{"id":7116,"date":"2017-12-23T11:06:03","date_gmt":"2017-12-23T19:06:03","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7116"},"modified":"2017-12-23T10:06:46","modified_gmt":"2017-12-23T18:06:46","slug":"patuh-dan-taat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7116","title":{"rendered":"PATUH DAN TAAT"},"content":{"rendered":"<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">*KAWAN-KAWAN SEPERJALANAN*<\/p>\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">Minggu, 24 Desember 2017<\/p>\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">HARI MINGGU ADVEN IV<\/p>\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">[<span lang=\"IN\">2Sam. 7:1-5,8b-12,14a,16; Mzm. 89:2-3,4-5,27,29; Rm. 16:25-27; Luk. 1:26-38<\/span>]<\/p>\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">PATUH DAN TAAT<\/p>\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">Meneruskan kembali kisah-kisah \u2018legend\u2019 kebandelan dan ke-mbeling-an saya sewaktu kecil. Sedari kecil, saya ini termasuk orang yang suka membantah perkataan orang tua, bukan secara frontal tapi secara sembunyi-sembunyi. Kalau mereka suka meminta untuk tidur siang, nah saya tidak akan membantah langsung, tapi bantahan saya terwujud dengan \u2018sembunyi-sembunyi\u2019 pergi dari rumah dan dolan ke tempat teman. Nah, suatu hari, dengan \u2018modus\u2019 yang sama, saya bersama beberapa teman, pergi ke sungai kecil di belakang rumah. Dulu waktu masih di Muntilan, sungai kecil itu jarang dijamah orang karena dalam dan banyak batu-batunya. Dan, apa yang terjadi? Siang itu, saya hampir tenggelam di sungai karena mengira bahwa sungainya dangkal tapi ternyata dalam, dan dasarnya memang tidak bisa berenang. Orang tua juga khawatir, dan sesampai rumah mereka hanya bilang: \u201cUh, dikasih tahu orang tua, gak manut sih!\u201d Semenjak itu, saya selalu manut saja apa pun perkataan orang tua, karena bagi saya mereka selalu mengarahkan saya pada sesuatu yang baik.<\/p>\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">Sosok Maria adalah sosok yang \u2018manut\u2019 dalam menyambut kabar dan ketetapan Allah bagi dirinya. Anak yang dikandungnya adalah Anak yang disebut sebagai \u2018yang kudus dari Allah\u2019. Namun, ketetapan itu terasa tidak mudah untuk dijalani, karena segala sesuatunya berjalan dengan begitu cepatnya. Namun, Maria memilih untuk taat dan \u2018manut\u2019 pada kehendak Allah atas diri dan hidupnya. Menjadi \u2018manut\u2019 itu kadang tidak mudah karena kita cenderung mempercayai diri sendiri, dan segala sesuatu yang kita percayai sebagai kebenaran. Namun, kadang kehendak Allah, \u2018meruntuhkan\u2019 dan menghancurkan pengetahuan kita itu dengan sesuatu yang kadang mengejutkan dan membutuhkan jawaban segera. Dan Maria memilih menjawab \u2018ya\u2019 pada sesuatu yang sebenarnya tidak mudah untuk dipercayai dan tidak mudah dinalar dengan logika. Maria mengajarkan kita untuk patuh dan taat pada rencana Allah atas hidup kita, karena dengan begitu kita juga sedang merintis dan mewujudkan karya besar Allah dalam diri kita dan dalam diri semua orang di sekitar kita.<\/p>\n<p class=\"x_gmail-MsoNormal\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>*KAWAN-KAWAN SEPERJALANAN* Minggu, 24 Desember 2017 HARI MINGGU ADVEN IV [2Sam. 7:1-5,8b-12,14a,16; Mzm. 89:2-3,4-5,27,29; Rm. 16:25-27; Luk. 1:26-38] PATUH DAN TAAT Meneruskan kembali kisah-kisah \u2018legend\u2019 kebandelan dan ke-mbeling-an saya sewaktu kecil. Sedari kecil, saya ini termasuk orang yang suka membantah perkataan orang tua, bukan secara frontal tapi secara sembunyi-sembunyi. Kalau mereka suka meminta untuk tidur siang, nah saya tidak akan membantah langsung, tapi bantahan saya terwujud dengan \u2018sembunyi-sembunyi\u2019 pergi dari rumah dan dolan ke tempat teman. Nah, suatu hari, dengan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7116\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7116","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7116","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7116"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7116\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7117,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7116\/revisions\/7117"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7116"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7116"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7116"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}