{"id":7447,"date":"2018-04-17T08:14:07","date_gmt":"2018-04-17T15:14:07","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7447"},"modified":"2018-04-17T08:14:07","modified_gmt":"2018-04-17T15:14:07","slug":"renungan-rabu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7447","title":{"rendered":"Renungan Rabu"},"content":{"rendered":"<p>Rabu, 18 April 2018<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"irc_mi alignright\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-5UcQ3Z5jt1s\/UBzttij2A_I\/AAAAAAAAAJc\/rpnau1TY43E\/s1600\/bread_oflife.jpg\" alt=\"Image result for bread of life\" width=\"350\" height=\"261\" \/><\/p>\n<p><strong>Oleh Fr. Didik Mardiyanto<\/strong><\/p>\n<p>[Kis. 8:1b-8; Mzm. 66:1-3a.4-5.6-7; Yoh. 6:35-40]<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>TELADAN KASIH KRISTUS UNTUK MEMBERI<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Dalam beberapa peristiwa, pemberian secara cuma-cuma, selalu menarik perhatian banyak orang. Pembagian sembako gratis, promo barang beli satu dapat satu, acara dengan doorprize menarik, dan seterusnya; tentu membawa daya tarik tersendiri, karena di sana ada pemberian secara cuma-cuma, artinya kita tidak perlu mengeluarkan biaya, cukup hadir dan mendapatkan yang diinginkan. Saya ingat pula dengan tempat dimana saya menjalani perutusan di lembaga atau gerakan belarasa Berkhat Santo Yusup (BKSY) KAJ, bahwa banyak umat yang memang \u2018memanfaatkan\u2019 kepesertaanya untuk mendapatkan sesuatu secara lebih, daripada tujuan sebenarnya dari gerakan ini, yaitu berbagi kepada mereka yang KLMTD. Artinya, hanya dengan membayar iuran Rp. 80.000, lalu bisa mendapatkan bantuan Rp. 10.000.000. Tapi, untungnya, masih lebih banyak orang yang baik, sehingga gerakan ini sungguh menjadi sarana untuk meneguhkan iman, lewat upaya untuk mengasihi sesama, terlebih mereka yang membutuhkan bantuan, daripada keinginan untuk memperoleh sesuatu secara cuma-cuma, tanpa usaha dan upaya.<\/p>\n<p>Dalam Injil hari-hari ini, dikisahkan orang-orang yang ingin datang kembali kepada Yesus setelah tempo hari dikenyangkan dengan makanan yang didapat secara cuma-cuma alias gratis. Mereka mencari Yesus, karena berharap mendapatkan hal yang sama, lagi dan lagi. Namun, Yesus menegaskan bahwa yang terpenting bukan roti jasmani, tapi roti kehidupan, itulah mengapa Yesus mengatakan: \u201cAkulah roti hidup, barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi.\u201d Roti Hidup ini selalu kita rayakan dalam Ekaristi. Ekaristi adalah tanda pemberian diri Kristus yang total kepada manusia. Maka, perayaan Ekaristi sekaligus mengenang kebaikan Kristus, dan ajakan untuk berbagi kepada sesama, sehingga kita bisa meneladan Yesus sebagai seorang yang suka \u2018memberi\u2019 daripada \u2018menerima\u2019. Semoga ajakan Kristus ini menjadikan kasihNya, terus mengalir kepada semua orang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selamat pagi, selamat meneladan kasih Kristus untuk \u2018memberi\u2019. GBU.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>-Yoseph Didik Mardiyanto-<\/strong><\/p>\n<p>Seminari Tinggi St. Paulus<\/p>\n<p>Jl. Kaliurang km. 7, Kentungan<\/p>\n<p>Yogyakarta 55011<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu, 18 April 2018 Oleh Fr. Didik Mardiyanto [Kis. 8:1b-8; Mzm. 66:1-3a.4-5.6-7; Yoh. 6:35-40] &nbsp; TELADAN KASIH KRISTUS UNTUK MEMBERI \u00a0 Dalam beberapa peristiwa, pemberian secara cuma-cuma, selalu menarik perhatian banyak orang. Pembagian sembako gratis, promo barang beli satu dapat satu, acara dengan doorprize menarik, dan seterusnya; tentu membawa daya tarik tersendiri, karena di sana ada pemberian secara cuma-cuma, artinya kita tidak perlu mengeluarkan biaya, cukup hadir dan mendapatkan yang diinginkan. Saya ingat pula dengan tempat dimana saya menjalani perutusan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7447\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7447","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7447","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7447"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7447\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7448,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7447\/revisions\/7448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}