{"id":7161,"date":"2018-01-04T10:55:39","date_gmt":"2018-01-04T18:55:39","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7161"},"modified":"2018-01-01T07:57:17","modified_gmt":"2018-01-01T15:57:17","slug":"beriman-kepada-yesus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7161","title":{"rendered":"Beriman kepada Yesus"},"content":{"rendered":"<p>Beriman kepada Yesus<\/p>\n<p>Yoh 1, 43-51<\/p>\n<p>Masing-masing dari kita pastilah mempunyai pengalaman pribadi mengenai bagaimana kita mengimani Yesus. Dalam perjalanan waktu kita dihadapkan pada suatu pengalaman iman. Injil hari ini mengundang kita untuk melihat kembali pengalaman mengenal Pribadi Yesus. Pengalaman itulah yang sering kali memberi kekuatan dan harapan ketika kita mengalami keraguan dan ketidakpastian. Pengalaman akan perjumpaan dengan orang lain kadang juga menjadi saat yang menuntun kita untuk mengenalNya secara lebih dekat. Seperti halnya pengalaman yang dialami Filipus dan Nathanael atau Bartelomeus. Pada awalnya Filipus mengenalkan dan menyakinkan Nathanael akan Yesus, adalah seorang Mesias. Namun Nathanael tidak percaya begitu saja, justru dia cenderung meremehkan kota Nazareth yang kecil dan tidak terkenal, menjadi tempat lahirNya Sang Mesias. \u201cMana mungkin ada sesuatu yang baik berasal dari kota kecil yang bernama Nazaret\u201d, kira-kira demikian ungkapan keraguan Nathanael. Dalam keragu-raguannya, seketika itu juga Filipus mengundang Nathanael untuk datang dan melihatnya sendiri siapakah Yesus itu. Kata \u2018datang\u2019 dan \u2018melihat\u2019 seolah hendak menekankan pentingnya pengalaman personal, pengalaman pribadi untuk mengenal identitas Yesus Kristus.<\/p>\n<p>Akhirnya perjumpaan secara pribadi dengan Yesus, mampu membuka hati Nathanael. Yesus sendirilah, melalui kekuatan Roh Kudus, telah menyentuh hati mereka dan membuka pikiran mereka untuk mengenal identitas Yesus, sebagai Mesias. Kita bisa melihat bagaimana kehausan Nathanael untuk mengenal Pribadi Yesus, mampu mengantarnya untuk percaya kepada Yesus sebagai Mesias. Seperti kita ketahui Nathanael adalah seseorang yang mengetahui ilmu Kitab Suci, hukum taurat dan kitab para Nabi, namaun Nathanael adalah seseorang yang dengan tulus mencari Allah. Dia tidak hanya mencari untuk memuaskan pengetahuannya belaka, tetapi dia terus mencari jalan untuk membangun relasi yang intim dengan Allah. Untuk itulah ia mempunyai keinginan yang besar untuk berjumpa dengan Yesus. Di awal tahun yang baru ini, kita mengawalinya dengan penuh harapan karena Allah tinggal bersama kita, Emanuel. Dalam misteri Inkarnasi, Allah mengambil rupa sebagai manusia dan membawa dan menyertai kita dalam perjalanan hidup kita. Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus telah mengalahkan dosa dan memberikan hidup baru kepada kita.<\/p>\n<p>\u201cBapa yang ada di Surga, melalui PuteraMu, Yesus Kristus, Engkau telah membuka bagi kami jalan menuju Kerajaan Surga. Semoga kami mampu mengenali kehadiranMu dalam diri kami dan sesama kami. Semoga kami selalu menemukan kegembiraan dan kedamaian dalam hidup kami sehari-hari\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beriman kepada Yesus Yoh 1, 43-51 Masing-masing dari kita pastilah mempunyai pengalaman pribadi mengenai bagaimana kita mengimani Yesus. Dalam perjalanan waktu kita dihadapkan pada suatu pengalaman iman. Injil hari ini mengundang kita untuk melihat kembali pengalaman mengenal Pribadi Yesus. Pengalaman itulah yang sering kali memberi kekuatan dan harapan ketika kita mengalami keraguan dan ketidakpastian. Pengalaman akan perjumpaan dengan orang lain kadang juga menjadi saat yang menuntun kita untuk mengenalNya secara lebih dekat. Seperti halnya pengalaman yang dialami Filipus dan Nathanael&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7161\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7161","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7161","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7161"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7161\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7162,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7161\/revisions\/7162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}