{"id":7298,"date":"2018-03-01T11:10:50","date_gmt":"2018-03-01T19:10:50","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7298"},"modified":"2018-02-28T08:11:32","modified_gmt":"2018-02-28T16:11:32","slug":"kekejaman-karena-ambisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7298","title":{"rendered":"KEKEJAMAN KARENA AMBISI"},"content":{"rendered":"<p>Renungan: Jumat, 02 Maret 2018<\/p>\n<p>Kejadian 37:3-4.12.13a.17b-28<\/p>\n<p>Matius 21:33-43.45-46<\/p>\n<p>KEKEJAMAN KARENA AMBISI<\/p>\n<p>\u201cIa adalah ahli waris! Mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita\u201d<\/p>\n<p>Manusia selalu tidak pernah puas dengan apa yang telah diterimanya. Kita selalu ingin mendapat lebih dan lebih, kalau bisa kita ambil saja apa yang bukan hak kita agar kita \u201clebih\u201d dari orang lain. Hal ini pula yang digambarkan dalam bacaan Injil hari ini. dalam bacaan Injil kita diajak untuk melihat bagaimana serakahnya para pekerja yang ingin agar kebun anggur yang mereka kerjakan bisa menjadi milik mereka seutuhnya. Mereka tidak sadar bahwa hak seorang pekerja tidak akan melebihi hak dari pemilik ladang, sehingga selalu merasa tidak puas hingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Padahal jika kita melihat pemilik kebun anggur, Ia adalah pribadi yang amat baik. Ia baik karena memberikan lapangan pekerjaan, memberikan sumber penghasilan, pekerjanya berbuat salah pun masih diberi kesempatan. Namun semua hal itu tidak mereka lihat. Yang mereka lihat dan mereka kejar adalah ambisi untuk menguasai.<\/p>\n<p>Gambaran para pekerja layaknya imam-imam kepala dan orang-orang Farisi yang berencana membunuh Yesus juga bisa jadi adalah gambaran diri kita yang punya banyak ambisi dalam hidup. Ada yang punya ambisi untuk naik jabatan hingga \u201cmenggadaikan\u201d Tuhan, ada yang berambisi mendapatkan kekayaan hingga melakukan korupsi agar bisa kaya dengan instan, atau ada juga yang sampai membunuh agar kekayaannya makin banyak dan melimpah. Kita kerap kali buta dan tidak bisa berfikir dengan jernih saat dihadapkan dengan ambisi-ambisi duniawi yang begitu mempesona. Kita menjadi begitu kejam hingga sampai-sampai rela \u201cmembunuh Tuhan\u201d demi ambisi yang kita miliki. Bisa jadi semuanya muncul karena kita tidak punya rasa syukur dalam hati. Kita tidak bisa bersyukur sehingga apa yang kita milki terasa selalu kurang dan kurang. Hari ini marilah kita mencoba untuk bersyukur atas semua berkat yang Tuhan berikan agar ambisi-ambisi kita tidak membawa kita pada kekejaman di tengah dunia yang makin kejam ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Renungan: Jumat, 02 Maret 2018 Kejadian 37:3-4.12.13a.17b-28 Matius 21:33-43.45-46 KEKEJAMAN KARENA AMBISI \u201cIa adalah ahli waris! Mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita\u201d Manusia selalu tidak pernah puas dengan apa yang telah diterimanya. Kita selalu ingin mendapat lebih dan lebih, kalau bisa kita ambil saja apa yang bukan hak kita agar kita \u201clebih\u201d dari orang lain. Hal ini pula yang digambarkan dalam bacaan Injil hari ini. dalam bacaan Injil kita diajak untuk melihat bagaimana serakahnya para pekerja yang&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7298\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7298","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7298","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7298"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7298\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7299,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7298\/revisions\/7299"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7298"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7298"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}