{"id":7350,"date":"2018-03-18T19:15:37","date_gmt":"2018-03-19T02:15:37","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7350"},"modified":"2018-03-18T19:15:37","modified_gmt":"2018-03-19T02:15:37","slug":"keteladan-hidup-st-yosef","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7350","title":{"rendered":"Keteladan hidup St. Yosef"},"content":{"rendered":"<p>Senin, 19 Maret 2018<\/p>\n<p>Keteladan hidup St. Yosef<\/p>\n<p>Mat 1,16.18-21.24a<\/p>\n<p>Hari ini Gereja merayakan Hari Raya SantoYosef, suami Maria. Keempat Injil tidak banyak mengkisahkan tentang pribadi Santo Yosef, bahkan tidak ada sepatah kata pun yang diucapkan oleh Santo Yosef dalam peristiwa sekitar kelahiran Yesus. Injil Lukas dan Matius menyebut namanya tetapi tidak menuliskan apa yang dikatakannya. Ia adalah seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab. Dia bersama Maria mencari Yesus di Bait Allah. \u00ab AyahMu dan saya, kami mencariMu dengan penuh kecemasan, demikian yang dikatakan Maria, ibuNya. Hal itu memberikan gambaran kepada kita siapa pribadi santo Yosef. Ia juga membawa Bunda Maria dan Bayi Yesus untuk mengungsi ke Mesir. Ketaatan dan kesetiaannya akan rencana Allah sungguh menjadi teladan bagi kita. Meski tidak ada kisah yang menceritakan akhir hidup dan kematiannya, tanpa diragukan Santo Yosef adalah gambaran indah seorang \u2018Ayah\u2019, seorang kepala keluarga yang juga menampilkan seorang pribadi yang taat kepada kehendak Allah, yang setia memegang janji, yang sederhana dan sekaligus pribadi yang hening menerima segala kesulitan.<\/p>\n<p>Dari kisah Injil yang kita renungkan hari ini, kita diundang merenungkan dua keteladanan yang ditunjukkan oleh pribadi santo Yosef. Yang pertama adalah sikap taat, menerima kehendak Allah. \u00ab Yosef, anak Daud jangan takut mengambil Maria sebagai isterimu \u00bb, demikian sapaan malaikat Gabriel kepadanya. Dan ia pun taat kepada apa yang dikehendaki Allah. Yang kedua adalah sikap untuk merenungkan segala peristiwa hidup dan akhirnya ia mampu mengambil keputusan yang benar. Santo Yosef memberikan keteladanan dalam menerima kesulitan dan sanggup menjalankan apa yang dikehendaki Allah. Masa prapaskah adalah kesempatan baik bagi kita untuk menemukan apa yang dikehendaki Allah atas hidup kita.<\/p>\n<p>\u201cAllah yang Maha Kasih, kami bersyukur atas keteladanan hiduup Santo Yosef. Buatlah hidup kami mampu untuk menghidupi kesederhanaan, kesetiaan dan ketaatan yang diteladankan oleh Santo Yosef.\u201d Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin, 19 Maret 2018 Keteladan hidup St. Yosef Mat 1,16.18-21.24a Hari ini Gereja merayakan Hari Raya SantoYosef, suami Maria. Keempat Injil tidak banyak mengkisahkan tentang pribadi Santo Yosef, bahkan tidak ada sepatah kata pun yang diucapkan oleh Santo Yosef dalam peristiwa sekitar kelahiran Yesus. Injil Lukas dan Matius menyebut namanya tetapi tidak menuliskan apa yang dikatakannya. Ia adalah seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab. Dia bersama Maria mencari Yesus di Bait Allah. \u00ab AyahMu dan saya, kami mencariMu dengan penuh&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7350\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7350","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7350","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7350"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7350\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7351,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7350\/revisions\/7351"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7350"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7350"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7350"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}