkan semua pada kehendak Allah. Ketika Maria berani menyerahkan semua pada kekendak Allah maka mulailah Allah bekerja dalam diri Maria dan karya keselamatan terlaksana.\u00a0 Perjuangan Maria menjadi inspirasi bagi semua orang beriman untuk terus berjuang menghayati panggilannya dan \u00a0akhirnya sebagai orang beriman bukan lagi mengandalkan diri sendiri dan berjalan sendiri, namun berjalan bersama Allah dan penyerahkan seluruh pergulatan hidup kepada Allah.<\/p>\n<p>Seperti Maria karena ketaatannya pada Allah, ia menjadi sarana keselamatan bagi sesama, demikian juga kehadiran orang beriman menjadi berkat yang menyelamatkan bagi sesamanya jika ia setia dan taat pada kekendak Allah.\u00a0 Rahmat Allah akan bekerja dalam diri kita jika ada keterbukaan dan menyangkalan diri seperti telah dilakukan oleh Bunda Maria. Tantangan yang terbesar dalam diri orang beriman adalah diri sendiri. Lewat kesaksian hidup Maria, kita diajak untuk terus belajar untuk menyangkal diri agar pada akhirnya kita selalu berkata: \u201cAku ini hamba Tuhan, terjadilah menurut kehendak Mu\u2019. Melalui ketaatan kita pada kehendak Allah, kita akan dijadikan alat-alatNya untuk menolong mereka yang berputus-asa dan menderita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RENUNGAN HARIAN LUBUK HATI &nbsp; RABU, 20 DESEMBER 2017 &nbsp; Luk 1:26-38 &nbsp; TAAT PADA KEHENDAK ALLAH &nbsp; Dalam masa penantian menyambut perayaan Natal dihadirkan Bunda Maria untuk lebih mengajak kita untuk semakin siap merayaan kelahiran Sang Mesias. Lewat teladan Maria, kita diajak untuk belajar taat dan setia pada kehendak Allah.\u00a0 Maria karena ketaatannya mampu menjalankan tugas panggilannya menjadi ibu Tuhan dan menjadi teladan kesetiaan bagi kita. Proses untuk menuju penyerahan diri pada kehendak Allah adalah proses yang panjang dan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7097\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7097","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7097","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7097"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7097\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7098,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7097\/revisions\/7098"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7097"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7097"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7097"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}