{"id":7327,"date":"2018-03-14T06:20:55","date_gmt":"2018-03-14T13:20:55","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7327"},"modified":"2018-03-14T06:20:55","modified_gmt":"2018-03-14T13:20:55","slug":"identitas-menentukan-tindakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7327","title":{"rendered":"IDENTITAS MENENTUKAN TINDAKAN"},"content":{"rendered":"<p class=\"x_MsoNormal\">Renungan Lubuk Hati<\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\">Rabu, 14 Maret 2018<\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\">Hari Biasa Pekan IV Prapaskah<\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\">[Yes. 49:8-15; Mzm. 145:8-9,13-14, 17-18; Yoh. 5:17-30]<\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\">\n<p class=\"x_MsoNormal\">IDENTITAS MENENTUKAN TINDAKAN<\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\">\n<p class=\"x_MsoNormal\">Setiap orang tentu memiliki identitas, entah itu karena asal usul atau tujuan yang hendak dicapai. Identitas seseorang menentukan cara berada orang tersebut, terhadap yang lain. Cara berada akan menjadi sebuah perwakilan dari identitas yang dicirikan. Kalau ada seorang dari Jawa, maka ungkapan-ungkapan dalam bahasa Jawa menjadi cara berada yang mencirikan bahwa dia memang orang Jawa. Dan seterusnya. Perihal identitas ini, juga dialami oleh Yesus ketika berhadapan dengan ahli-ahli Taurat, yang terus menerus \u2018mengincar\u2019 kesalahanNya. Kali ini, masih meneruskan perkara tentang hari Sabat, dan Yesus menyingkapkan identitasNya yang berasal dari Bapa. Semua tindakanNya merujuk dari semua tindakan Bapa, tempat Dia berasal. IdentitasNya ditentukan oleh Bapa sendiri. Maka, Yesus akan bertindak, sesuai dengan perintah Bapa kepadaNya.<\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\">\n<p class=\"x_MsoNormal\">Dari situ, kita juga belajar tentang identitas hidup kita. Apa identitas hakiki hidup kita? Apa perutusan hidup kita di dunia? Sekedar manusia biasa, atau manusia yang mendapat anugerah hidup baru dari Allah. Identitas rohani kita berasal dari Allah sendiri, maka sudah seharusnya kalau hidup kita pun mencirikan hakekat rohani tersebut. Semua perbuatan, tugas dan karya kita, semata-mata adalah menghadirkan Allah sebagai identitas utama hidup kita. Maka, kalau menghadirkan \u2018selain\u2019 Allah, berarti kita sedang mengingkari identitas kita sendiri, tapi itulah yang sering terjadi. Maka, semoga kita, senantiasa dalam posisi sadar identitas, manakala berpikir, berucap dan bertindak, terlebih dalam relasi kita bersama sesama manusia, karena tidak bisa tidak, kita ini memegang identitas dari Allah, dan untuk Dia-lah kita bertindak dan berkarya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Renungan Lubuk Hati Rabu, 14 Maret 2018 Hari Biasa Pekan IV Prapaskah [Yes. 49:8-15; Mzm. 145:8-9,13-14, 17-18; Yoh. 5:17-30] IDENTITAS MENENTUKAN TINDAKAN Setiap orang tentu memiliki identitas, entah itu karena asal usul atau tujuan yang hendak dicapai. Identitas seseorang menentukan cara berada orang tersebut, terhadap yang lain. Cara berada akan menjadi sebuah perwakilan dari identitas yang dicirikan. Kalau ada seorang dari Jawa, maka ungkapan-ungkapan dalam bahasa Jawa menjadi cara berada yang mencirikan bahwa dia memang orang Jawa. Dan seterusnya. Perihal&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7327\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7327","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7327","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7327"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7327\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7328,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7327\/revisions\/7328"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7327"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7327"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7327"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}