{"id":7230,"date":"2018-02-05T11:20:20","date_gmt":"2018-02-05T19:20:20","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7230"},"modified":"2018-02-01T15:21:05","modified_gmt":"2018-02-01T23:21:05","slug":"peringatan-st-paulus-miki-dkk-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7230","title":{"rendered":"Peringatan St. Paulus Miki dkk"},"content":{"rendered":"<p>SELASA PEKAN BIASA V<\/p>\n<p>Peringatan St. Paulus Miki dkk<\/p>\n<p>(1 Raja-raja 8:22-23; 27-30; Markus 7:1-13)<\/p>\n<p>Sering kita menjumpai banyak orang yang bersikap sangat kaku terhadap peraturan-peraturan, termasuk aturan liturgi dalam Gereja, misalnya: kapan harus berlutut, kapan harus membuat tanda salib, kapan harus mengambil air suci, berapa kali harus membuat tanda salib dll. Orang-orang macam demikian sering beranggapan bahwa: jika mereka melakukan kesalahan pada aturan-aturan tersebut, maka akan berakibat fatal bagi hidup dan keselamatan mereka. Oleh karena itu, saking kakunya, orang menjadi serba tegang dan serba takut. Orang menjadi takut salah dan menyalahi aturan sehingga bersikap keras terhadap diri sendiri dan orang lain.<\/p>\n<p>Dalam bacaan Injil hari ini, ditegaskan agar kita jangan jatuh pada semangat legalisme, formalisme, dan ritualisme. Maksudnya, kita jangan terlalu menekankan peraturannya sehingga justru lupa akan \u201croh\u201d nya atau semangat dari dibuatnya hukum tersebut. Tuhan Yesus mengkritik habis orang-orang Farisi yang jatuh ke semangat legalistik-ritualisme. Di sini, Yesus bukannya menolak hukum Taurat. Yesus hanya tidak setuju kalau orang menghilangkan \u201croh\u201d atau inti dari hukum tersebut dan hanya terjebak pada aturan belaka.<\/p>\n<p>Doa Salomo dalam bacaan I hari ini menunjuk pada semangat atau Roh iman yang harus selalu diperjuangkan. Itulah doa mereka di mana mereka memohon agar Tuhan berkenan hadir dan tinggal di bait suci, tinggal di antara kita.<\/p>\n<p>Aturan atau hukum memang penting untuk diperhatikan, namun kita jangan terlalu kaku melaksanakannya. Kita harus fleksibel dan mengutamakan nilai yang lebih tinggi dari sekedar aturan belaka. Semoga rahmat Tuhan senantiasa membantu kita untuk menangkap makna atau<\/p>\n<p>nilai dari setiap peraturan sehingga peraturan itu dapat menghantar kita kepada Tuhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SELASA PEKAN BIASA V Peringatan St. Paulus Miki dkk (1 Raja-raja 8:22-23; 27-30; Markus 7:1-13) Sering kita menjumpai banyak orang yang bersikap sangat kaku terhadap peraturan-peraturan, termasuk aturan liturgi dalam Gereja, misalnya: kapan harus berlutut, kapan harus membuat tanda salib, kapan harus mengambil air suci, berapa kali harus membuat tanda salib dll. Orang-orang macam demikian sering beranggapan bahwa: jika mereka melakukan kesalahan pada aturan-aturan tersebut, maka akan berakibat fatal bagi hidup dan keselamatan mereka. Oleh karena itu, saking kakunya, orang&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7230\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7230","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7230","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7230"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7230\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7231,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7230\/revisions\/7231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}