{"id":7325,"date":"2018-03-12T02:18:06","date_gmt":"2018-03-12T09:18:06","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7325"},"modified":"2018-03-11T19:24:19","modified_gmt":"2018-03-12T02:24:19","slug":"menolong-dalam-hal-kecil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7325","title":{"rendered":"Menolong dalam hal kecil"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"irc_mi alignright\" src=\"http:\/\/thebusinessanswer.com\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Helping-Others.jpg\" alt=\"Image result for helping others\" width=\"301\" height=\"188\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Yohanes 5: 1-16<\/p>\n<p>Sabtu lalu saya naik kereta Gajayana dari Malang ke Yogyakarta. Kereta kami berangkat jam \u00a013.30 siang. Beberapa menit sebelumnya tiba-tiba sepasang suami-istri berlarian memasuki kereta dengan bawaan yang banyak, dua koper, beberapa tas plastic dan tas tangan. Sang suami dibantu potter menaikkan tas mereka ke loker di bagian atas kereta. Tiba-tiba sang istri bertanya, \u201cDimana 2 tas isi makanan kita?\u201d Sang suami tak menemukannya. Padahal kereta kami mulai berjalan pelan, dan sang istri melihat dua tas isi makanan masih tertinggal di peron tunggu. \u00a0Tas plastic yang tertinggal itu berisi makanan untuk buah tangan bagi saudara mereka di Yogya.<\/p>\n<p>Keributan keluarga ini mengundang perhatian petugas kereta api. Sang istri menceritakan persoalannya kalau barang mereka tertinggal di kursi tunggu. Bapak petugas berkata, \u201cTak usah khawatir bu, saya akan meminta petugas di peron untuk membawa makanan itu pada pos tiket. Nanti keluarga ibu yang di Malang diminta mengambilnya di sana.\u201d Satu jam kemudian kereta kami sampai di kota Blitar. Sang istri mendapat telefon dari anaknya, \u201cMama, makanannya sudah aku ambil di stasiun Malang!\u201d saya masih mendengar jawaban ibu itu, \u201cBeruntunglah kamu masih bisa mendapatkan karena pertolongan bapak petugas kereta!\u201d<\/p>\n<p>Menyelamatkan plastik oleh-oleh adalah perkara kecil. Namun hal itu membuat saya senang sebagai orang Indonesia bahwa masih banyak orang mau menolong orang lain meski itu soal kecil.<\/p>\n<p>Bacaan hari ini bercerita kalau seorang lumpuh terbaring 38 tahun dekat kolam Bethesda, dan tak ada orang yang membantunya masuk ke air saat air kolam bergelombang. Orang Yahudi percaya kalau seorang sakit masuk pertama kali ke kolam Bethesda saat air sedang bergelombang, dia akan disembuhkan. Pastilah orang-orang sakit akan berlomba untuk menjadi yang pertama menyebur ke kolam. Si lumpuh ini tak pernah punya kesempatan menjadi \u00a0juara pertama masuk ke kolam karena dia tak bisa berjalan.<\/p>\n<p>Beruntunglah Yesus bertemu dengan si lumpuh, dan tanpa harus masuk ke kolam Yesus menyembuhkannya dan meminta dia langsung berdiri membawa tikar tempatnya berbaring. Setelah terbaring lama, akhirnya orang lumpuh ini bisa berjalan<\/p>\n<p>Mari kita berlomba untuk menolong orang lain. Meski kecil bantuan kita, bisa jadi hal itu sangat berharga bagi orang yang kita tolong.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Yohanes 5: 1-16 Sabtu lalu saya naik kereta Gajayana dari Malang ke Yogyakarta. Kereta kami berangkat jam \u00a013.30 siang. Beberapa menit sebelumnya tiba-tiba sepasang suami-istri berlarian memasuki kereta dengan bawaan yang banyak, dua koper, beberapa tas plastic dan tas tangan. Sang suami dibantu potter menaikkan tas mereka ke loker di bagian atas kereta. Tiba-tiba sang istri bertanya, \u201cDimana 2 tas isi makanan kita?\u201d Sang suami tak menemukannya. Padahal kereta kami mulai berjalan pelan, dan sang istri melihat dua tas&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7325\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7325","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7325","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7325"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7325\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7326,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7325\/revisions\/7326"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7325"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7325"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7325"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}