{"id":7300,"date":"2018-03-02T11:12:16","date_gmt":"2018-03-02T19:12:16","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7300"},"modified":"2018-02-28T08:13:51","modified_gmt":"2018-02-28T16:13:51","slug":"sulung-atau-bungsu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7300","title":{"rendered":"SULUNG ATAU BUNGSU ?"},"content":{"rendered":"<p>Renungan: Sabtu, 03 Maret 2018<\/p>\n<p>Mikha 7:14-15.18-20<\/p>\n<p>Lukas 15:1-3.11-32<\/p>\n<p>SULUNG ATAU BUNGSU ?<\/p>\n<p>\u201cIa menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka\u201d<\/p>\n<p>Kebiasaan untuk menggosip dan membicarakan orang lain rasanya berbanding lurus dengan kebiasaan kita untuk menilai buruk orang lain. Kalau ada orang yang pernah berbuat salah, maka kita akan memberikan label dan cap-cap negatif padanya. Walau berulang kali ia berbuat baik, label dan cap itu akan amat sulit hilang, apalagi jika orang yang bersangkutan adalah orang yang terkenal penuh dengan dosa.<\/p>\n<p>Kita sebagai anak-anak Bapa yang baik hati bisa saja ada dalam kelompk anak bungsu yang meminta warisan, pergi dari rumah, dan akhirnya sengsasa, lalu pulang kembali ke rumah atau ada juga yang seperti anak sulung. Anak sulung yang merasa selalu benar dan menganggap salah Bapanya karena menyambut hangat adiknya yang pulang. Anak sulung seolah begitu benci dengan sang adik hingga ia tidak bisa melihat kebaikan Sang Ayah, karena kebenciannya pula ia tidak bisa mengikuti pesta kebahagiaan dan tetap memilih di luar dengan amarah yang masih berkobar. Jika kita adalah kelompok anak bungsu; maka kita patut berbahagia karena walau kita orang berdosa kita masih diberi kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki relasi dengan Allah. Namun jika kita adalah anak sulung maka sungguh celakalah kita. Rasa benci kita pada orang lain, kebiasaan kita memberikan label dan cap negatif pada orang lain, dan amarah yang membara dalam hati ternyata menjadi kebiasaan diri kita yang membuat kita menjadi jauh dari belas kasih Allah. Saat orang lain bersukacita karena pengampunan, kita malah masih sibuk dengan rasa benci yang sebenarnya betul-betul tidak perlu.<\/p>\n<p>Marilah hari ini kita melepaskan kebencian dan label-label negatif yang kita sematkan pada orang lain. Bisa saja kita masih sibuk dengan perasan negatif kita sementara orang yang kita cap negatif itu justru sudah lebih bahagia karena ia sudah bebas dari dosa karena lebih dekat dengan Allah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Renungan: Sabtu, 03 Maret 2018 Mikha 7:14-15.18-20 Lukas 15:1-3.11-32 SULUNG ATAU BUNGSU ? \u201cIa menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka\u201d Kebiasaan untuk menggosip dan membicarakan orang lain rasanya berbanding lurus dengan kebiasaan kita untuk menilai buruk orang lain. Kalau ada orang yang pernah berbuat salah, maka kita akan memberikan label dan cap-cap negatif padanya. Walau berulang kali ia berbuat baik, label dan cap itu akan amat sulit hilang, apalagi jika orang yang bersangkutan adalah orang yang terkenal penuh&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7300\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7300","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7300","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7300"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7300\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7301,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7300\/revisions\/7301"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}