{"id":7352,"date":"2018-03-19T10:48:55","date_gmt":"2018-03-19T17:48:55","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7352"},"modified":"2018-03-19T06:49:39","modified_gmt":"2018-03-19T13:49:39","slug":"jalan-salib-jalan-kehidupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7352","title":{"rendered":"JALAN SALIB, JALAN KEHIDUPAN"},"content":{"rendered":"<p>Selasa, 20 Maret 2018<\/p>\n<p>JALAN SALIB, JALAN KEHIDUPAN<\/p>\n<p>Yoh 8:21-30<\/p>\n<p>Tak jarang hidup manusia seantiasa dihadapkan pada penderitaan atau kesulitan yang tidak kita harapkan. Hal itulah yang juga terjadi ketika bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir. Mereka mengalami berbagai penderitaan akibat dari keganasan padang gurun dan tentu karena dosa-dosa<\/p>\n<p>mereka dan karena hati mereka begitu keras untuk taat dan mendengarkan kehendak Allah. Kemudian Allah memerintahkan nabi Musa : \u201c Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.\u201d (Bil 21:8). Tanda ular tembaga itu mengingatkan bangsa Israel mengenai dua hal : sengat dosa membawa kematuian dan penderitaan dan pertobatan menuntun kepada Allah yang menyembuhkan dan berbelaskasih. Demikian juga Salib Kristus menghancurkan dan mengalahkan kuasa dosa dan memberikan pengampunan dosa, penyelbuhan, pengampunan dan hidup kekal kepada mereka yang percaya.<\/p>\n<p>Pada minggu kelima dalam masa prapaskah ini, kita diundang untuk masuk dalam permenungan tentang SALIB. Bagaimana kita menemukan dan menerima Salib sebagai sumber kesembuhan, pemulihan, pengampunan dosa dan kebangkitan dalam hidup kita ? Kesembuhan dan pemulihan senantiasa juga kita rindukan di saat kita mengalami situasi yang bangsa Israel hadapi. Dosa dalam arti sesungguhnya adalah hidup yang terpisah dari Kasih Allah. Kita meninggalkan cara hidup yang berkenan di hadirat Allah. Penyakit jaman sekarang adalah menganggap Allah tidak ada atau hadir sehingga tak jarang manusia ingin \u201cmembunuh\u201d Allah, bersikap masa bodoh akan kehadiranNya, bersikap \u201cdingin\u201d menanggapi kehadiranNya, sikap tidak peduli terhadap orang lain. Itulah yang terjadi pada Adam dan Hawa, mereka lari dari kehadiran Allah yang senantiasa melihat dan hadir dalam hidup kita. Padahal kehadiranNya juga memancarkan Kasih dan pengampunan. Allah adalah Bapa yang senantiasa menerima kita dengan tangan terbuka yang penuh kerahiman dan belas kasih. Kita diundang untuk menerima dan mengakui dosa dan kerapuhan kita sehingga kita terdorong untuk bertobat dan kembali kepadaNya.<\/p>\n<p>\u201cTuhan Yesus, Engkau datang membebaskan kami dari dosa, ketakutan, keraguan dan keangkuhan kami. SabdaMu sungguh memberikan damai, suka cita dan kekuatan untuk mengalami Kasih dan Belas KasihMu\u201d. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 20 Maret 2018 JALAN SALIB, JALAN KEHIDUPAN Yoh 8:21-30 Tak jarang hidup manusia seantiasa dihadapkan pada penderitaan atau kesulitan yang tidak kita harapkan. Hal itulah yang juga terjadi ketika bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir. Mereka mengalami berbagai penderitaan akibat dari keganasan padang gurun dan tentu karena dosa-dosa mereka dan karena hati mereka begitu keras untuk taat dan mendengarkan kehendak Allah. Kemudian Allah memerintahkan nabi Musa : \u201c Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7352\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7352","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7352","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7352"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7352\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7353,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7352\/revisions\/7353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}