{"id":7625,"date":"2018-06-15T13:37:35","date_gmt":"2018-06-15T20:37:35","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7625"},"modified":"2018-06-15T13:37:35","modified_gmt":"2018-06-15T20:37:35","slug":"kata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7625","title":{"rendered":"Kata"},"content":{"rendered":"<p>Sabtu dalam Pekan Biasa ke-10<\/p>\n<p>16 Juni 2018<\/p>\n<p>Matius 5:33-37<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mengucapkan sebuah kata adalah sebuah tindakan yang penuh daya. Dalam Kitab Kejadian, Allah menciptakan alam semesta melalui firman-Nya, \u201cJadilah terang!\u201d Dan setelah ia selesai dengan penciptaan, Allah membagikan kekuatan kreatif ini dengan Adam dengan menugaskan dia untuk memberi nama makhluk-makhluk ciptaan lainya. Adam kemudian menjadi \u2018rekan pencipta\u2019 dengan membawa makhluk-makhluk lain ke dalam cahaya dan harmoni: untuk membedakan siang dari malam, cahaya dari kegelapan, dan kebenaran dari kepalsuan. Melalui kata juga, kita menjalin hubungan dengan satu sama lain dan membangun keluarga dan komunitas. Melalui kata &#8220;Ya, saya bersedia\u201d, sang mempelai pria dan wanita menjadi satu tubuh dan membangun keluarga Kristiani.<\/p>\n<p>Namun, kata ini tidak hanya kuat untuk membangun tetapi juga menghancurkan. Adolph Hitler adalah salah satu orator terbaik dalam sejarah dunia, tetapi dia menggunakan kata-katanya untuk menyebarkan kebencian ke dalam hati bangsanya, dan ini menyebabkan Perang Dunia II yang mengerikan, dan hilangnya nyawa jutaan orang.<\/p>\n<p>Kata Yesus sungguh penuh kuat. Tetapi, kekuatannya tidak bergantung pada kekerasan, ancaman atau penipuan, tetapi kebenaran dan belas kasih. Itu adalah kata yang menyembuhkan ketika dia berkata kepada orang yang tuli di Galilea, \u201cEfata! Terbukalah!\u201d Ini adalah kata yang mengampuni ketika dia memberi berkata kepada wanita yang berdosa itu,\u201cPergilah dalam damai! Dosa Anda telah diampuni. \u201dIni adalah kata yang membawa pertobatan ketika ia mengundang Matius, \u201cIkutlah Aku!\u201d Ini adalah firman yang membawa kehidupan ketika ia membangkitkan Lazarus,\u201c Lazarus! Marilah ke luar!\u201d Ini adalah kata yang mengubah dan menyelamatkan manusia ketika menghadapi pengkhianatan, penyangkalan dan kematian, Dia memberikan dirinya kepada teman-temannya, \u201cInilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu!\u201d<\/p>\n<p>Kita, para pengikut Kristus, diundang oleh sang Guru dan Tuhan untuk mengucapkan kata-kata yang membangun komunitas dan keluarga, yang menyembuhkan luka-luka, yang membawa kedamaian, dan yang membebaskan kebenaran. \u201cJika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak!\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Frater Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabtu dalam Pekan Biasa ke-10 16 Juni 2018 Matius 5:33-37 &nbsp; Mengucapkan sebuah kata adalah sebuah tindakan yang penuh daya. Dalam Kitab Kejadian, Allah menciptakan alam semesta melalui firman-Nya, \u201cJadilah terang!\u201d Dan setelah ia selesai dengan penciptaan, Allah membagikan kekuatan kreatif ini dengan Adam dengan menugaskan dia untuk memberi nama makhluk-makhluk ciptaan lainya. Adam kemudian menjadi \u2018rekan pencipta\u2019 dengan membawa makhluk-makhluk lain ke dalam cahaya dan harmoni: untuk membedakan siang dari malam, cahaya dari kegelapan, dan kebenaran dari kepalsuan. Melalui&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7625\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7625","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7625","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7625"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7625\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7626,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7625\/revisions\/7626"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7625"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7625"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7625"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}